Breaking News
Home / Banyuwangi / WADUK SIDODADI DI GLENMORE BANYUWANGI

WADUK SIDODADI DI GLENMORE BANYUWANGI

Waduk Sidodadi di Kecamatan Glenmore kian populer menjadi jujugan
warga sekitarnya. Padahal waduk ini masih dalam tahap pembangunan, dan
fasilitasnya masih minim, namun antusias warga sangat tinggi terhadap
keberadaan waduk ini. Pada hari liburan waduk ini selalu tampak ramai. Salah
satunya karena faktor kedekatan lokasi waduk dengan jalan raya dan kemudahan
akses.

Waduk Sidodadi Glenmore, Banyuwangi.
Waduk Sidodadi Glenmore (sumber : Peduliwisatabwi.blogspot.co.id)

Waduk Sidodadi terletak di Desa Karangharjo, Kecamatan
Glenmore. Lokasinya berada di wilayah PTPN XII, tepatnya di Afdelling Sidodadi,
Perkebunan Kalirejo Glenmore. Karena itu waduk ini disebut Waduk Sidodadi.

Waduk Sidodadi merupakan tempat penampungan air yang
berfungsi sebagai pengairan lahan perkebunan di Kebun Kalirejo, juga
dimanfaatkan sebagai wahana wisata. Secara bertahap fasilitas yang menunjang
kenyamanan berwisata akan dibangun. Saat ini ini pengunjung waduk hanya
dikenakan ongkos parkir kendaraan. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin
berkeliling waduk dapat menyewa perahu dengan ongkos Rp 10 ribu.

Wisata Banyuwangi.
Mengelilingi waduk dengan perahu (sumber : Peduliwisatabwi.blogspot.co.id)
Jembatan kecil di Waduk Sidodadi (sumber : It-is-my-adventure.blogspot.co.id)

Salah satu pelopor pembangunan waduk, Dedy, mengatakan ia bersama para pemuda Glenmore membangun Waduk Sidodadi bertujuan untuk
meciptakan wahana wisata baru yang berbeda dengan wisata yang dipunyai oleh
kecamatan lain. Selain itu, disekitar waduk juga dibangun sirkuit untuk
menyalurkan hobi kaum muda yang suka ngebut di jalanan. Dengan adanya sirkuit
ini mereka dapat menyalurkan hobinya secara positif.

Posisi Waduk Sidodadi memang sangat strategis. Selain lokasinya
tepat berada di sebelah timur Jalan
Lintas Selatan, jaraknya hanya sekitar 1 km dari jalan raya
Banyuwangi-Jember. Apalagi lokasinya masih sejalur dengan Pabrik Gula Glenmore,
yang juga masih dalam tahap pembangunan, yang diproyeksikan sebagai pabrik gula
terbesar dan termodern di Indonesia.

Sisi lain Waduk Sidodadi (sumber : Instagify.com)
Petunjuk menuju waduk, tampak Jalan Lintas Selatan yang sedang dalam pengerjaan.
(sumber : Peduliwisatabwi.blogspot.co.id)

Jalan Lintas Selatan sendiri merupakan proyek jalan raya
sepanjang 660 km yang menghubungkan Kabupaten Pacitan sampai Banyuwangi yang melintasi 8 kabupaten (Banyuwangi,
Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan). Saat
nanti jalan tersebut selesai pada 2019, diproyeksikan perekonomian di wilayah
pesisir selatan Jawa Timur otomatis akan terdongkrak, termasuk Kecamatan
Glenmore tentunya, yang wilayahnya dilewati jalan lintas selatan.

Glenmore dengan waduk Sidodadi, secara perlahan tapi pasti akan menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Banyuwangi yang kian populer.

Tweet

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes