Banyuwangi Club

Informasi, Wisata, Edukasi, Sejarah, Teknologi Banyuwangi

Klik Jasa Pembuatan / Service Website - Klik Jasa CCTV - Klik Jasa Pembuatan / Service Repeater

TECHNOPARK BUDIDAYA SIDAT BANYUWANGI

Ikan Sidat Banyuwangi – Ikan sidat (Anguilla sp) menjadi salah satu andalan ekspor perikanan Kabupaten Banyuwangi. Pada tahun 2014 produksi sidat Banyuwangi mencapai 147 ton pertahun. Dan kualitas sidat (Anguilla sp) di Banyuwangi adalah terbaik di dunia. Pengakuan ini datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Peluang bisnis budidaya ikan sidat.
Sidat (sumber : Google.com)

Hal ini tak lepas dari kualitas air tawar di Banyuwangi yang sangat baik. Sebagai perbandingan, kualitas air di Jakarta dalam setiap 25 miligram kandungan bakterinya mencapai 550.000 PPM (bagian per juta), di Banyuwangi hanya 10.000 PPM. Maka tak heran sidat yang dibudidayakan di Banyuwangi kualitasnya diakui terbaik di dunia, bukan hanya di Indonesia.
Oya, sekedar tahu, ikan sidat ini sekilas mirip belut. Namun sidat berbeda dengan belut, karena memiliki sirip di dada, punggung dan dubur yang sempurna, sehingga sirip tersebut dianggap “daun bertelinga”, maka ada yang menamakan ikan sidat sebagai “belut bertelinga”. Ada juga yang menyebutnya sebagai ikan ular karena bentuknya memanjang mirip ular.
Nah, atas prestasi Banyuwangi sebagai penghasil sidat dengan kualitas terbaik di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadikan Banyuwangi sebagai proyek percontohan taman tecnologi (technopark) pelatihan budi daya sidat. Technopark sidat ini dikembangkan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Banyuwangi. Dalam taman tersebut, Kementerian Kelautan membesarkan 15 ribu bibit ikan sidat.
Technopark ini merupakan program pembangunan kawasan pengembangan teknologi dan inovasi dari Kementerian KP yang memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan dan pelatihan para nelayan perikanan tangkap maupun perikanan budi daya yang berpotensi mendorong pengembangan bisnis baru.
KENAPA SIDAT?Ikan sidat dipilih karena nilai ekonominya besar. Harga per kilogram ikan sidat mencapai ratusan ribu rupiah. Menurut sebuah sumber, harga sidat di tingkat peternak bisa mencapai Rp 600 ribu, sedangkan harga ekspor ke Jepang sekitar US$ 150/kg (sekitar 2jutaan). Padahal permintaan pasar luar negeri seperti Jepang, Korea bahkan Arab sangat tinggi, hingga mencapai 300 ribu ton per tahun, namun tidak pernah bisa dipenuhi karena keterbatasan pasokan.
Sidat menjadi primadona di sejumlah negara karena kandungan protein dan gizinya yang tinggi dan tidak dimiliki jenis ikan yang lain, menjadikan sidat makanan yang paling digemari di sejumlah negara, terutama Jepang.
Di Jepang, sidat dikenal dengan nama Unagi, digunakan sebagai bahan makanan di restoran-restoran dengan harga yang cukup mahal. Unagi menjadi menu favorit orang Jepang karena dagingnya yang tebal dan lembut kaya protein, kalsium, dan vitamin. Sidat alias Unagi juga mengandung asam lemak DHA dan EPA yang membantu menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan menstimulasi saraf otak. Tidak hanya mengandung berprotein tinggi, unagi konon bagus untuk pembangkit stamina.
Di Jepang, unagi biasa diolah menjadi beraneka menu makanan dengan cara seperti dipanggang, digoreng, ditim bahkan dimasak cara teppanyaki. Di Banyuwangi, sidat biasanya dimasak dengan cara dipepes yang disebut Pelasan Oling. Oling adalah istilah lokal Banyuwangi untuk sidat.

Aneka menu dari Sidat alias unagi. (sumber : Unagioda.blogspot.co.id)

Ada kisah menarik di balik tradisi menghidangkan unagi di Jepang. Pada periode Edo (tahun 1603-1867), seorang pengusaha restoran unagi meminta saran seorang ilmuwan bernama Hiragi Gennai supaya usaha restorannya laris. Hiragi Gennai menyarankan agar di depan restoran dipasang iklan besar yang sebagian isinya bertuliskan “doyou-no ushi-no hi”, yang artinya “pertengahan musim panas pada tahun kerbau”.
Entah karena alasan apa, masyarakat Jepang pada waktu itu percaya bahwa agar dapat bertahan pada musim panas, mereka harus makan makanan yang berawalan huruf “U”. Hasilnya, restoran si pengusaha jadi ramai dan mulai saat itulah orang Jepang senang makan unagi pada musim panas.
http://unagioda.blogspot.co.id
Melalui pembangunan technopark ini, Banyuwangi akan menjadi tempat belajar teknologi budidaya sidat. Masyarakat yang tertarik bisa belajar bersama atau jika punya teknologi yang lebih baru tentang sidat bisa dibagi dan ditularkan di tempat ini.
BPPP Banyuwangi akan menjadi tempat pembesaran sidat atau inkubasi yang memiliki fasilitas lengkap, mulai kolam hingga teknologi pembesaran yang dibimbing oleh ahli budi daya keluatan dan perikanan.

READ  PANTAI PANCUR BANYUWANGI
Kolam pembesaran sidat di BPPP Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)

Dalam taman teknologi tersebut, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan membuat 24 kolam pembesaran sidat berukuran 2 x 4 meter.
Kepala BPPT Banyuwangi, I Wayan Suarya, mengatakan bibit-bibit sidat dibeli dari warga untuk dibesarkan di kolam taman teknologi.
Sejauh ini masih belum ada teknologi yang bisa menghasilkan bibit Sidat karena ikan yang berbentuk seperti ular tersebut mempunyai siklus hidup yang unik. Yaitu besar di air tawar dan memijah (bertelur) di laut. Budidaya sidat dilakukan berdasarkan bibit hasil tangkapan alam.

Bibit sidat
Bibit sidat dari tangkapan alam (sumber : Budidaya-ikan.com)

Pembesaran sidat dilakukan sampai sidat mencapai nilai ekonomi pada usia 14 bulan. Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Banyuwangi membesarkan sidat dengan teknologi raceway.
Menurut instruktur budidaya sidat, Dian Tugu, raceway merupakan metode air berputar yang diterapkan pada kolam-kolam pembesaran sidat.
Air yang berputar selama 24 jam tersebut disaring dengan campuran arang dan ijuk untuk menjaga kualitasnya. Arang berfungsi mengikat bakteri.
Teknologi raceway bisa dibuat sendiri oleh petani. Balai telah mencoba teknologi itu selama 2014 dengan menebar seribu bibit sidat. Hasilnya, tingkat keberhasilan hingga 90 persen sidat hidup hingga usia 14 bulan.
Secara umum, pembesaran sidat cukup mudah dengan tingkat kematian kecil. Sebab sidat memiliki kelebihan tahan penyakit dan tahan dalam kondisi air buruk.
Daya tahan itu didukung karena siklus sidat yang hidup dalam dua perairan sekaligus, yakni di air tawar dan laut. Saat dewasa, sidat hidup di air tawar.
Namun saat berpijah, sidat akan berenang ke laut yang memiliki tekanan tinggi dan kedalaman hingga satu kilometer. “Sidat berpijah menjelang musim hujan, karena dia butuh banyak nitrogen untuk mematangkan sel telurnya,” jelas Dian.
Masa berpijah yang harus dilakukan di lautan itulah, menyebabkan sidat belum bisa dibudidayakan. Setelah memijah induk sidat mati. Anakannya kemudian bergerak ke pinggir menuju sungai untuk berkembang biak. Anakan ini yang ditangkap untuk dibesarkan di kolam pembesaran.
Dengan kesulitan budidaya sidat seperti itu, menjadi logis harga sidat pun paling mahal di antara jenis ikan lainnya. Tentu sangat disayangkan jika masyarakat masih tidak menyadari adanya peluang ini karena faktor ketidaktahuan.
Dengan adanya technopark ini masyarakat bisa belajar teknologi budidaya sidat dan menangkap peluang besar yang terbuka lebar.
Anda berminat ?

READ  Tips Wisata di Banyuwangi

wisata banyuwangi


5 Destinasi Wisata Keren di Banyuwangi Selain Kawah Ijen, Pokoknya Wajib Melipir - Okezone Travel Baca Selengkapnya

Banyuwangi Tetap Favorit! 126 Ribu Wisatawan Berkunjung selama Libur Lebaran - Barometer Jatim Baca Selengkapnya

Selain Kawah Ijen, Ini Lima Destinasi Wisata di Banyuwangi - idxchannel Baca Selengkapnya

Spot Maut di TWA Kawah Ijen Banyuwangi Dipasangi Garis Polisi - Viva Baca Selengkapnya

7 Tempat Wisata di Banyuwangi Paling Populer 2024, Liburanmu Dijamin Berkesan tanpa Kuras Isi Dompet - Pikiran Rakyat Jatim - Pikiran Rakyat Jatim Baca Selengkapnya

Destinasi Wisata Banyuwangi Pikat Ratusan Ribu Pengunjung Saat Libur Lebaran - TIMES Indonesia Baca Selengkapnya

Banyuwangi Jadi Jujukan Wisata di Momen Libur Lebaran, Pelaku Wisata Kebanjiran Pengunjung - Bratapos.com Baca Selengkapnya

Sebanyak 126.414 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi selama libur Lebaran - ANTARA Nusa Tenggara Barat Baca Selengkapnya

126 Ribu Orang Wisata di Banyuwangi Saat Libur Lebaran, Bupati: Semoga Berkesan | Republika Online - Republika Online Baca Selengkapnya

Banyuwangi Park Tempat Wisata Seru untuk Liburan Bersama Keluarga - Gresik Satu Baca Selengkapnya

Bak Raja Ampat Banyuwangi! Keindahan Pulau Bedil yang Jadi Primadona - RILIS ID - Lampung Baca Selengkapnya

Rekomendasi 6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Banyuwangi - beautynesia Baca Selengkapnya

Wisata di Sekitar Kawah Ijen, Cocok buat yang Trekking - IDN Times Baca Selengkapnya

126 Ribu Wisatawan Kunjungi Banyuwangi Selama Libur Lebaran - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Banyuwangi Siap Pasarkan Wisata Blambangan ke Pentas Dunia - Liputan6.com Baca Selengkapnya

Informasi


Informasi yang dinyatakan dalam kode ASCII untuk kata "Wikipedia"

Informasi

Etimologi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) "ide, bentuk, set", kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). "Eidos" juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep.

Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta sering kali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

READ  KONTES KOPI SPESIAL DI BANYUWANGI

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) sering kali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011). Informasi adalah data yang telah di rangkum atau di manipulasi dalam bentuk lain untuk tujuan pengambilan keputusan (William, 2007).

Sedangkan menurut (Fajri, 2014) informasi dapat diartikan suatu data yang telah diproses dan diubah menjadi konteks yang berarti sehingga memiliki makna dan nilai bagi penerimanya dan biasa digunakan untuk pengambilan keputusan.

Istilah

Banyak orang menggunakan istilah "era informasi", "masyarakat informasi," dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata "informasi" sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Ciri-ciri

Informasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Benar atau salah, dalam hal ini informasi berhubungan dengan kebenaran atau kesalahan terhadap kenyataan.

b. Baru, informasi harus benar-benar baru bagi si penerima.

c. Tambahan, informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.

d. Korektif, informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.

e. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Sumber

Informasi ber dari data. Data merupakan hasil pengolahan model, bentuk, atau organisasi tertentu. Nilai yang terkandung di dalam data digunakan untuk menambah pengetahuan. Data merupakan objek, sedangkan informasi menjadi subjek yang bermanfaat bagi penerimanya.

Jenis

Berdasarkan persyaratan yang diperlukan

Informasi yang tepercaya

Dalam manajemen, suatu informasi harus dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan informasi memberi dampak pada hasil keputusan yang diambil. Apabila informasi yang diterima oleh pengelola merupakan informasi yang benar maka keputusan yang diambil dapat tepat dan optimal. Tingkat kepercayaan informasi dapat didasarkan kepada sifat dari individu yang menjadi nara. Informasi yang tepercaya berasal dari individu yang memiliki sifat jujur dalam menyampaikan data.

Informasi yang tepat waktu

Informasi yang tepat waktu merupakan informasi yang telah tersedia ketika dibutuhkan. Tingkat ketepatan waktu bagi pengelola informasi dapat berbeda-beda. Perbedaan terletak dari tingkat kebutuhan pengelola informasi terhadap keberadaan informasi dalam tenggat waktu tertentu.

READ  Ikatan Teknisi Handphone Banyuwangi

Informasi yang bernilai

Informasi yang bernilai ialah informasi yang berharga dan memberi manfaat dalam suatu pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang berharga, yaitu keputusan yang diperoleh dari pilihan-pilihan yang memiliki risiko paling kecil. Manfaat bagi suatu pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh nilai informasi.

Berdasarkan dimensi waktu

Informasi masa lalu

Informasi masa lalu merupakan informasi yang membahas mengenai peristiwa yang telah berlalu. Penggunaan informasi masa lalu sangat jarang, tetapi tetap diperlukan sewaktu-waktu. Penyimpanan informasi masa lalu bersifat rapi dan teratur.

Informasi masa kini

Informasi masa kini merupakan informasi yang memiliki data bersifat aktual. Isi informasi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

Berdasarkan sasaran pengguna

Informasi individual

Informasi individual adalah informasi yang digunakan oleh pembuat keputusan dan kebijakan. Selain itu, informasi individu juga ditujukan kepada seseorang yang diharapkan dapat memberi tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya.

Informasi komunitas

Informasi komunitas adalah informasi yang ditujukan kepada publik, organisasi, atau suatu kelompok tertentu di masyarakat. Sasaran pengguna informasi komunitas disesuaikan dengan tujuan dari penyampaian informasinya. Media yang digunakan untuk penyebaraan informasi komunitas dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, duk, pamflet, atau folder.

Berdasarkan tujuan penggunaan

Berdasaran tujuan penggunaannya, informasi dibedakan menjadi:

  1. Informasi pengumpulan data, merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan melalui pengumpulan data.
  2. Informasi pengarahan perhatian, merupakan informasi yang menyelesaikan perilaku menyimpang.
  3. Informasi pemecahan masalah, merupakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Penggunaan informasi ini dilakukan pada pengambilan keputusan atau kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya.

Nilai

Nilai dari suatu informasi ditentukan oleh manfaat yang dihasilkannya dan biaya untuk mendapatkannya. Jika manfaat yang diperoleh dari informasi lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya, maka informasi tersebut dianggap berharga.

  1. Biaya perangkat keras, merupakan biaya yang diperlukan untuk mekanisasi. Sifat biaya ini adalah tetap dan meningkat sesuai dengan kerumitan kegiatan pengumpulan data.
  2. Biaya analisis, merupakan biaya yang meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi
  3. Biaya lingkungan dan tempat, merupakan biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat mekanisasi yang tinggi.
  4. Biaya perubahan, merupakan biaya yang meliputi setiap jenis perubahan metode ke metode yang lain
  5. Biaya operasi, merupakan biaya yang digunakan untuk keperluan proses pengumpulan informasi. Penggunaan biaya untuk keperluan gaji pekerja, serta pemeliharaan fasilitas dan sistem informasi.

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater (Davis, 1999: 58—59) berikut:

  1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
  7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.
READ  PLENGKUNG BANYUWANGI

Menurut Zorkoczy (1988: 14), suatu informasi yang bermutu tinggi dapat membuat si penerima peka terhadap lingkungan sehingga mampu mengambil tindakan untuk mengatasi setiap perubahan situasi yang terjadi. Daya atau kemampuan yang dimiliki informasi ini tampak dalam kemampuannya membentuk gagasan, baik fisik maupun mental. Dalam kelanjutannya, informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna sebagai akibat suatu gangguan terhadap informasi atau proses transmisi.

Kualitas

Akurat

Penyajian informasi harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pengujian keakuratan informasi umumnya dilakukan dengan menggunakan dua orang atau lebih yang memiliki keadaan yang berbeda. Jika hasil yang diperoleh sama, maka data dianggap akurat.

Tepat waktu

Informasi harus tersedia atau ada pada saat diperlukan. Penyediaan informasi tidak dapat ditunda waktunya.

Relevan

Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Kesesuaian kebutuhan didasarkan pada penggunaan informasi tersebut. Informasi harus memenuhi kebutuhan setiap pengguna dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Lengkap

Penyajian informasi harus diberikan secara lengkap. Kelengkapan informasi berkaitan dengan keterangan waktu atau keterangan peristiwa.

Efektifitas

Penyajian informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai guna mendukung suatu kegiatan. Selain itu, penyajian harus dilakukan dalam waktu yang tepat dengan bentuk yang tepat. Informasi harus dapat dipahami, menggunakan bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah dan memiliki isi secara lengkap yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Efisiensi

Informasi harus diperoleh dari daya tertentu. Pemanfaatan daya dilakukan secara optimal.

Konfidensial

Penyajian informasi yang diberikan harus mampu memperoleh perlindungan dari pihak yang berwenang. Perlindungan dimaksudkan untuk mencegah ancaman dari pihak yang tidak berwenang akibat adanya informasi yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu.

Integritas

Informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data harus diolah secara terpadu. Dalam pengolahan data, harus menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku.

Ketersediaan

Informasi harus tersedia kapan pun sehingga harus selalu ada saat diperlukan. Pengamanan terhadap daya informasi harus selalu ada.

READ  PENDOPO SABHA SWAGATA BLAMBANGAN BANYUWANGI

Kepatuhan

Informasi yang dihasilkan harus mengikuti peraturan, undang-undang atau peraturan pemerintah. Tiap informasi harus memiliki nilai tanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan bagi pihak yang memiliki informasi dan pihak yang menerima informasi.

Kebenaran

Penyajian informasi oleh sistem informasi harus dilakukan dengan benar. Sumber informasi harus berasal dari yang dapat dipercaya. Informasi yang benar ini kemudian dapat digunakan untuk pihak manajemen dalam menjalankan kegiatan lainnya.

Siklus

Informasi diperoleh dari sikus pengolahan data dengan model pengolahan tertentu. Penerima informasi akan memperoleh hasil pengolahan data untuk menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan baru. Tindakan ini kemudian menghasilkan data baru yang digunakan sebagai masukan bagi pembentukan informasi baru. Pembentukan informasi dari pengolahan data terjadi secara terus-menerus dan berulang.

Kegunaan

Sebagai masukan sensorik

Sering kali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunya Sensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input . input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain).

Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam praktiknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.

Sebagai representasi dan kompleksitas

Ilmu Kognitif dan terapkan matematika Ronaldo Vigo berpendapat bahwa informasi adalah sebuah konsep relatif yang melibatkan setidaknya dua entitas yang terkait dalam rangka masuk akal. Ini adalah: setiap kategori didefinisikan dimensi-objek S, dan setiap tindakan R. R, pada dasarnya, adalah representasi dari S, atau, dengan kata lain, membawa atau menyampaikan representasional (dan karenanya, konseptual) informasi tentang S. Vigo kemudian mendefinisikan jumlah informasi yang disampaikan R tentang S sebagai tingkat perubahan dalam kompleksitas dari S setiap kali objek dalam R dihapus dari S. bawah "informasi Vigo", pola, invarian, kompleksitas, representasi, dan lima-informasi dasar ilmu universal yang bersatu di bawah kerangka matematis baru. dengan kata lain, kerangka kerja ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan informasi Shannon-Weaver ketika mencoba untuk mengkarakterisasi dan mengukur subjektif informasi.