Breaking News
Home / Banyuwangi / WISATA PANTAI PLENGKUNG BANYUWANGI

WISATA PANTAI PLENGKUNG BANYUWANGI

>Pantai Plengkung, Surga Para Surfer Profesional – Plengkung adalah pantai yang terletak di ujung paling selatan dari Kabupaten Banyuwangi. Pantai ini juga berdekatan langsung dengan Taman Nasional Alas Purwo yang terkenal dengan keragaman hayati dan juga keasrian lingkungan yang hampir belum terjamah oleh tangan jahil manusia.

Pantai Plengkung terkenal karena Ombak Pantai yang fantastis hingga mencapai 3-4 Meter. Sekaligus di nobatkan sebagai pantai dengan ombak tertinggi di indonesia. Tak heran jika pantai ini sering di datangi turis asing dan surfer profesional.

Pantai Plengkung, Surga Para Surfer Profesional
Pantai Plengkung, Surga Para Surfer Profesional

Pantai yang populer dengan sebutan G-Land ini memang sangat fenomenal, bahkan pantai ini juga di kenal sebagai hawaii nya Indonesia karena ombaknya. G-Land sendiri merupakan kata lain dari Grajagan Land karena berdekatan langsung dengan teluk Pantai Grajagan. Juga di ambil dari kata Green Land karena berdekatan langsung dengan TN Alas Purwo.

Selain terkenal karena ombaknya yang besar, sisi lain dari kelebihan pantai ini adalah letak geografisnya yang sangat cocok untuk berlibur. Kalian dapat berangkat dari Bali, atau melalui teluk Grajagan, atau bahkan langsung menyusuri TN Alas Purwo untuk menuju ke pantai ini.

Pemandangan pantai yang sungguh mempesona juga menjadi prioritas dari pantai ini. Pasir yang putih hingga alam yang masih alami tentu akan membuat kalian para pelancong ketagihan untuk berkunjung di pantai ini. Jadi, pengunjung wisata ini tidak hanya pesurfer profesional, kalian para backpacker juga wajib datang walaupun hanya satu kali seumur hidup kalian.

Di pantai ini juga terdapat Camp para pesurfer profesional yang di dirikan oleh orang luar. Camp ini di beri nama Bob Surf Camp. Karena menurut kabar Bob adalah penemu pertama ombak pantai ini. Hingga sekarang camp tersebut juga menjadi destinasi para surfer.

Pantai ini jarang sekali di jamah oleh banyak orang, hanya mereka para surfer saja. Karena memang pantai ini sangat di jaga keasrian alamnya sampai-sampai di sebut juga pantai terlarang karena onbaknya sehingga para nelayan setempat tidak berani mendekat dari panta ini.

Namun hal ini tidak mempengaruhi minat pengunjung untuk terus berdatangan. Mulai dari yang lokal hingga luar negeri. Semua berbaur menjadi satu. Jadi bagi kalian yang berminat berkunjung di pantai plengkung, jangan lupa ajak teman kalian, dan berkunjung rame rame. Tiket masuk juga murah banget kok.

Nah untuk rute yang harus kalian tempuh, kalian dapat melihat lengkap di halaman Pesona Wisata Banyuwangi. Saya juga merekomendasikan untuk menuju desa Grajagan terlebih dahulu lalu menyewa speed boat. Jalur ini merupakan rute terdekat yang dapat kalian tempuh.

Nah, mungkin hanya sampai di sini saja pertemuan kita semoga Pantai Plengkung di atas dapat memberi referensi buat kunjungan kalian berikutnya. Salam! 🙂

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes