Breaking News
Home / Banyuwangi / Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi adalah wisata alam berupa pemandian dengan pemandangan alam yang indah dengan tebing tebing jurang. Disebut Banyu Caruk karena lokasi mandi merupakan pertemuan dua sumber, yaitu Antara sumber mata air Banyu Klatak dari Gunung Papak, Telemung dengan air Sumber Gedor, Kaliklatak, Kecamatan Kalipuro. Sumber Gedor identik dengan hangat, sementara sumber Klatak terasa dingin.

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi
Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi merupakan tempat berteduh yang nyaman bagi wisatawan yang datang dari lokal ataupun luar negeri, karena pemandangan yang alami dengan sungai yang bersih dan hawa yang cukup sejuk dingin, membawa kita ke suasana desa yang jauh dari keramaian kota. Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi ini juga terdapat lahan kemping atau kemah, cocok bagi pelajar pelajar atau tamu yang datang untuk berkemah mengenal alam terbuka, Menumbuhkan Keberanian, Melatih Kemandirian dan Disiplin dan Melatih Anak agar bisa Beradaptasi pada Lingkungan Baru.

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi juga terdapat ritual yang biasanya diadakan di malam 1 suro. dimana dipercaya kalau mandi di Banyu Caruk mendapat kekuatan spiritual kepada siapapun yang mandi dimalam tersebut Dan biasanya, para pendatang yang mandi minta penglaris atau jodoh. Juga tidak menutup kemungkinan, ritual mandi bertujuan untuk pengobatan dan lainnya. pengunjung yang datang sebagian besar dari tamu luar kota, seperti Lumajang, Malang, Jember dan Bali. Dari kegiatan ritual tersebut, masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah mandi bersama ini dikenal dengan istilah ‘Suro Pesucian’.

Tradisi Penyucian Suro sudah mulai ramai sejak 1990-an. Namun baru di tahun ini, pihaknya bersama warga Gombeng ingin mengenalkan kepada publik. Harapannya, bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi baru di desanya. Agar bisa semakin dikenal dan meningkatkan perekonomian warga.

Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi
Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Ayo buruan meluncur… menikmati suasana alam di Wisata Alam Banyu Caruk di Banyuwangi

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes