BANYUWANGI BATIK FESTIVAL

Gambar banyuwangi batik festivalGambar banyuwangi batik festival

Banyuwangi Batik Festival 2015 – Puncak acara Banyuwangi Festival 2015 yang bertema motif batik Paras Gempal berlangsung meriah. Penonton membludak di Lapangan Blambangan tempat berlangsungnya acara, Sabtu malam (10/10/2015) . Mereka tidak beranjak hingga akhir pertunjukan menyaksikan berbagai kreasi busana batik Banyuwangi yang bermotif Paras Gempal dibawakan puluhan model.
Banyuwangi Batik Festival 2015 tema Paras Gempal.
Salah satu desain Irma Lumiga (foto : Twitter.com/harycahyo_p)
Tema Paras Gempal yang diusung Banyuwangi Batik Festival tahun ini adalah salah satu motif batik khas Banyuwangi. Paras adalah batu cadas, sedangkan gempal berarti runtuh. Secara filosofis motif paras gempal mengandung makna kerukunan dan kesolidan bak batu akan membuat masyarakat tidak runtuh.
Dalam pagelaran ini batik Banyuwangi ditampilkan baik oleh pelaku industri kecil menengah (IKM), desainer lokal maupun desainer nasional. Para pelaku model lokal yang terpilih dari acara Fashion On Pedestrian sehari sebelumnya, ikut ditampilkan.
Desain- desain busana batik yang tampil menunjukkan perkembangan kreativitas yang luar biasa dari para pelaku IKM dan desainer lokal. Salah satu desainer lokal, Anita Yuni, secara khusus menampilkan koleksinya yang bertema Imaginary Angels (Sritanjung’s Soul).
Batik tema Sritanjung's Soul karya Anita Yuni.
Desainer lokal Anita Yuni dan busana karyanya (foto : Twitter.com/banyuwangi_kab)
Tampilnya para desainer batik nasional tidak hanya menampilkan busana batik Banyuwangi dengan desain yang elegan dan berkelas, namun juga memberikan inspirasi bagi desainer lokal.
Seperti Irma Lumiga, desainer asli Banyuwangi yang telah sukses di Bali, menyuguhkan koleksi motif batik “Paras Gempal” bertema ”Gemah Ripah” yang menggambarkan Banyuwangi yang aman, makmur dan subur. Dengan nuansa hitam putih, Irma mendesain 26 koleksi batik dibawakan oleh model dari Rumania, Rusia, Italia dan Denmark.
Busana batik Gemah Ripah karya Irma Lumiga.
Busana karya desainer Irma Lumiga bertema “Gemah Ripah” dibawakan para model asing (foto kompilasi Detik.com)
Desainer nasional lain yang tampil adalah Priscilla Saputro yang selama ini membidani busana batik Miss World dan Putri Indonesia.
Priscilla membawakan koleksi dengan tema Dramatic Carnival Off Beat, sebanyak 60 busana batik didesain dengan citarasa internasional. Koleksi Priscilla dibawakan oleh model model yang spesial seperti Putri Indonesia Anindya Kusuma Puteri.

Tampilan Putri Indonesia 2015 (foto : Twitter.com/banyuwangi_kab)
Motif ”Paras Gempal” diterjemahkan Priscilla dalam koleksi kostumnya yang modern dengan warna-warna cerah. Tema ini terinspirasi dari kemeriahan pagelaran seni dan budaya Banyuwangi yang berhasil memadukan budaya tradisional dan kontemporer.

Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Puteri bersama Priscilla Saputro (foto : Kompas.com)
“Lewat berbagai even seni dan budaya tersebut, Banyuwangi mampu menampilkan transformasi budaya bagi kalangan generasi muda. Ini menginspirasi kami untuk bisa menuangkannya dalam sebuah desain fashion,” kata Priscilla. Selain itu warna-warna batik yang cerah sangat cocok dengan budaya pop yang segmennya anak muda.
Priscilla mengatakan, usai gelaran Banyuwangi Batik Festival, dia akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 di Jakarta.

Akhir Februari 2016 mendatang, batik Banywuangi akan saya tampilkan secara khusus di IFW. Cutting dan pemilihan warnanya akan saya buat dengan citarasa internasional. Kami ingin membawa batik Banyuwangi untuk dunia,” kata Priscilla.

Pada 2015 lalu, Priscilla telah menampilkan batik Banyuwangi di IFW. Lewat sentuhannya, dia dinilai sukses menampilkan batik Banyuwangi menjadi sebuah balutan desain yang kontemporer dan elegan.
Selain penampilan para model, Banyuwangi Batik Festival 2015 juga menghadirkan diva pop Krisdayanti dan artis dangdut Banyuwangi, Danang jebolan Dangdut Academy Indosiar. Keduanya tampil dengan busana khusus dengan motif batik Banyuwangi.

"wisata banyuwangi" - Google Berita

Kadis Pariwisata Banyuwangi Dirotasi Bersamaan dengan 50 Pejabat Lain, Bupati Singgung Zona Nyaman - Viva Baca Selengkapnya

Potret Kampung Terpencil di Banyuwangi, Warga Andalkan Satu-satunya Truk Milik Crazy Rich Setempat untuk ... - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Inilah 4 Wisata Pantai Andalan di Kota Banyuwangi, Tiket Masuk Hanya Rp 5.000 - Radar Banyuwangi - Radar Banyuwangi Baca Selengkapnya

Mungkin Anda Suka  Jasa Pembuatan Website di Banyuwangi

Ada Wisata Hits di Banyuwangi, HTM Murah Meriah Hanya Rp 5 Ribu, Viewnya Bikin Seger, Cocok Buat Healing Sambil Foto-Foto - RBG.id - RBG Baca Selengkapnya

Viral Ratusan Lumba-Lumba Migrasi Lewat Banyuwangi Direkam Warga - detikTravel Baca Selengkapnya

Wisata Umbul Bening Banyuwangi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka - Kompas.com - Kompas.com Baca Selengkapnya

29 Tempat Wisata Banyuwangi, Mulai dari Alam hingga Budaya yang Paling Populer - kumparan.com - kumparan.com Baca Selengkapnya

Wisata Terbaru 2024 Pantai Cacalan Banyuwangi? Menyusuri Keindahan Pantai dengan Berkuda, Rasakan Sensasinya! - jogja.disway.id - Jogja Disway Baca Selengkapnya

20 Destinasi Wisata Banyuwangi, Banyak Pantai Cantik! - Orami Baca Selengkapnya

17 Tempat Wisata Banyuwangi yang Bikin Ogah Pulang - IDN Times Baca Selengkapnya

Jos! Dua Agenda Wisata Banyuwangi Masuk KEN Kemenparekraf 2024 - Jatim Solopos.com Baca Selengkapnya

Wisata ke Umbul Bening di Banyuwangi, Bisa Naik Sepeda Air - Kompas.com - Kompas.com Baca Selengkapnya

7 Wisata Banyuwangi Terbaru dan Paling Hits, Manjakan Mata Para Pengunjung - Merdeka.com Baca Selengkapnya

Rekomedasi Wisata Terbaru 2024 Pantai Banyuwangi? Pemandangan Estetik, Banyak Spot Instagramable Dijamin Betah - jogja.disway.id - Jogja Disway Baca Selengkapnya

Kawah Ijen Tutup Mendadak, Pelaku Wisata Banyuwangi Sambat Harus Putar Otak - detikJatim Baca Selengkapnya

Gambar banyuwangi batik festivalGambar banyuwangi batik festival

Informasi

Sumber : id.wikipedia.org


Informasi yang dinyatakan dalam kode ASCII untuk kata "Wikipedia"

Informasi

Etimologi

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Para Yunani kuno kata untuk form adalah μορφή (morphe; cf. morph) dan juga εἶδος (eidos) "ide, bentuk, set", kata yang terakhir ini biasa digunakan dalam pengertian teknis filosofis oleh Plato (dan kemudian Aristoteles) untuk menunjukkan identitas yang ideal atau esensi dari sesuatu (lihat Teori bentuk). "Eidos" juga dapat dikaitkan dengan pikiran, proposisi atau bahkan konsep.

Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, Persepsi, Stimulus, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta sering kali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) sering kali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2011). Informasi adalah data yang telah di rangkum atau di manipulasi dalam bentuk lain untuk tujuan pengambilan keputusan (William, 2007).

Sedangkan menurut (Fajri, 2014) informasi dapat diartikan suatu data yang telah diproses dan diubah menjadi konteks yang berarti sehingga memiliki makna dan nilai bagi penerimanya dan biasa digunakan untuk pengambilan keputusan.

Istilah

Banyak orang menggunakan istilah "era informasi", "masyarakat informasi," dan teknologi informasi, dalam bidang ilmu informasi dan ilmu komputer yang sering disorot, namun kata "informasi" sering dipakai tanpa pertimbangan yang cermat mengenai berbagai arti yang dimilikinya.

Ciri-ciri

Informasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Benar atau salah, dalam hal ini informasi berhubungan dengan kebenaran atau kesalahan terhadap kenyataan.

b. Baru, informasi harus benar-benar baru bagi si penerima.

c. Tambahan, informasi dapat memperbarui atau memberikan perubahan terhadap informasi yang telah ada.

d. Korektif, informasi dapat digunakan untuk melakukan koreksi terhadap informasi sebelumnya yang salah atau kurang benar.

e. Penegas, informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada sehingga keyakinan terhadap informasi semakin meningkat.

Sumber

Informasi ber dari data. Data merupakan hasil pengolahan model, bentuk, atau organisasi tertentu. Nilai yang terkandung di dalam data digunakan untuk menambah pengetahuan. Data merupakan objek, sedangkan informasi menjadi subjek yang bermanfaat bagi penerimanya.

Mungkin Anda Suka  Kota Banyuwangi

Jenis

Berdasarkan persyaratan yang diperlukan

Informasi yang tepercaya

Dalam manajemen, suatu informasi harus dapat dipercaya. Tingkat kepercayaan informasi memberi dampak pada hasil keputusan yang diambil. Apabila informasi yang diterima oleh pengelola merupakan informasi yang benar maka keputusan yang diambil dapat tepat dan optimal. Tingkat kepercayaan informasi dapat didasarkan kepada sifat dari individu yang menjadi nara. Informasi yang tepercaya berasal dari individu yang memiliki sifat jujur dalam menyampaikan data.

Informasi yang tepat waktu

Informasi yang tepat waktu merupakan informasi yang telah tersedia ketika dibutuhkan. Tingkat ketepatan waktu bagi pengelola informasi dapat berbeda-beda. Perbedaan terletak dari tingkat kebutuhan pengelola informasi terhadap keberadaan informasi dalam tenggat waktu tertentu.

Informasi yang bernilai

Informasi yang bernilai ialah informasi yang berharga dan memberi manfaat dalam suatu pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang berharga, yaitu keputusan yang diperoleh dari pilihan-pilihan yang memiliki risiko paling kecil. Manfaat bagi suatu pengambilan keputusan sangat ditentukan oleh nilai informasi.

Berdasarkan dimensi waktu

Informasi masa lalu

Informasi masa lalu merupakan informasi yang membahas mengenai peristiwa yang telah berlalu. Penggunaan informasi masa lalu sangat jarang, tetapi tetap diperlukan sewaktu-waktu. Penyimpanan informasi masa lalu bersifat rapi dan teratur.

Informasi masa kini

Informasi masa kini merupakan informasi yang memiliki data bersifat aktual. Isi informasi berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

Berdasarkan sasaran pengguna

Informasi individual

Informasi individual adalah informasi yang digunakan oleh pembuat keputusan dan kebijakan. Selain itu, informasi individu juga ditujukan kepada seseorang yang diharapkan dapat memberi tanggapan terhadap informasi yang diperolehnya.

Informasi komunitas

Informasi komunitas adalah informasi yang ditujukan kepada publik, organisasi, atau suatu kelompok tertentu di masyarakat. Sasaran pengguna informasi komunitas disesuaikan dengan tujuan dari penyampaian informasinya. Media yang digunakan untuk penyebaraan informasi komunitas dapat berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, poster, spanduk, pamflet, atau folder.

Berdasarkan tujuan penggunaan

Berdasaran tujuan penggunaannya, informasi dibedakan menjadi:

  1. Informasi pengumpulan data, merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan melalui pengumpulan data.
  2. Informasi pengarahan perhatian, merupakan informasi yang menyelesaikan perilaku menyimpang.
  3. Informasi pemecahan masalah, merupakan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Penggunaan informasi ini dilakukan pada pengambilan keputusan atau kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya.

Nilai

Nilai dari suatu informasi ditentukan oleh manfaat yang dihasilkannya dan biaya untuk mendapatkannya. Jika manfaat yang diperoleh dari informasi lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya, maka informasi tersebut dianggap berharga.

  1. Biaya perangkat keras, merupakan biaya yang diperlukan untuk mekanisasi. Sifat biaya ini adalah tetap dan meningkat sesuai dengan kerumitan kegiatan pengumpulan data.
  2. Biaya analisis, merupakan biaya yang meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi
  3. Biaya lingkungan dan tempat, merupakan biaya yang dapat berubah sesuai dengan tingkat mekanisasi yang tinggi.
  4. Biaya perubahan, merupakan biaya yang meliputi setiap jenis perubahan metode ke metode yang lain
  5. Biaya operasi, merupakan biaya yang digunakan untuk keperluan proses pengumpulan informasi. Penggunaan biaya untuk keperluan gaji pekerja, serta pemeliharaan fasilitas dan sistem informasi.

Informasi dalam konteks sistem informasi akan menjadi bernilai, semakin formal, dan ideal apabila didasarkan pada sepuluh sifat menurut Burch dan Strater (Davis, 1999: 58—59) berikut:

  1. Accesibility: sifat ini menunjukkan mudah dan cepatnya diperoleh keluaran informasi.
  2. Luas dan lengkapnya (comprehensiveness): sifat ini menunjukkan lengkapnya isi informasi. Hal ini tidak berarti hanya mengenai volumenya, tetapi juga mengenai output informasinya.
  3. Ketelitian (accuracy): berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan pengeluaran informasi.
  4. Kecocokan (appropriateness): sifat ini menunjukkan seberapa jauh keluaran informasi berhubungan dengan permintaan para pemakai. Isi informasi harus berhubungan dengan masalah.
  5. Ketepatan waktu (timeliness): berhubungan dengan waktu yang dilalui dan yang lebih pendek pada saat diperolehnya informasi.
  6. Kejelasan (clarify): atribut ini menunjukkan tingkat keluaran informasi dan bebas dari istilah-istilah yang tidak dipahami.
  7. Keluwesan (flexibility): sifat ini berhubungan dengan dapat disesuaikannya keluaran informasi.
  8. Dapat dibuktikan (verifiability): atribut ini menunjukkan kemampuan beberapa pengguna informasi untuk menguji keluaran informasi dan sampai pada kesimpulan yang sama.
  9. Tidak ada prasangka (freedom from bias): sifat ini berhubungan dengan tidak adanya keinginan untuk mengubah informasi guna mendapatkan kesimpulan yang telah dipertimbangkan sebelumnya.
  10. Dapat diukur (quantifiable): sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan pada sistem informasi formal.

Menurut Zorkoczy (1988: 14), suatu informasi yang bermutu tinggi dapat membuat si penerima peka terhadap lingkungan sehingga mampu mengambil tindakan untuk mengatasi setiap perubahan situasi yang terjadi. Daya atau kemampuan yang dimiliki informasi ini tampak dalam kemampuannya membentuk gagasan, baik fisik maupun mental. Dalam kelanjutannya, informasi yang bermutu rendah dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna sebagai akibat suatu gangguan terhadap informasi atau proses transmisi.

Mungkin Anda Suka  BANYUWANGI - matahari terbit di jawa

Kualitas

Akurat

Penyajian informasi harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Pengujian keakuratan informasi umumnya dilakukan dengan menggunakan dua orang atau lebih yang memiliki keadaan yang berbeda. Jika hasil yang diperoleh sama, maka data dianggap akurat.

Tepat waktu

Informasi harus tersedia atau ada pada saat diperlukan. Penyediaan informasi tidak dapat ditunda waktunya.

Relevan

Informasi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan. Kesesuaian kebutuhan didasarkan pada penggunaan informasi tersebut. Informasi harus memenuhi kebutuhan setiap pengguna dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Lengkap

Penyajian informasi harus diberikan secara lengkap. Kelengkapan informasi berkaitan dengan keterangan waktu atau keterangan peristiwa.

Efektifitas

Penyajian informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai guna mendukung suatu kegiatan. Selain itu, penyajian harus dilakukan dalam waktu yang tepat dengan bentuk yang tepat. Informasi harus dapat dipahami, menggunakan bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah dan memiliki isi secara lengkap yang sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Efisiensi

Informasi harus diperoleh dari daya tertentu. Pemanfaatan daya dilakukan secara optimal.

Konfidensial

Penyajian informasi yang diberikan harus mampu memperoleh perlindungan dari pihak yang berwenang. Perlindungan dimaksudkan untuk mencegah ancaman dari pihak yang tidak berwenang akibat adanya informasi yang dapat menyinggung pihak-pihak tertentu.

Integritas

Informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data harus diolah secara terpadu. Dalam pengolahan data, harus menyesuaikan dengan aturan-aturan yang berlaku.

Ketersediaan

Informasi harus tersedia kapan pun sehingga harus selalu ada saat diperlukan. Pengamanan terhadap daya informasi harus selalu ada.

Kepatuhan

Informasi yang dihasilkan harus mengikuti peraturan, undang-undang atau peraturan pemerintah. Tiap informasi harus memiliki nilai tanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan bagi pihak yang memiliki informasi dan pihak yang menerima informasi.

Kebenaran

Penyajian informasi oleh sistem informasi harus dilakukan dengan benar. Sumber informasi harus berasal dari yang dapat dipercaya. Informasi yang benar ini kemudian dapat digunakan untuk pihak manajemen dalam menjalankan kegiatan lainnya.

Siklus

Informasi diperoleh dari sikus pengolahan data dengan model pengolahan tertentu. Penerima informasi akan memperoleh hasil pengolahan data untuk menghasilkan keputusan dan melakukan tindakan baru. Tindakan ini kemudian menghasilkan data baru yang digunakan sebagai masukan bagi pembentukan informasi baru. Pembentukan informasi dari pengolahan data terjadi secara terus-menerus dan berulang.

Kegunaan

Sebagai masukan sensorik

Sering kali informasi dipandang sebagai jenis input ke sebuah organisme atau sistem. Beberapa masukan penting untuk fungsi organisme (misalnya, makanan) atau sistem (energi) dengan sendirinya. Dalam bukunya Sensory Ecology, Dusenbery menyebutkan itu kausal input . input lainnya (informasi) yang penting hanya karena mereka berhubungan dengan kausal input dan dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya masukan kausal di lain waktu (atau mungkin tempat lain).

Beberapa informasi adalah penting karena asosiasi dengan informasi lain harus ada koneksi ke kausal input. Dalam praktiknya, informasi biasanya dilakukan oleh rangsangan yang lemah yang harus dideteksi oleh sistem sensorik yang khusus dan diperkuat oleh input energi sebelum mereka dapat berfungsi untuk organisme atau sistem. Misalnya, cahaya sering merupakan masukan kausal ke tanaman, tetapi memberikan informasi kepada hewan. Berwarna terang tercermin dari bunga terlalu lemah untuk melakukan banyak pekerjaan fotosintesis, tetapi sistem visual dari lebah mendeteksi dan sistem saraf lebah menggunakan informasi untuk memandu lebah kepada bunga, di mana lebah untuk menemukan nectar atau pollen, yang merupakan masukan kausal, melayani fungsi nutrisi.

Sebagai representasi dan kompleksitas

Ilmu Kognitif dan terapkan matematika Ronaldo Vigo berpendapat bahwa informasi adalah sebuah konsep relatif yang melibatkan setidaknya dua entitas yang terkait dalam rangka masuk akal. Ini adalah: setiap kategori didefinisikan dimensi-objek S, dan setiap tindakan R. R, pada dasarnya, adalah representasi dari S, atau, dengan kata lain, membawa atau menyampaikan representasional (dan karenanya, konseptual) informasi tentang S. Vigo kemudian mendefinisikan jumlah informasi yang disampaikan R tentang S sebagai tingkat perubahan dalam kompleksitas dari S setiap kali objek dalam R dihapus dari S. bawah "informasi Vigo", pola, invarian, kompleksitas, representasi, dan lima-informasi dasar ilmu universal yang bersatu di bawah kerangka matematis baru. dengan kata lain, kerangka kerja ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan informasi Shannon-Weaver ketika mencoba untuk mengkarakterisasi dan mengukur subjektif informasi.