Banyuwangi Club

Informasi, Wisata, Edukasi, Sejarah, Teknologi Banyuwangi

Klik Jasa Pembuatan / Service Website - Klik Jasa CCTV - Klik Jasa Pembuatan / Service Repeater

Desa Adat Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi

Desa Adat Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi adalah salah satu nama desa di Kabupaten Banyuwangi yang menjadi sorotan para wisatawan. Desa ini dikenal sebagai pusat kebudayaan Banyuwangi dan seringkali disebut sebagai Desa Adat Kemiren Banyuwangi.

Warga yang ada di Desa Kemiren mayoritas adalah suku asli Osing Banyuwangi, yang menetap dan tinggal selama ratusan tahun secara turun menurun. Mata pencaharian mayoritas sebagai petani kebun karena desa ini termasuk berada di dataran tinggi 144 mdpl.

Desa Kemiren kini menjadi salah satu desa yang sering kali dikunjungi wisatawan lantaran potensi seni budaya-nya yang kian terkenal. Peran pemerintah setempat dalam mempromosikan Desa Adat Kemiren Banyuwangi terbukti sukses. Berbagai event Festival Banyuwangi juga seringkali membawa Desa Kemiren sebagai aktor utama dalam acara tersebut. Berikut fakta-fakta unik tentang Desa Adat Kemiren Banyuwangi.

7 Fakta Unik Desa Adat Kemiren Banyuwangi

1# Pusat Seni Budaya Banyuwangi

Di Desa Kemiren, Anda dapat dengan mudah menemui berbagai kegiatan seni budaya khas Osing Banyuwangi. Sebut saja seperti seni musik: gamelan, angklung, triangle, genre kendang kempul, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk seni tari, ada tari Gandrung, tari Jaran Goyang, Tari Seblang, Tari Kuwung, Tari Kuntulan, dan banyak lagi lainnya.

Sedangkan kebudayaan yang tak pernah lepas dari nama Desa Kemiren seperti: Puter Kayun, Tumpeng Sewu, dan banyak lagi. Semua budaya tersebut dilestarikan sebagai salah satu peninggalan leluhur desa setempat. Dan masyarakat Desa Kemiren sudah menunjukkan sikap sadar budaya hingga saat ini.

2# Pusat Suku Osing Banyuwangi

Sebenarnya, riwayat adanya suku Osing ini merupakan pelarian dari rakyat Kerajaan Blambangan yang sembunyi dari penjajah. Mereka menggunakan istilah kata Osing yang berarti bukan atau tidak. Dengan maksud, tidak mengakui dirinya kepada penjajah bahwa dia bukan rakyat Blambangan.

Suku Osing sebenarnya tersebar luas di seluruh Banyuwangi, hanya saja anak-cucu yang paling banyak berkumpul ada di Desa Kemiren. Disini mereka bertahan hidup dengan ciri-ciri ke-Osing-annya. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa osing, bangunan rumahnya khas suku Osing, dan adat budayanya khas suku Osing pula. Hampir 100% dari warga Desa Kemiren merupakan suku asli Osing Banyuwangi.

3# Pusat Kuliner Khas Banyuwangi

Salah satu kata pepatah yang berbunyi “kekayaan budaya suatu daerah, tercermin dari banyaknya kuliner yang khas dari daerah tersebut”. Kata-kata tersebut seolah-olah mengamini bahwa Suku Osing Banyuwangi dikenal sebagai suku yang kreatif menciptakan menu makanan.

Ada lebih dari 10 macam jenis makanan dan minuman khas Banyuwangi yang bisa Anda temui di Desa Kemiren. Semuanya orisinil dan tak akan pernah Anda temui di tempat lain.

4# Asal Usul Barong Ider Bumi

Barong adalah salah satu hasil budaya yang diwujudkan dalam bentuk karakter. Dan di Desa Kemiren ini Anda bisa menemukan karakter Barong tersebut dengan julukan Barong Ider Bumi. Ada bisa membaca artikel tentang sejarah dan filosofi Barong Kemiren berikut.

5# Penghasil Kopi

Sebagaian besar para petani kebun di Desa Kemiren memang memiliki lahan produksi tanaman kopi. Kopi khas di daerah ini dikenal dengan sebutan Kopi Kemiren dengan varian robusta yang dominan.

Jika Anda mengikuti kegiatan edukasi open kitchen pembuatan kopi Kemiren, Anda akan dikenalkan dengan teknik pengolahan kopi. Mulai dari penggunaan loyang tanah liat, teknik menyangrai, cara pendinginan, cara penimbunan, hingga proses tumbuk-ayak agar kopi siap di seduh.

6# Penghasil Durian

Nama desa Kemiren sebenarnya berasal dari perpaduan 2 suku kata yang menjadi tanaman lokal disini pada jaman dulu, yaitu pohon kemiri dan buah duren (durian). Lalu disingkat menjadi nama Kemiren hinga saat ini.

Desa Kemiren yang berada di dataran tinggi, membuat tanaman durian tumbuh dengan baik disini. Disaat musim panen durian, Anda bisa memuaskan diri menikmati buah tersebut dengan mudah di desa ini. Bahkan yang paling khas namun langka, Anda bisa menemui Durian Merah yang paling dicari banyak wisatawan.

7# Regenerasi Budaya

Dalam upaya pelestarian budaya, Desa Kemiren melakukan regenerasi kepada kaum milenial. Anak-anak di usia dini mulai diajarkan tentang kesenian dan kebudayaan. Mulai dari pemain gamelan, penari gandrung, dan aktor bertopeng dibalik atraksi barong merupakan anak muda.

Para tokoh budayawan setempat mencoba menggandeng para pemuda untuk melestarikan kearifan budaya lokal tersebut. Dengan ikut serta di berbagai event tourism, diharapkan para pemuda ini menjadi penerus penjaga kebudayan suku Osing Banyuwangi.

wisata kemiren banyuwangi


Menelusuri Keindahan Desa Wisata Adat Osing Kemiren di Banyuwangi - detikJatim Baca Selengkapnya

Desa Wisata Osing Kemiren Banyuwangi, Bikin Kamu Betah di Sini - beritajatim | Portal Berita Jawa Timur Baca Selengkapnya

Desa Wisata Adat Osing Kemiren Banyuwangi Masuk 50 Besar ADWI 2024 - Kabar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Tradisi Tumpeng Sewu Desa Kemiren Banyuwangi Potensi Untuk Pemberdayaan Rakyat dan Menggerakan Ekonomi - Seblang.com Baca Selengkapnya

Ini Rahasia Desa Adat Osing Kemiren Banyuwangi Masuk 50 Besar ADWI - BeritaSatu.com Baca Selengkapnya

Desa Kemiren, Banyuwangi Masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia - ngopibareng.id Baca Selengkapnya

Kemiren Banyuwangi Sabet Penghargaan Desa Terbaik dari Kemenparekraf - Banyuwangi Baca Selengkapnya

Kemiren Banyuwangi Terpilih Jadi Desa Terbaik ADWI 2024 - MalangTIMES News Baca Selengkapnya

Desa Wisata Adat Osing Kemiren Berhasil Raih Penghargaan ADWI 2024 - Bratapos.com Baca Selengkapnya

Masa Depan Anak Muda Kemiren Terbentang di Desa - kompas.id Baca Selengkapnya

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, Desa Adat Osing Kemiren Masuk 50 Besar - tvOneNews.com Baca Selengkapnya

Kolaborasi Ciamik Pemkab Banyuwangi-BUMN di Desa Adat Kemiren - detikJatim Baca Selengkapnya

Anak Muda Menjaga Budaya Kemiren - kompas.id Baca Selengkapnya

Banyuwangi Gelar Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Adat Kemiren - Travel Tempo.co Baca Selengkapnya

Minggu Pagi di Kampung Jajanan Osing Kemiren - kompas.id Baca Selengkapnya

Wisata


Pariwisata (bahasa Inggris: tourism) adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk kegiatan ini. Seorang wisatawan adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Buku The True Guide for Foreigners Traveling in France, to Appreciate Its Beauties, Learn the Language and Take Exercise yang ditulis pada tahun 1672 oleh seorang bangsawan Perancis, merupakan salah satu buku awal yang menuliskan mengenai pariwisata di dunia

Definisi yang lebih lengkap,pariwisata adalah industri jasa. Mereka menangani jasa mulai dari angkutan, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman dan jasa bersangkutan lainnya seperti bank, asuransi, keamanan dll. Dan juga menawarkan tempat istirahat, budaya, pelarian, petualangan, pengalaman baru dan berbeda lainnya.

Banyak negara bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang bukan setempat.

Menurut Undang Undang No.10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata:

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Etimologi

Kata pariwisata berasal dari bahasa Sanskerta "pari" (berkali-kali) dan "wisata" (bepergian). Secara harfiah, pariwisata berarti "perjalanan yang dilakukan berkali-kali ke suatu tempat.

Istilah lain yang juga digunakan atau bersinonim dengan "pariwisata" di antaranya pelancongan atau turisme. Selain itu, istilah lain yang bersinonim dengan "wisatawan" di antaranya pelancong, darmakelana, atau turis.

Industri pariwisata

Industri Pariwisata dapat diartikan sebagai sehimpunan bidang usaha yang menghasilkan berbagai jasa dan barang yang dibutuhkan oleh mereka yang melakukan perjalanan wisata. Menurut S. Medlik, setiap produk, baik yang nyata maupun maya yang disajikan untuk memenuhi kebutuhan tertentu manusia, hendaknya dinilai sebagai produk industri. Jika sejemput kesatuan produk hadir di antara berbagai perusahaan dan organisasi sedemikian sehingga memberi ciri pada keseluruhan fungsi mereka serta meneatnya dalam kehidupan Inonn, hendaknya dinilai sebuah industri.

Sebagaimana yang dikemukakan UNWTO (United Nations World Tourism Organiation) dalam the International Recommendations for Tourism Statistics 2008, Industri Pariwisata meliputi; Akomodasi untuk pengunjung, Kegiatan layanan makanan dan minuman, Angkutan penumpang, Agen Perjalanan Wisata dan Kegiatan reservasi lainnya, Kegiatan Budaya, Kegiatan olahraga dan hiburan. UNWTO merupakan Badan Kepariwistaan Dunia dibawah naungan PBB. Menurut Undang-Undang Pariwisata no 10 tahun 2009, Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.

Pengakuan atas Pariwisata sebagai “Industri” di Indonesia

Pada akhir dekade 1960-an, Pemerintah DKI Jakarta sudah menggunakan definisi Industri Pariwisata yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah No. 3, tahun 1969 (yang mungkin sekali saat ini sudah diubah), yaitu sebagai berikut; Industri Pariwisata, adalah usaha penyelenggaraan pelayanan untuk lalulintas kepariwisataan dengan maksud mencari keuntungan di bidang akomodasi/perhotelan, kebudayaan, perumahmakanan, rekreasi dan hiburan, atraksi kebudayaan, biro perjalanan, usaha kepramuwisataan (guide business), usaha-usaha cenderamata (souvenir), usaha-usaha penerbitan kepariwisataan, penyelenggaraan tour dan perdagangan valuta (money changer).

Tenaga Kerja Pariwisata

Peningkatan SDM tenaga kerja pariwisata melalui pendidikan dan pelatihan merupakan bagian penting, baik melalui jalur pendidikan formal seperti sekolah tinggi vokasi maupun jalur pelatihan seperti kursus-kursus, lembaga pelatihan kerja dan pemagangan di tempat kerja. Pekerja dalam jenis usaha kepariwisataan sesuai dengan UU No.10 tahun 2009 meliputi 13 jenis usaha yaitu : daya tarik wisata, kawasan pariwisata, jasa transportasi wisata, jasa perjalanan wisata, jasa makanan dan minuman, penyediaan akomodasi, penyelenggaraan pertemuan, penyedia akomodasi, penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, perjalanan insentif, konferensi dan pameran, jasa informasipariwisata, jasa kolsultan pariwisata, dan jasa pramuwisata, wisata tirta, dan spa.

Ruang lingkup industri pariwisata

Ruang lingkup industri pariwisata menyangkut berbagai sektor ekonomi. Adapun aspek-aspek yang tercakup dalam industri pariwisata antara lain:

  • Restoran. Di dalam bidang restoran, perhatian antara lain dapat diarahkan pada kualitas pelayanan, baik dari jenis makanan maupun teknik pelayanannya. Di samping itu, dari segi kandungan gizi, kesehatan makanan dan lingkungan restoran serta penemuan makanan-makanan baru dan tradisional baik resep, bahan maupun penyajiannya yang bias dikembangkan secara nasional, regional bahkan antarnegara.
  • Penginapan. Penginapan atau home stay, yang terdiri dari hotel, motel, sanggraloka, kondominium, time sharing, wisma-wisma dan bed and breakfast, merupakan aspek-aspek yang dapat diakses dalam pengembangan bidang kepariwisataan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penginapan ini dapat berupa; strategi pemasaran, pelayanan saat penginapan, pemaduan dan restoran atau biro perjalanan, dan sebagainya. Penelitian juga dapat diarahkan pada upaya memperkecil limbah dari industri pariwisata tersebut.
  • Palayanan perjalanan. Meliputi biro perjalanan, paket perjalanan (tour wholesalers), perusahaan incentive travel dan reception service.
  • Transportasi. Dapat berupa sarana dan prasarana angkutan wisata seperti mobil/bus, pesawat udara, kereta api, kapal pesiar, dan sepeda.
  • Pengembangan Daerah Tujuan Wisata. Dapat berupa penelitian pasar dan pangsa, kelayakan kawasan wisatawan, arsitektur bangunan, dan rekayasa, serta lembaga keuangan.
  • Fasilitas Rekreasi. Meliputi pengembangan dan pemanfaatan taman-taman negara, tempat kemah (camping ground), ruang konser, teater, dan lain-lain.
  • Atraksi wisata. Meliputi taman-taman hiburan, museum-museum, hutan lindung, agrowisata, keajaiban alam, kegiatan seni dan budaya, dan lain sebagainya.

Solusi Pariwisata yang Berkelanjutan

Pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan menjadi isu krusial. Beberapa solusi untuk meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif pariwisata meliputi:

Mengembangkan pariwisata berbasis komunitas: Melibatkan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan pengelolaan pariwisata, serta memastikan mereka ikut mendapat manfaat ekonominya.

Desa Adat Kemiren