TRADISI PETIK LAUT MUNCAR BANYUWANGI

Gambar tradisi petik laut muncar banyuwangiGambar tradisi petik laut muncar banyuwangi

Petik Laut Muncar – Sebagai daerah yang memiliki garis pantai yang panjang, Di Banyuwangi pun dikenal berbabagai tradisi ucapan syukur para pelaut yang dikenal sebagai upacara petik laut. Salah satu tradisi petik laut di Banyuwangi yang sudah berlangsung lama adalah Petik Laut Muncar.

Tradisi Petik laut Muncar, Banyuwangi.Iringan perahu yang mengikuti Petik Laut Muncar (sumber : Beritadaerah.co.id)
Muncar adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi yang terletak di wilayah selatan, jaraknya sekitar 35 kilometer dari kota Banyuwangi. Dengan letak wilayah yang berada di pesisir pantai, tak heran mayoritas penduduk asli daerah ini adalah nelayan. Muncar menjadi pelabuhan besar bagi para nelayan dari Madura, Lombok, Bali, Mandar, serta Using dan nelayan dari Jawa. Bahkan Muncar dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia.
Berkaitan dengan mata pencaharian penduduknya sebagai nelayan, masyarakat Muncar menyandarkan kehidupan mereka dari hasil tangkapan laut, karenanya mereka merasa wajib untuk melakukan sedekah laut sebagai bagian mengucap syukur atas berkah laut yang mereka terima. Dari sini lahirlah tradisi petik laut Muncar.
Konon awal mula ritual ini berkaitan dengan kehadiran warga Madura yang dikenal sebagai pelaut. Hal ini ditandai dominannya ornamen suku Madura dalam ritual petik laut, seperti terlihat dari seragam pakaian Sakera, berupa baju hitam dan membawa clurit, simbol warga Madura yang pemberani.
Seragam Sakera tersebut disiapkan khusus untuk upacara dan hanya dipakai sekali demi menjaga kesakralan upacara. Setiap kali petik laut digelar, seragamnya selalu baru. Orang yang berperan sebagai Sakera pun dipilih yang berbadan besar. Penampilannya sangar dan angker, dengan kumis tebal dan gelang besar. Namun Sakera juga diharuskan tampil lucu.
Tak hanya itu, Sakera juga menjadi pengaman jalanya ritual. Mereka selalu berjalan di depan mengawal sesaji dari lokasi upacara ke tengah laut, lalu mengatur warga yang ingin berebut naik perahu.
Sesepuh adat juga mengenakan baju Sakera, serba hitam. Bagian dalam kaus loreng merah putih, memakai udeng batik merah tua.
Petik laut Muncar merupakan ritual tahunan yang diadakan setiap tahun pada bulan Muharam atau Syuro dalam penanggalan Jawa. Waktu pelaksanaan petik laut tiap tahun berubah karena berdasarkan penanggalan Qamariah dan kesepakatan pihak nelayan. Biasanya digelar saat bulan purnama, karena saat itu terjadi air laut pasang sehingga nelayan tidak melaut. Inti ritual petik laut Muncar adalah melarung sesaji ke tengah samudera.
Tujuan utama ritual petik laut adalah untuk untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan sekaligus ungkapan syukur atas rahmat Tuhan yang dilimpahkan dalam bentuk hasil penangkapan ikan.
Prosesi Ritual Petik Laut Muncar
Ritual petik laut diawali pembuatan sesaji oleh sang pawang yang merupakan sesepuh nelayan yang merupakan keturunan warga Madura yang sudah ratusan tahun turun-temurun mendiami pelabuhan Muncar. Dengan dibantu masyarakat, mereka menyiapkan segala kelengkapan ritual petik laut. Sesaji utama pada acara “petik laut” adalah kepala kambing kendit, yaitu kambing dengan warna kepala hitam sedangkan badannya putih. Warna kambing hitam dan putih melambangkan sifat baik dan buruk manusia.
Sementara kepala kambing sengaja dipertahankan utuh dengan isi otaknya lengkap. Untuk sesaji juga diperlukan mata kaki dan darah kambing. Maksudnya, agar nelayan dalam bekerja menggunakan kaki, tangan, dan otak untuk berpikir serta mau bertindak berani dibarengi dengan mata hati,” jelas Aekanu Hariyono dari Dinas Pariwisata Banyuwangi.
Selain kambing, warga juga mempersiapkan aneka sesaji lainnya, seperti ayam jantan hidup, pisang raja, kemenyan berisi kapur, sirih, tembakau, serta beragam jajanan pasar, seperti jenang berwarna-warni, bubur merah-putih, dan biji-bijian. Tidak ketinggalan aneka buah-buahan, umbi-umbian, dan sayur-sayuran, kembang telon, kembang setaman, tebu hitam, serta pohon pisang dengan buahnya.Bunga-bungaan, seperti bunga mayang yang direndam dalam air di wadah kuali tanah liat dan kendi juga disertakan.
Pisang raja sebagai lambang bahwa nelayan dalam bekerja ibarat jago bertarung yang berani mati, pantang menyerah, dan sebagai raja lautan yang berbantal ombak dan berselimut angin.Sementara kemenyan yang berisi kapur, sirih, dan tembakau sebagai lambang agar masyarakat ingat pada petuah dan menghormati orang yang lebih tua serta ingat pada leluhurnya.
Ada juga Pancing emas yang disimbolkan sebagai pengingat para nelayan bahwa bekerja di lautan itu nilainya ibarat emas, perlu pengorbanan, demi menghidupi keluarga.
Masih ada lagi, damar kambang, yaitu wadah yang terbuat dari tempurung kelapa yang diisi minyak kelapa sebagai bahan bakarnya sehingga menghasilkan nyala api yang terang dan tenang. Damar kembang mengandung makna lentera dalam kehidupan agar manusia selalu meminta petunjuk dan penerang kepada yang Maha Esa, jelas Aekanu.
Sore hari, setelah semuanya siap, sesaji itu diarak dari rumah pawang menuju tempat githikdisiapkan. Sang pawang memimpin arak-arakan sembari berjalan dan menyebarkan beras kuning. Gitik adalah sebuah perahu kecil sepanjang 5 meter yang disiapkan sebagai perahu sesaji. Gitik ini dibuat seindah mungkin dan mirip kapal yang biasa digunakan nelayan melaut.
Gitik biasanya disiapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat yang ditunjuk dalam musyawarah bersama. Semua sesaji ditata, diracik di dalam githik dengan beragam persyaratan. Benda-benda khusus dipilih dan ditambahkan sebagai kelengkapannya.
Pada malam harinya, di tempat githik itu diadakan selamatan, pengajian, dan doa bersama serta dilanjutkan dengan seni mamaca, yaitu membaca dan melagukan syair dari kitab Anbiya yang berisi kisah Nabi Sulaiman dan Nabi Yusuf secara bergantian, sambil tirakatan sampai pagi.
Pada harinya, sejak pagi ratusan nelayan berkumpul di rumah sang pawang. Mereka menggunakan baju khas Madura sambil membawa senjata clurit. Diawali dengan prosesi idher bumi, yakni mengarak githik berisi sesaji keliling kampung sebelum menuju pantai Muncar. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh sang pawang.

Prosesi ider bumi sebelum larung sesaji (sumber : Jalanasyik.wordpress.com)
Dibelakangnya mengikuti kelompok musik modern maupun tradisional. Ada marching band, hadrah kuntulan, dan sekelompok gandrung lengkap dengan alat musiknya mengiringi idher bumi. Para penari gandrung menari di depan githik sebelum arak-arakan idher bumi dilaksanakan. Sepanjang jalan menuju pantai banyak warga yang mengikuti di belakang. Arak-arakan gitik pun berakhir di tempat pelelangan ikan.

Gitik siap dilarung (sumber : Jalanasyik.wordpress.com)
Setibanya di tempat pelelangan ikan, sesaji disambut enam penari Gandrung. Setelah doa oleh tokoh agama, sesaji diangkut menuju perahu besar untuk dilarung ke tengah laut. Warga berebut untuk bisa naik perahu pengangkut sesaji. Namun, dengan sigap petugas membatasi penumpang yang ikut ke tengah.

Penari Gandrung dinaikkan perahu (sumber : Telusurindonesia.com)
Sebelum diberangkatkan, kepala daerah diwajibkan memasang pancing emas di lidah kepala kambing. Ini simbol permohonan nelayan agar diberi hasil ikan melimpah.
Menjelang tengah hari, iring-iringan perahu bergerak ke laut. Bunyi mesin diesel menderu membelah ombak. Suara gemuruh lewat sound-system menggema di tiap perahu.
Dari kejauhan barisan perahu berukuran besar bergerak kencang. Hiasan umbul-umbul berkibar menambah suasana makin sakral. Begitu padatnya perahu yang bergerak, sehingga beberapa kali tabrakan kecil tak terelakkan.

Iring-iringan perahu jenis slerek mengantar sesaji untuk dilarung di tengah laut (sumber : Blog.goindonesia.com)

Petik laut Muncar 2012, dimeriahkan perahu batik (sumber : Dian Grand, Grup Facebook Banyuwangi Bersatu)Petik laut Muncar.
(sumber : Beritadaerah.co.id)
Iring-iringan berakhir di sebuah lokasi berair tenang, dekat semenanjung Sembulungan. Kawasan ini sering disebut Plawangan. Seluruh perahu berhenti sejenak. Dipimpin sesepuh nelayan, sesaji pelan-pelan diturunkan dari perahu. Teriakan syukur menggema begitu sesaji jatuh dan tenggelam ditelan ombak.

Sesaji dilarung (sumber : Portal.Banyuwangikab.go.id)

Sesaat setelah sesaji tenggelam, para nelayan berebut menceburkan diri ke laut. Mereka berebut mendapatkan hasil bumi pada sesaji. Nelayan juga menyiramkan air yang dilewati sesaji ke seluruh badan perahu. Mereka percaya air ini menjadi pembersih malapetaka dan diberkati ketika melaut nanti.
Dari Plawangan, iring-iringan perahu bergerak menuju Sembulungan untuk berziarah ke makam Sayid Yusuf, orang pertama yang dipercaya membuka daerah tersebut.

Semenanjung Sembulungan (sumber : Deppoyeppoy.blogspot.co.id)
Prosesi belum usai, pawang gandrung pun mengambil alih acara pamungkas. Para penari Gandrung digendong menuruni perahu yang ditumpangi mereka menuju makam leluhur. Mereka akan menari di makam Buyut Gantung dan makam Sayid Yusuf di daratan Semenanjung Sembulungan di dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Para penari itu menari dalam balutan aura ritual pemujaan, memberi hormat dan bersujud di depan pusara nenek moyang dan diakhiri dengan mengelilingi makam sebanyak tiga kali.GANDRUNG PERAWAN
Ritual petik laut wajib menghadirkan dua penari Gandrung yang masih perawan. Konon, ini berkaitan ritual petik laut pertama kali di Tanjung Sembulungan.
Kala itu, seorang penari Gandrung mendadak meninggal dan dimakamkan di pinggir pantai. Sejak itu, petik laut wajib menghadirkan penari Gandrung.
Memilih penari Gandrung yang berani ikut ke tengah laut dan mendampingi sesaji tidak gampang dan melalui seleksi khusus. Gandrung yang ikut mengarak sesaji hanya boleh sekali diundang. Tahun berikutnya akan diganti Gandrung lain.
Di sepanjang perjalanan, di atas perahu penari terus melenggang diiringi gamelan. Mereka melantunkan gending-gending Using. Isinya ungkapan suka-cita perayaan petik laut. Puluhan nelayan yang mengiringi gandrung ikut menari di atas perahu. Di pantai berpasir putih ini, nelayan kembali melarung sesaji ke dua kalinya. Hanya, jumlahnya lebih sedikit. Sebuah sasaji ditempatkan di nampan bambu dilarung pelan-pelan. Konon ini memberikan persembahan bagi penunggu tanjung Sembulungan.
Ritual diakhiri selamatan bersama. Kemudian dilanjutkan menikmati tarian Gandrung dengan gending-gending klasik suku Using hingga sore hari.
Menurut Aekanu, ada mitos bahwa masyarakat Muncar menyimpan sejarah masa lalu yang unik. Konon, dulu petik laut berfungsi sebagai meruwat laut atau rokat tase yang dilakukan di Semenanjung Sembulungan berada di belantara hutan Alas Purwo yang sangat angker.
Alas Purwo dipercaya sebagai salah satu istana Nyai Roro Kidul (ratu Pantai Selatan) yang sangat erat hubungannya dengan Dewi Sri (dewi padi). Itu sebabnya gandrung selalu disajikan dalam ritual “petik laut” sebagai ikonnya. Hal itu pula yang menyebabkan “petik laut” Muncar berbeda dengan acara “petik laut” lainnya di Nusantara.
Usai berziarah dan berdoa mereka akan kembali ke pelabuhan Muncar dan perahu nelayan yang akan mendarat akan disiram dengan air laut sebagai bentuk keberkahan dari Shang Hyang Iwak sebagai Dewi Laut. Berakhirlah ritual petik laut Muncar sebagai ritual laut terbesar dan termegah di Indonesia dilihat dari jumlah nelayan dan perahu yang terlibat.
Selain di Muncar, nelayan di pantai Grajagan, Pancer, dan Bulusan juga menggelar ritual petik laut pada Muharam.
sumber : – http://dotcomcell.com/BANYUWANGIONLINE/PETIKLAUT;- http://www.koran-jakarta.com/?36394-ritual-komunal-yang-sarat-tradisi; – http://travel.kompas.com/read/2013/11/19/1709146/Petik.Laut.Cara.Nelayan.Muncar.Bersyukur.

Mungkin Anda Suka  Tari Banyuwangi

PETIK LAUT MUNCAR
Tempat : Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.
Waktu Pelaksanaan : Setiap tanggal 15 Bulan Suro

"wisata banyuwangi" - Google Berita

Kadis Pariwisata Banyuwangi Dirotasi Bersamaan dengan 50 Pejabat Lain, Bupati Singgung Zona Nyaman - Viva Baca Selengkapnya

Potret Kampung Terpencil di Banyuwangi, Warga Andalkan Satu-satunya Truk Milik Crazy Rich Setempat untuk ... - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Inilah 4 Wisata Pantai Andalan di Kota Banyuwangi, Tiket Masuk Hanya Rp 5.000 - Radar Banyuwangi - Radar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Ada Wisata Hits di Banyuwangi, HTM Murah Meriah Hanya Rp 5 Ribu, Viewnya Bikin Seger, Cocok Buat Healing Sambil Foto-Foto - RBG.id - RBG Baca Selengkapnya

Viral Ratusan Lumba-Lumba Migrasi Lewat Banyuwangi Direkam Warga - detikTravel Baca Selengkapnya

Wisata ke Umbul Bening di Banyuwangi, Bisa Naik Sepeda Air - Kompas.com - Kompas.com Baca Selengkapnya

29 Tempat Wisata Banyuwangi, Mulai dari Alam hingga Budaya yang Paling Populer - kumparan.com - kumparan.com Baca Selengkapnya

Wisata Terbaru 2024 Pantai Cacalan Banyuwangi? Menyusuri Keindahan Pantai dengan Berkuda, Rasakan Sensasinya! - jogja.disway.id - Jogja Disway Baca Selengkapnya

Dulunya Pelabuhan, Wisata Pantai Boom Banyuwangi Jadi Spot Kece yang Instagramable: Fotomu Bakal Estetik - tugujatim.id Baca Selengkapnya

Eksotisme Wisata Jopuro Banyuwangi, Sejuknya Mata Air Gunung Ijen hingga Warna-warni Capung yang Menyita ... - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Jos! Dua Agenda Wisata Banyuwangi Masuk KEN Kemenparekraf 2024 - Jatim Solopos.com Baca Selengkapnya

17 Tempat Wisata Banyuwangi yang Bikin Ogah Pulang - IDN Times Baca Selengkapnya

Rekomedasi Wisata Terbaru 2024 Pantai Banyuwangi? Pemandangan Estetik, Banyak Spot Instagramable Dijamin Betah - jogja.disway.id - Jogja Disway Baca Selengkapnya

Kawah Ijen Tutup Mendadak, Pelaku Wisata Banyuwangi Sambat Harus Putar Otak - detikJatim Baca Selengkapnya

6 Destinasi Wisata Banyuwangi Paling Banyak Dikunjungi Selama Libur Nataru, Nomor 1 Bukan Kawah Ijen - Radar Banyuwangi - Radar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Gambar tradisi petik laut muncar banyuwangiGambar tradisi petik laut muncar banyuwangi

Informasi

Sumber : id.wikipedia.org


Informasi yang dinyatakan dalam kode ASCII untuk kata "Wikipedia"

Informasi

Etimologi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Mungkin Anda Suka  Nomor Penting Kantor Polisi Polsek dan Polres Banyuwangi

Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) "ide, bentuk, set", kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). "Eidos" juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep.

Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta sering kali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) sering kali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011). Informasi adalah data yang telah di rangkum atau di manipulasi dalam bentuk lain untuk tujuan pengambilan keputusan (William, 2007).

Sedangkan menurut (Fajri, 2014) informasi dapat diartikan suatu data yang telah diproses dan diubah menjadi konteks yang berarti sehingga memiliki makna dan nilai bagi penerimanya dan biasa digunakan untuk pengambilan keputusan.

Istilah

Banyak orang menggunakan istilah "era informasi", "masyarakat informasi," dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata "informasi" sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Ciri-ciri

Informasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Benar atau salah, dalam hal ini informasi berhubungan dengan kebenaran atau kesalahan terhadap kenyataan.

b. Baru, informasi harus benar-benar baru bagi si penerima.

c. Tambahan, informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.

d. Korektif, informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.

e. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Sumber

Informasi ber dari data. Data merupakan hasil pengolahan model, bentuk, atau organisasi tertentu. Nilai yang terkandung di dalam data digunakan untuk menambah pengetahuan. Data merupakan objek, sedangkan informasi menjadi subjek yang bermanfaat bagi penerimanya.

Jenis

Berdasarkan persyaratan yang diperlukan

Informasi yang tepercaya

Dalam manajemen, suatu informasi harus dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan informasi memberi dampak pada hasil keputusan yang diambil. Apabila informasi yang diterima oleh pengelola merupakan informasi yang benar maka keputusan yang diambil dapat tepat dan optimal. Tingkat kepercayaan informasi dapat didasarkan kepada sifat dari individu yang menjadi nara. Informasi yang tepercaya berasal dari individu yang memiliki sifat jujur dalam menyampaikan data.

Informasi yang tepat waktu

Informasi yang tepat waktu merupakan informasi yang telah tersedia ketika dibutuhkan. Tingkat ketepatan waktu bagi pengelola informasi dapat berbeda-beda. Perbedaan terletak dari tingkat kebutuhan pengelola informasi terhadap keberadaan informasi dalam tenggat waktu tertentu.

Informasi yang bernilai

Informasi yang bernilai ialah informasi yang berharga dan memberi manfaat dalam suatu pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang berharga, yaitu keputusan yang diperoleh dari pilihan-pilihan yang memiliki risiko paling kecil. Manfaat bagi suatu pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh nilai informasi.

Berdasarkan dimensi waktu

Informasi masa lalu

Informasi masa lalu merupakan informasi yang membahas mengenai peristiwa yang telah berlalu. Penggunaan informasi masa lalu sangat jarang, tetapi tetap diperlukan sewaktu-waktu. Penyimpanan informasi masa lalu bersifat rapi dan teratur.

Informasi masa kini

Informasi masa kini merupakan informasi yang memiliki data bersifat aktual. Isi informasi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

Berdasarkan sasaran pengguna

Informasi individual

Informasi individual adalah informasi yang digunakan oleh pembuat keputusan dan kebijakan. Selain itu, informasi individu juga ditujukan kepada seseorang yang diharapkan dapat memberi tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya.

Informasi komunitas

Informasi komunitas adalah informasi yang ditujukan kepada publik, organisasi, atau suatu kelompok tertentu di masyarakat. Sasaran pengguna informasi komunitas disesuaikan dengan tujuan dari penyampaian informasinya. Media yang digunakan untuk penyebaraan informasi komunitas dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, spanduk, pamflet, atau folder.

Berdasarkan tujuan penggunaan

Berdasaran tujuan penggunaannya, informasi dibedakan menjadi:

  1. Informasi pengumpulan data, merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan melalui pengumpulan data.
  2. Informasi pengarahan perhatian, merupakan informasi yang menyelesaikan perilaku menyimpang.
  3. Informasi pemecahan masalah, merupakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Penggunaan informasi ini dilakukan pada pengambilan keputusan atau kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya.

Nilai

Nilai dari suatu informasi ditentukan oleh manfaat yang dihasilkannya dan biaya untuk mendapatkannya. Jika manfaat yang diperoleh dari informasi lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya, maka informasi tersebut dianggap berharga.

  1. Biaya perangkat keras, merupakan biaya yang diperlukan untuk mekanisasi. Sifat biaya ini adalah tetap dan meningkat sesuai dengan kerumitan kegiatan pengumpulan data.
  2. Biaya analisis, merupakan biaya yang meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi
  3. Biaya lingkungan dan tempat, merupakan biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat mekanisasi yang tinggi.
  4. Biaya perubahan, merupakan biaya yang meliputi setiap jenis perubahan metode ke metode yang lain
  5. Biaya operasi, merupakan biaya yang digunakan untuk keperluan proses pengumpulan informasi. Penggunaan biaya untuk keperluan gaji pekerja, serta pemeliharaan fasilitas dan sistem informasi.
Mungkin Anda Suka  JADWAL KERETA API SRI TANJUNG BANYUWANGI

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater (Davis, 1999: 58—59) berikut:

  1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
  7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.

Menurut Zorkoczy (1988: 14), suatu informasi yang bermutu tinggi dapat membuat si penerima peka terhadap lingkungan sehingga mampu mengambil tindakan untuk mengatasi setiap perubahan situasi yang terjadi. Daya atau kemampuan yang dimiliki informasi ini tampak dalam kemampuannya membentuk gagasan, baik fisik maupun mental. Dalam kelanjutannya, informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna sebagai akibat suatu gangguan terhadap informasi atau proses transmisi.

Kualitas

Akurat

Penyajian informasi harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pengujian keakuratan informasi umumnya dilakukan dengan menggunakan dua orang atau lebih yang memiliki keadaan yang berbeda. Jika hasil yang diperoleh sama, maka data dianggap akurat.

Tepat waktu

Informasi harus tersedia atau ada pada saat diperlukan. Penyediaan informasi tidak dapat ditunda waktunya.

Relevan

Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Kesesuaian kebutuhan didasarkan pada penggunaan informasi tersebut. Informasi harus memenuhi kebutuhan setiap pengguna dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Lengkap

Penyajian informasi harus diberikan secara lengkap. Kelengkapan informasi berkaitan dengan keterangan waktu atau keterangan peristiwa.

Efektifitas

Penyajian informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai guna mendukung suatu kegiatan. Selain itu, penyajian harus dilakukan dalam waktu yang tepat dengan bentuk yang tepat. Informasi harus dapat dipahami, menggunakan bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah dan memiliki isi secara lengkap yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Efisiensi

Informasi harus diperoleh dari daya tertentu. Pemanfaatan daya dilakukan secara optimal.

Konfidensial

Penyajian informasi yang diberikan harus mampu memperoleh perlindungan dari pihak yang berwenang. Perlindungan dimaksudkan untuk mencegah ancaman dari pihak yang tidak berwenang akibat adanya informasi yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu.

Integritas

Informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data harus diolah secara terpadu. Dalam pengolahan data, harus menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku.

Ketersediaan

Informasi harus tersedia kapan pun sehingga harus selalu ada saat diperlukan. Pengamanan terhadap daya informasi harus selalu ada.

Kepatuhan

Informasi yang dihasilkan harus mengikuti peraturan, undang-undang atau peraturan pemerintah. Tiap informasi harus memiliki nilai tanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan bagi pihak yang memiliki informasi dan pihak yang menerima informasi.

Kebenaran

Penyajian informasi oleh sistem informasi harus dilakukan dengan benar. Sumber informasi harus berasal dari yang dapat dipercaya. Informasi yang benar ini kemudian dapat digunakan untuk pihak manajemen dalam menjalankan kegiatan lainnya.

Siklus

Informasi diperoleh dari sikus pengolahan data dengan model pengolahan tertentu. Penerima informasi akan memperoleh hasil pengolahan data untuk menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan baru. Tindakan ini kemudian menghasilkan data baru yang digunakan sebagai masukan bagi pembentukan informasi baru. Pembentukan informasi dari pengolahan data terjadi secara terus-menerus dan berulang.

Kegunaan

Sebagai masukan sensorik

Sering kali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunya Sensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input . input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain).

Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam praktiknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.

Sebagai representasi dan kompleksitas

Ilmu Kognitif dan terapkan matematika Ronaldo Vigo berpendapat bahwa informasi adalah sebuah konsep relatif yang melibatkan setidaknya dua entitas yang terkait dalam rangka masuk akal. Ini adalah: setiap kategori didefinisikan dimensi-objek S, dan setiap tindakan R. R, pada dasarnya, adalah representasi dari S, atau, dengan kata lain, membawa atau menyampaikan representasional (dan karenanya, konseptual) informasi tentang S. Vigo kemudian mendefinisikan jumlah informasi yang disampaikan R tentang S sebagai tingkat perubahan dalam kompleksitas dari S setiap kali objek dalam R dihapus dari S. bawah "informasi Vigo", pola, invarian, kompleksitas, representasi, dan lima-informasi dasar ilmu universal yang bersatu di bawah kerangka matematis baru. dengan kata lain, kerangka kerja ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan informasi Shannon-Weaver ketika mencoba untuk mengkarakterisasi dan mengukur subjektif informasi.