Banyuwangi Club

Informasi, Wisata, Edukasi, Sejarah, Teknologi Banyuwangi

Klik Jasa Pembuatan / Service Website - Klik Jasa CCTV - Klik Jasa Pembuatan / Service Repeater

Arti dan asal mula LAROS

Arti dan asal mula LAROS

Arti dan asal mula LAROS. Laros adalah sebuah nama yang di pakai anak-anak muda Banyuwangi untuk menunjukkan identitas mereka. LarOs di ambil dari bahasa Osing yaitu Lare Osing atau Lareosing yang artinya Anak Osing, Osing adalah suku asli Banyuwangi.Dalam perkembangannya lareosing tidak hanya sebutan untuk anak suku asli, akan tetapi sifatnya lebih luas dalam artian anak banyuwangi pendatangpun apabila lahir di banyuwangi dan menetap disana maka sudah bisa di sebut sebagai Lareosing.

“Lare Osing Banyuwangi Jenggirat Tangi”.
Kata-kata ini merupakan bentuk ajakan untuk segenap pemuda pemudi khusus-nya semua warga banyuwangi untuk segera Jenggirat (bangkit) memperbaiki kualitas secara personal agar lebih berguna bagi masyarakat dan negeri tercinta ini.

Osing/Using adalah suku asli masyarakat banyuwangi, Suku osing/using adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.Suku osing/using mempunyai Bahasa Using yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa Kuno seperti halnya Bahasa Bali.

Bahasa Using sangat berbeda dengan Bahasa Jawa sehingga bahasa osing/using bukan merupakan dialek dari bahasa Jawa seperti anggapan beberapa kalangan,Suku osing/using menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan bagian utara, terutama di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Glagah dan Kecamatan Singojuruh, Kecamatan Giri, Kecamatan Kalipuro, dan Kecamatan Songgon.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyadari potensi budaya suku osing/using yang cukup besar dengan menetapkan desa kemiren di kecamatan Glagah sebagai desa adat yang harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Suku osing/using. Desa kemiren merupakan tujuan wisata yang cukup diminati di kalangan masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Festival budaya dan acara kesenian tahunan lainnya sering diadakan di desa ini.

Mau tahu bahasa osing/using? coba main ke bumi Blambangan, bahasa osing/using bahasa asli masyarakat Banyuwangi, Saya sendiri gak begitu fasih ber bahasa asli Banyuwangi, mungkin karena kakeknya kakek buyut saya asli keturunan jawa

Arti dan asal mula LAROS

laros banyuwangi


Eny Laros Apresiasi Kemenangan Banyuwangi Putra Atas Malang United dengan Skor 4-1 - PETISI Baca Selengkapnya

Tain Laros Berharap Kapal LCT Sritanjung Milik Rakyat Banyuwangi Tidak Dihilangkan - Jatim Times Baca Selengkapnya

Mengenal Sosok Eny Setyawati Caleg Cantik Dapil 2 Banyuwangi - PETISI Baca Selengkapnya

Laros Community Bentuk Kesenian Kuntulan Banyuwangi di Tengah Masyarakat Non Muslim - Kabar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Berburu Berkah Ramadhan, Laros Banyuwangi Berbagi Ribuan Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan - - Liputan Terkini Baca Selengkapnya

Komunitas Keberagaman Gender Muncul di Banyuwangi - detikNews Baca Selengkapnya

Laros Banyuwangi ikut Bergabung Aksi Anti Terorisme - Radar Banyuwangi - Radar Banyuwangi Baca Selengkapnya

PBI Target Alumni Sewu Laros Untuk Kinclongkan Banyuwangi - Jurnal News Baca Selengkapnya

Tragedi Kanjuruhan, Polresta Banyuwangi Gelar Salat Ghaib Bersama Laros Jenggirat - harianbangsa.net Baca Selengkapnya

Laros Jenggirat Banyuwangi: Tragedi Kanjuruhan Duka Suporter Indonesia - Liputan6.com Baca Selengkapnya

Laros Jenggirat Banyuwangi, Tetap Setia untuk Persewangi - TIMES Indonesia Baca Selengkapnya

Tingkatkan Sinegritas Ormas GBNN DPC Banyuwangi Gelar Halal Bihalal Bersama LAROS - SERGAP Baca Selengkapnya

Dr.Taufiq #SangFajar#nya Laros Untuk kemajuan Persewangi Banyuwangi - kumparan.com - kumparan.com Baca Selengkapnya

Laros Community Sorong, Anggotanya Wajib Berbahasa Using Saat Pertemuan - Kabar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Nobar Bareng Polisi, Laros Persewangi Banyuwangi Ikut Senang Persebaya Juara - detikNews Baca Selengkapnya

Suku Osing


Suku Osing atau biasa diucapkan Jawa Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga disebut sebagai Laros (akronim daripada Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Orang Osing menggunakan bahasa Osing yang masih termasuk sub dialek bahasa Jawa (bagian timur) yang masih berkerabat dengan Bahasa Jawa Arekan dan Bahasa Tengger tetapi banyak kosakata dari bahasa Jawa Kuno yang masih digunakan, selain itu pengaruh bahasa bali juga sedikit signifikan.

Bahasa

Suku Osing mempunyai bahasa Osing yang merupakan turunan dari bahasa Jawa kuno dengan sedikit pengaruh dari bahasa Bali. Bahasa Osing adalah salah satu varian dialek dari bahasa Jawa, dituturkan terutama di Kabupaten Banyuwangi

Kepercayaan

Pada awal terbentuknya masyarakat Osing kepercayaan utama suku Osing adalah Hindu-Buddha seperti halnya Majapahit. Namun berkembangnya kerajaan Islam di Pantura menyebabkan agama Islam dengan cepat menyebar di kalangan suku Osing. Berkembangnya Islam dan masuknya pengaruh luar lain di dalam masyarakat Osing juga dipengaruhi oleh usaha VOC dalam menguasai daerah Blambangan. Masyarakat Osing mempunyai tradisi puputan, seperti halnya masyarakat Bali. Puputan adalah perang terakhir hingga darah penghabisan sebagai usaha terakhir mempertahankan diri terhadap serangan musuh yang lebih besar dan kuat. Tradisi ini pernah menyulut peperangan besar yang disebut Puputan Bayu pada tahun 1771 M.

Demografi

Suku Jawa Osing menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan bagian timur, mayoritas berada di Kecamatan Songgon, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Blimbingsari, Kecamatan Singojuruh, Kecamatan Kabat, Kecamatan Licin, Kecamatan Giri, Kecamatan Glagah dan sebagian berada di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Sempu yang berbaur dengan komunitas suku yang lain seperti Suku Madura & Suku Bali. Ada juga sekelompok kecil yang berada di Kecamatan Srono, Kecamatan Cluring, Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Genteng.

Suku Osing dianggap sebagai penduduk asli di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Anggapan ini oleh beberapa kalangan dan hasil penelitian. Suku Osing sendiri menyebut Kabupaten Banyuwangi sebagai Tanah Blambangan, sebuah wilayah di ujung paling timur pulau Jawa. Suku ini menyebar di desa-desa pertanian subur di bagian tengah dan timur Banyuwangi yang secara administratif meliputi wilayah yang berada di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, Kabat, Licin, Sempu, Singojuruh, Songgon, Cluring, Srono, Banyuwangi mereka telah bercampur dengan penduduk non-Osing, yang terdiri dari migran asal Madura, Jawa Timur bagian barat dan Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta. Orang Osing menyebut mereka dengan sebutan "Wong Osing" dengan "Tanah Blambangan".

Profesi

Profesi utama suku Osing adalah mayoritas petani, dengan sebagian kecil lainya adalah pedagang, nelayan, buruh dan pegawai di bidang formal seperti karyawan, guru dan pegawai pemda.

Stratifikasi sosial

Suku Osing berbeda dengan Suku Bali dalam hal stratifikasi sosial. Suku Osing tidak mengenal kasta sama dengan suku Jawa umumnya yang juga tidak mengenal kasta, hal ini banyak dipengaruhi oleh agama Islam yang dianut oleh sebagian besar penduduknya.

Seni

Kesenian suku Osing sangat unik dan banyak mengandung unsur mistik seperti kerabatnya Suku Bali. Kesenian utamanya antara lain Gandrung Banyuwangi, Patrol, Seblang, Angklung, Tari Barong, Kuntulan, Kendang Kempul, Janger, Jaranan, Jaran Kincak, Angklung Caruk dan Jedor.

Kesenian lain yang masih dipelihara adalah tembang dolanan, khususnya oleh kalangan anak usia sekolah. Contohnya adalah Jamuran dan Ojo Rame-Rame. Sesuai dengan sebutannya, tembang-tembang yang pada umumnya bersyair pendek ini digunakan mengiringi permainan anak-anak. Selain menambah keceriaan anak saat bermain berkelompok, tembang dolanan dapat berfungsi mengajarkan nilai-nilai positif sejak dini. Tembang Jamuran, misalnya, mengajarkan tentang gotong-royong dan Ojo Rame-Rame mengajarkan patriotisme.