Breaking News
Home / Banyuwangi / WISATA G-LAND DAN KAWAH IJEN BANYUWANGI

WISATA G-LAND DAN KAWAH IJEN BANYUWANGI

Kawah Ijen & G-Land Menjadi Wisata Andalan. Semakin lama semakin maju sektor pariwisata di Banyuwangi, dibuktikan dengan meningkatnya peringkat menjadi kota ke-3 yang paling banyak di minati oleh investor yang sebelumnya menduduki peringkat ke-31, Sungguh hasil yang sangat memuaskan.

Dan wisata yang paling banyak di minati oleh investor adalah Kawah Ijen & G-Land, Keindahan danau belerang Kawah Ijen yang berwarna hijau toska dan dikelilingi gunung berapi yang masih aktif membuat pengunjung semakin terpukau.
Beda hal nya dengan pantai G-Land atau disebut juga dengan Plengkung ini, G-Land menjadi tujuan para wisatawan mancanegara terutama para Surfer. Hal ini di karenakan oleh Ombak yang besar bahkan banyak yang menyebutnya sebagai Ombak terbesar kedua setelah Hawai.
Namun disisi lain, Pantai ini mempunyai kendala dalam hal akses jalan yang sangat parah. Dengan begitu menjadi hal yang sangat di perhatikan oleh Pemda Banyuwangi “Abdullah Azwar Anas”. Pemda Banyuwangi berjanji untuk terus mengembangkan akses perjalanan untuk menuju ke Pantai G-Land atau Plengkung.
Dan Pemda Banyuwangi berharap dengan sudah nya beliau mengembangkan akses perjalanan ini dapat meningkatkan Visitor yang datang ke Pantai G-Land atau Pantai Plengkung.
Meningkatnya pengunjung menyebabkan Maskapai Penerbangan menjadi sangat padat. Apalagi saat ini Pemda Banyuwangi akan terus mengembangkan Maskapai Penerbangan yang mula hanya mempunyai satu buah Maskapai Penerbangan yang akan terus di kembangkan. Selain itu Pemda Banyuwangi mengembangkan layanan dengan Penerbangan yang konsisten Setiap Harinya.
Selain mengembangkan Maskapai penerbangan, Pemda Banyuwangi berusaha keras untuk mengembangkan Pelabuhan guna dapat mempermudah jalur masuk ke Banyuwangi melalui Perjalan Laut.
Selain itu Pemda Banyuwangi mengadakan Festival setiap tahunya guna meningkatkan sektor pariwisata di Banyuwangi. contohnya saja Banyuwangi Ethno Carnaval (BEC) yang akan di selenggarakan pada tanggal 18 November 2012.
Semoga Pemda Banyuwangi dalam mengembangkan dan meningkatkan Sektor Pariwisata di Banyuwangi dapat terwujud. Amiiinn..
Saya pun sebagai warga Banyuwangi selalu berharap agar tujuan tersebut menjadi tercapai, guna memperkenalkan Banyuwangi di mata Internasional.
Dan hanya segitu saja yang dapat saya Share untuk anda semoga Bermanfaat. Ikuti terus Postingan lainya…
Salam Blogger

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes