Breaking News
Home / Banyuwangi / Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi. Untuk menyambut Ulang Tahun ORARI ke-49, di Lokal Banyuwangi mengadakan pertemuan untuk membahas pembentukan panitia pelaksanaan Ulang Tahun ORARI. dalam pertemuan tersebut disepakati tanggal 9 Juli 2017 diadakan Hari Ulang tahun (HUT) ORARI di lokal Banyuwangi, dengan kegiatan bakti sosial yaitu kerja bakti bersih lingkungan sekitar pantai dan kegiatan donor darah sekaligus penggalangan dana untuk membantu anak yatim piatu.

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi
Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI ) berdiri sejak tanggal 9 Juli 1968 adalah
merupakan satu-satunya wadah berhimpunnya Amatir Radio Indonesia yang dilandasi Jiwa Perwira, Setia, Progresif, Ramah Tamah, Jiwa Seimbang dan Patriot.
Pada mukaddimah Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Amatir Radio Indonesia dikatakan bahwa sesungguhnya kegiatan Amatir Radio merupakan penyaluran bakat yang penuh manfaat sehingga telah mendapatkan tempat dalam kehidupan bangsa Indonesia.Dengan demikian kegiatan Amatir Radio merupakan sumbangan dalam rangka pencapaian cita-cita Nasional seperti yang terkandung dalam Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan adanya peratuan dan perundang undangan Pemerintah Republik Indonesia tentang Amatir Radio yang telah memberikan tempat serta hak hidup kepada Amatir radio Indonesia dalam rangka melaksanakan kegiatannya, maka para amatir radio merasa berbahagian dan penuh harapan akan hari depan yang cerah.
Dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur untuk berbakti kepada Bangsa dan Negara demi pengembangan dan pembangunan, maka atas dasar peraturan dan perundang-undangan pemerintah Republik Indonesia berdirilah wadah tunggal Amatir Radio.

Rapat Ulang Tahun ORARI ke-49 (9 Juli 1968 - 9 Juli 2017) di Lokal Banyuwangi
Rapat Ulang Tahun ORARI ke-49 (9 Juli 1968 – 9 Juli 2017) di Lokal Banyuwangi

Tujuan Organisasi Amatir Radio Indonesia diwujudkan dengan cara menumbuhkan kesadaran akan kewajiban dan rasa tanggung jawab Amatir Radio, melindungi dan memperjuangkan hak serta kepentingan segenap Amatir Radio, mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara, serta menjalin persaudaraan dengan Bangsa lain di seluruh dunia.
Dirgahayu ORARI ke 49 tanggal 9 Juli 2017, semoga jaya selalu dan tetap melekat dalam hati masyarakat Indonesia.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes