Banyuwangi Club

Informasi, Wisata, Edukasi, Sejarah, Teknologi Banyuwangi

Klik Jasa Pembuatan / Service Website - Klik Jasa CCTV - Klik Jasa Pembuatan / Service Repeater

FESTIVAL NGOPI SEPULUH EWU BANYUWANGI

Festival Ngopi Sepuluh Ewu – Ngopi di warung kopi atau coffee shop sudah jamak. Tapi bagaimana kalau minum kopi di teras rumah, yang dilakukan bareng-bareng bersama ribuan orang sekaligus? Nuansanya pasti berbeda. Inilah yang terjadi dalam acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Dalam acara ini sedikitnya 10 ribu cangkir kopi disediakan dan bisa disruput secara gratis.
Di desa adat Kemiren, masyarakat suku Using yang merupakan penduduk asli Banyuwangi, punya tradisi minum kopi yang unik dan khas. Tradisi minum kopi ini konon adalah warisan leluhur nenek moyang Kemiren yang masih dilestarikan oleh warganya hingga sekarang. Mereka memegang teguh ujaran nenek moyang yang dalam Bahasa Using berbunyi “Welurine Mbah Buyut Kemire ngombe kopi cangkir tutup”, yang berarti meminum kopi dengan cangkir yang ada tutupnya.
Di desa Kemiren ini, setiap keluarga memiliki paling tidak satu set cangkir keramik yang motif dan bentuknya sama. Ketika ada warga yang menikah biasanya akan diberi hadiah cangkir dengan motif yang sama. Tak heran banyak cangkir yang dimiliki warga Kemiren telah berusia puluhan tahun, karena merupakan warisan dari leluhur sebelumnya. Inilah ciri khas tersendiri yang dimiliki desa Kemiren, selain kasur warganya yang berwarna merah dan hitam semua. Bagi warga Kemiren, cangkir keramik adalah alat terbaik untuk menghidangkan kopi panas yang enak.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Desa Kemiren Banyuwangi.
Lautan manusia siap ngopi bersama di Desa Kemiren (sumber : Twitter.com/Bwi24jam (kiri), Kompas.com (kanan).

Mungkin ini alasan mengapa di desa Kemiren Anda tidak akan menemukan warung kopi, karena bagi masyarakat setempat minum kopi adalah kebiasaan yang dilakukan didalam rumah mereka sendiri. Mereka terbiasa menerima tamu dengan menyuguhkan secangkir kopi dalam cangkir mungil lengkap dengan tatakan dan tutup cangkirnya. Bahkan warga Using Kemiren memiliki filosofi atau tatanan tersendiri saat menyajikan kopi kepada tamunya, yaitu gupuh, lungguh, suguh.
Gupuh dapat diartikan jika menerima tamu, tuan rumah akan segera mempersilahkan masuk. Lungguh dalam bahasa Indonesia diartikan duduk, yaitu tuan rumah akan mempersilahkan si tamu untuk duduk sesaat setelah dipersilahkan masuk. Yang terakhir suguh, diartikan sebagai memberikan hidangan kepada tamu, dimana salah satunya adalah menghidangkan kopi. Kopi memang punya peran penting dalam laku sosial masyarakat Kemiren. Mereka punya kelakar: kalau orang ngumpul ya harus ngopi, kalau ngeteh itu untuk orang sakit.
Keramahan seperti ini merupakan tradisi warga Using dalam menghormati tamu yang datang sekaligus untuk menumbuhkan persaudaraan. Bagi warga Kemiren, secangkir kopi dapat mendekatkan jarak, membuat suasana lebih hangat, layaknya bertemu dengan teman lama. Simbolisasi kopi sebagai perekat persaudaraan ini terwakili dalam ungkapan setempat : “Sak corot dadi saduluran.” Yang bermakna dari secangkir kopi yang dinikmati bersama ini akan menumbuhkan rasa persaudaraan. Maka kemudian munculah jargon populer : Sekali seduh, kita bersaudara.
Dari kebiasaan warga Kemiren dalam menikmati kopi untuk mempererat jalinan silahturahmi antarwarga inilah kemudian muncul gagasan untuk memperkenalkan Kemiren sebagai desa kopi kepada masyarakat luas. Apalagi Kopai Osing (istilah bahasa Using menyebut kopi) dikenal memiliki cita rasa yang unik dan mereka punya cara tradisional dalam mengolah biji kopi menjadi minuman yang nikmat.

READ  KONTES KOPI SPESIAL DI BANYUWANGI
Bupati Anas ikut ngopi di rumah salah satu rumah warga Kemiren (sumber : Kabarbisnis.com)

Ide ini pun pertama kali diwujudkan pada tahun 2013 lalu dalam bentuk festival minum kopi. Yang menarik ide tentang minum kopi gratis ini benar-benar membumi, sebab berasal dari warga setempat dan dananya pun hasil swadaya masyarakat sendiri tanpa bantuan APBD Banyuwangi. Pada saat itu hanya seribu cangkir kopi yang disajikan kepada pengunjung secara gratis.
Melihat antusias pengunjung yang begitu besar, maka pada selanjutnya jumlah kopi yang disiapkan pun meningkatkan drastis menjadi sepuluh ribu cangkir. Jadilah Festival Ngopi Sepuluh Ewu menjadi contoh nyata mempertahankan tradisi gotong royong karena semua acara digarap bersama-sama oleh warga.
Festival Ngopi Sepuluh Ewu bukan acara minum kopi secara massal di satu tempat, melainkan pertunjukan budaya bahwa ngopi yang merupakan tradisi asli warga Kemiren yang menggambarkan keramahan dan kemurahhatian warga Using.
Festival Ngopi Sepuluh Ewu berlangsung sederhana namun meriah. Untuk menyambut pengunjung, warga Kemiren akan menyulap seluruh latar rumahnya menjadi ruang tamu. Setiap depan rumah disiapkan meja lengkap dengan kursi dan perlengkapan untuk minum, seperti cangkir dan alasnya yang terbuat dari keramik, toples kaca dengan bentuk khas berisi bubuk kopi dan gula serta termos berisi air panas.
Yang menarik, ribuan cangkir yang digunakan motifnya seragam, berornamen bunga. Cara penyajiannya pun seragam, karena diyakini bisa menghasilkan rasa kopi terbaik.
Pengunjung bebas duduk di halaman rumah siapa saja. Mereka yang datang akan dipersilahkan duduk di kursi, sang empunya rumah akan mengajak ngobrol ringan si tamu. Ditemani secangkir kopi, suasana pun menjadi guyub dan hangat.
Sebagai pelengkap ngopi, di meja tersaji jajanan tradisional khas setempat seperti singkong goreng, tape ketan yang dibungkus daun kemiri, tetel ketan, kue cucur, bolu, dan rengginang. Khas cemilan wong ndeso. Semuanya bisa dinikmati secara gratis. Pulang dijamin kenyang!

Hangatnya secangkir kopi Osing (sumber : Kaskus.co.id)

Menikmati kopi sambil bercengkrama, bersenda gurau sembari diiringi alunan musik tradisional. Suasana malam makin romantis dengan dipasangnya obor dan lampu teplok sebagai penerangan.
Begitulah warga Using menyambut tamunya, semua yang datang di Kemiren dianggap sebagai saudara yang harus dihormati dan dihargai.
Itulah secangkir keajaiban kopai osing, sekali sruput, merekapun bersaudara.

Festival Ngopi Sepuluh Ewu
Tempat : Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi Pelaksanaan : Bagian dari Banyuwangi Festival Waktu : Malam hari (sekitar pukul 19.00 WIB – selesai)
#Festival Ngopi Sepuluh Ewu

wisata banyuwangi


5 Destinasi Wisata Keren di Banyuwangi Selain Kawah Ijen, Pokoknya Wajib Melipir - Okezone Travel Baca Selengkapnya

Banyuwangi Tetap Favorit! 126 Ribu Wisatawan Berkunjung selama Libur Lebaran - Barometer Jatim Baca Selengkapnya

READ  RITUAL TARI SEBLANG BANYUWANGI

Selain Kawah Ijen, Ini Lima Destinasi Wisata di Banyuwangi - idxchannel Baca Selengkapnya

Spot Maut di TWA Kawah Ijen Banyuwangi Dipasangi Garis Polisi - Viva Baca Selengkapnya

7 Tempat Wisata di Banyuwangi Paling Populer 2024, Liburanmu Dijamin Berkesan tanpa Kuras Isi Dompet - Pikiran Rakyat Jatim - Pikiran Rakyat Jatim Baca Selengkapnya

Destinasi Wisata Banyuwangi Pikat Ratusan Ribu Pengunjung Saat Libur Lebaran - TIMES Indonesia Baca Selengkapnya

Banyuwangi Jadi Jujukan Wisata di Momen Libur Lebaran, Pelaku Wisata Kebanjiran Pengunjung - Bratapos.com Baca Selengkapnya

Sebanyak 126.414 wisatawan berkunjung ke Banyuwangi selama libur Lebaran - ANTARA Nusa Tenggara Barat Baca Selengkapnya

126 Ribu Orang Wisata di Banyuwangi Saat Libur Lebaran, Bupati: Semoga Berkesan | Republika Online - Republika Online Baca Selengkapnya

Banyuwangi Park Tempat Wisata Seru untuk Liburan Bersama Keluarga - Gresik Satu Baca Selengkapnya

Bak Raja Ampat Banyuwangi! Keindahan Pulau Bedil yang Jadi Primadona - RILIS ID - Lampung Baca Selengkapnya

Rekomendasi 6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Banyuwangi - beautynesia Baca Selengkapnya

Wisata di Sekitar Kawah Ijen, Cocok buat yang Trekking - IDN Times Baca Selengkapnya

126 Ribu Wisatawan Kunjungi Banyuwangi Selama Libur Lebaran - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Diaspora dari Berbagai Kota di Indonesia Berkumpul, Siap Pasarkan Wisata Banyuwangi ke Pentas Dunia - Banyuwangi Baca Selengkapnya

Informasi


Informasi yang dinyatakan dalam kode ASCII untuk kata "Wikipedia"

Informasi

Etimologi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) "ide, bentuk, set", kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). "Eidos" juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep.

Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta sering kali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) sering kali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

READ  PANTAI BLIMBINGSARI BANYUWANGI

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011). Informasi adalah data yang telah di rangkum atau di manipulasi dalam bentuk lain untuk tujuan pengambilan keputusan (William, 2007).

Sedangkan menurut (Fajri, 2014) informasi dapat diartikan suatu data yang telah diproses dan diubah menjadi konteks yang berarti sehingga memiliki makna dan nilai bagi penerimanya dan biasa digunakan untuk pengambilan keputusan.

Istilah

Banyak orang menggunakan istilah "era informasi", "masyarakat informasi," dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata "informasi" sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Ciri-ciri

Informasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Benar atau salah, dalam hal ini informasi berhubungan dengan kebenaran atau kesalahan terhadap kenyataan.

b. Baru, informasi harus benar-benar baru bagi si penerima.

c. Tambahan, informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.

d. Korektif, informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.

e. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Sumber

Informasi ber dari data. Data merupakan hasil pengolahan model, bentuk, atau organisasi tertentu. Nilai yang terkandung di dalam data digunakan untuk menambah pengetahuan. Data merupakan objek, sedangkan informasi menjadi subjek yang bermanfaat bagi penerimanya.

Jenis

Berdasarkan persyaratan yang diperlukan

Informasi yang tepercaya

Dalam manajemen, suatu informasi harus dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan informasi memberi dampak pada hasil keputusan yang diambil. Apabila informasi yang diterima oleh pengelola merupakan informasi yang benar maka keputusan yang diambil dapat tepat dan optimal. Tingkat kepercayaan informasi dapat didasarkan kepada sifat dari individu yang menjadi nara. Informasi yang tepercaya berasal dari individu yang memiliki sifat jujur dalam menyampaikan data.

Informasi yang tepat waktu

Informasi yang tepat waktu merupakan informasi yang telah tersedia ketika dibutuhkan. Tingkat ketepatan waktu bagi pengelola informasi dapat berbeda-beda. Perbedaan terletak dari tingkat kebutuhan pengelola informasi terhadap keberadaan informasi dalam tenggat waktu tertentu.

Informasi yang bernilai

Informasi yang bernilai ialah informasi yang berharga dan memberi manfaat dalam suatu pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang berharga, yaitu keputusan yang diperoleh dari pilihan-pilihan yang memiliki risiko paling kecil. Manfaat bagi suatu pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh nilai informasi.

READ  SUNSET PANTAI GRAJAGAN BANYUWANGI

Berdasarkan dimensi waktu

Informasi masa lalu

Informasi masa lalu merupakan informasi yang membahas mengenai peristiwa yang telah berlalu. Penggunaan informasi masa lalu sangat jarang, tetapi tetap diperlukan sewaktu-waktu. Penyimpanan informasi masa lalu bersifat rapi dan teratur.

Informasi masa kini

Informasi masa kini merupakan informasi yang memiliki data bersifat aktual. Isi informasi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

Berdasarkan sasaran pengguna

Informasi individual

Informasi individual adalah informasi yang digunakan oleh pembuat keputusan dan kebijakan. Selain itu, informasi individu juga ditujukan kepada seseorang yang diharapkan dapat memberi tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya.

Informasi komunitas

Informasi komunitas adalah informasi yang ditujukan kepada publik, organisasi, atau suatu kelompok tertentu di masyarakat. Sasaran pengguna informasi komunitas disesuaikan dengan tujuan dari penyampaian informasinya. Media yang digunakan untuk penyebaraan informasi komunitas dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, duk, pamflet, atau folder.

Berdasarkan tujuan penggunaan

Berdasaran tujuan penggunaannya, informasi dibedakan menjadi:

  1. Informasi pengumpulan data, merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan melalui pengumpulan data.
  2. Informasi pengarahan perhatian, merupakan informasi yang menyelesaikan perilaku menyimpang.
  3. Informasi pemecahan masalah, merupakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Penggunaan informasi ini dilakukan pada pengambilan keputusan atau kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya.

Nilai

Nilai dari suatu informasi ditentukan oleh manfaat yang dihasilkannya dan biaya untuk mendapatkannya. Jika manfaat yang diperoleh dari informasi lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya, maka informasi tersebut dianggap berharga.

  1. Biaya perangkat keras, merupakan biaya yang diperlukan untuk mekanisasi. Sifat biaya ini adalah tetap dan meningkat sesuai dengan kerumitan kegiatan pengumpulan data.
  2. Biaya analisis, merupakan biaya yang meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi
  3. Biaya lingkungan dan tempat, merupakan biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat mekanisasi yang tinggi.
  4. Biaya perubahan, merupakan biaya yang meliputi setiap jenis perubahan metode ke metode yang lain
  5. Biaya operasi, merupakan biaya yang digunakan untuk keperluan proses pengumpulan informasi. Penggunaan biaya untuk keperluan gaji pekerja, serta pemeliharaan fasilitas dan sistem informasi.

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater (Davis, 1999: 58—59) berikut:

  1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
  7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.
READ  Cafe ngopi dan karaoke bintang sembilan banyuwangi

Menurut Zorkoczy (1988: 14), suatu informasi yang bermutu tinggi dapat membuat si penerima peka terhadap lingkungan sehingga mampu mengambil tindakan untuk mengatasi setiap perubahan situasi yang terjadi. Daya atau kemampuan yang dimiliki informasi ini tampak dalam kemampuannya membentuk gagasan, baik fisik maupun mental. Dalam kelanjutannya, informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna sebagai akibat suatu gangguan terhadap informasi atau proses transmisi.

Kualitas

Akurat

Penyajian informasi harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pengujian keakuratan informasi umumnya dilakukan dengan menggunakan dua orang atau lebih yang memiliki keadaan yang berbeda. Jika hasil yang diperoleh sama, maka data dianggap akurat.

Tepat waktu

Informasi harus tersedia atau ada pada saat diperlukan. Penyediaan informasi tidak dapat ditunda waktunya.

Relevan

Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Kesesuaian kebutuhan didasarkan pada penggunaan informasi tersebut. Informasi harus memenuhi kebutuhan setiap pengguna dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Lengkap

Penyajian informasi harus diberikan secara lengkap. Kelengkapan informasi berkaitan dengan keterangan waktu atau keterangan peristiwa.

Efektifitas

Penyajian informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai guna mendukung suatu kegiatan. Selain itu, penyajian harus dilakukan dalam waktu yang tepat dengan bentuk yang tepat. Informasi harus dapat dipahami, menggunakan bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah dan memiliki isi secara lengkap yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Efisiensi

Informasi harus diperoleh dari daya tertentu. Pemanfaatan daya dilakukan secara optimal.

Konfidensial

Penyajian informasi yang diberikan harus mampu memperoleh perlindungan dari pihak yang berwenang. Perlindungan dimaksudkan untuk mencegah ancaman dari pihak yang tidak berwenang akibat adanya informasi yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu.

Integritas

Informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data harus diolah secara terpadu. Dalam pengolahan data, harus menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku.

Ketersediaan

Informasi harus tersedia kapan pun sehingga harus selalu ada saat diperlukan. Pengamanan terhadap daya informasi harus selalu ada.

Kepatuhan

Informasi yang dihasilkan harus mengikuti peraturan, undang-undang atau peraturan pemerintah. Tiap informasi harus memiliki nilai tanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan bagi pihak yang memiliki informasi dan pihak yang menerima informasi.

READ  Jadwal Imsak Seluruh Wilayah Indonesia

Kebenaran

Penyajian informasi oleh sistem informasi harus dilakukan dengan benar. Sumber informasi harus berasal dari yang dapat dipercaya. Informasi yang benar ini kemudian dapat digunakan untuk pihak manajemen dalam menjalankan kegiatan lainnya.

Siklus

Informasi diperoleh dari sikus pengolahan data dengan model pengolahan tertentu. Penerima informasi akan memperoleh hasil pengolahan data untuk menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan baru. Tindakan ini kemudian menghasilkan data baru yang digunakan sebagai masukan bagi pembentukan informasi baru. Pembentukan informasi dari pengolahan data terjadi secara terus-menerus dan berulang.

Kegunaan

Sebagai masukan sensorik

Sering kali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunya Sensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input . input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain).

Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam praktiknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.

Sebagai representasi dan kompleksitas

Ilmu Kognitif dan terapkan matematika Ronaldo Vigo berpendapat bahwa informasi adalah sebuah konsep relatif yang melibatkan setidaknya dua entitas yang terkait dalam rangka masuk akal. Ini adalah: setiap kategori didefinisikan dimensi-objek S, dan setiap tindakan R. R, pada dasarnya, adalah representasi dari S, atau, dengan kata lain, membawa atau menyampaikan representasional (dan karenanya, konseptual) informasi tentang S. Vigo kemudian mendefinisikan jumlah informasi yang disampaikan R tentang S sebagai tingkat perubahan dalam kompleksitas dari S setiap kali objek dalam R dihapus dari S. bawah "informasi Vigo", pola, invarian, kompleksitas, representasi, dan lima-informasi dasar ilmu universal yang bersatu di bawah kerangka matematis baru. dengan kata lain, kerangka kerja ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan informasi Shannon-Weaver ketika mencoba untuk mengkarakterisasi dan mengukur subjektif informasi.