•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi. Untuk menyambut Ulang Tahun ORARI ke-49, di Lokal Banyuwangi mengadakan pertemuan untuk membahas pembentukan panitia pelaksanaan Ulang Tahun ORARI. dalam pertemuan tersebut disepakati tanggal 9 Juli 2017 diadakan Hari Ulang tahun (HUT) ORARI di lokal Banyuwangi, dengan kegiatan bakti sosial yaitu kerja bakti bersih lingkungan sekitar pantai dan kegiatan donor darah sekaligus penggalangan dana untuk membantu anak yatim piatu.

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi
Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Ulang Tahun ORARI ke-49 di Lokal Banyuwangi

Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI ) berdiri sejak tanggal 9 Juli 1968 adalah
merupakan satu-satunya wadah berhimpunnya Amatir Radio Indonesia yang dilandasi Jiwa Perwira, Setia, Progresif, Ramah Tamah, Jiwa Seimbang dan Patriot.
Pada mukaddimah Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi Amatir Radio Indonesia dikatakan bahwa sesungguhnya kegiatan Amatir Radio merupakan penyaluran bakat yang penuh manfaat sehingga telah mendapatkan tempat dalam kehidupan bangsa Indonesia.Dengan demikian kegiatan Amatir Radio merupakan sumbangan dalam rangka pencapaian cita-cita Nasional seperti yang terkandung dalam Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan adanya peratuan dan perundang undangan Pemerintah Republik Indonesia tentang Amatir Radio yang telah memberikan tempat serta hak hidup kepada Amatir radio Indonesia dalam rangka melaksanakan kegiatannya, maka para amatir radio merasa berbahagian dan penuh harapan akan hari depan yang cerah.
Dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur untuk berbakti kepada Bangsa dan Negara demi pengembangan dan pembangunan, maka atas dasar peraturan dan perundang-undangan pemerintah Republik Indonesia berdirilah wadah tunggal Amatir Radio.

Rapat Ulang Tahun ORARI ke-49 (9 Juli 1968 - 9 Juli 2017) di Lokal Banyuwangi
Rapat Ulang Tahun ORARI ke-49 (9 Juli 1968 – 9 Juli 2017) di Lokal Banyuwangi

Tujuan Organisasi Amatir Radio Indonesia diwujudkan dengan cara menumbuhkan kesadaran akan kewajiban dan rasa tanggung jawab Amatir Radio, melindungi dan memperjuangkan hak serta kepentingan segenap Amatir Radio, mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara, serta menjalin persaudaraan dengan Bangsa lain di seluruh dunia.
Dirgahayu ORARI ke 49 tanggal 9 Juli 2017, semoga jaya selalu dan tetap melekat dalam hati masyarakat Indonesia.

Check Also

BANYUWANGI ETHNO CARNAVAL

Banyuwangi Ethno Carnival 2015 - Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 kembali digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema Usingnese Royal Wedding atau pernikahan suku Using. Karnaval ini diikuti ratusan peserta yang menampilkan ragam pengantin ala suku Using dalam balutan kostum kontemporer.Pengantin Using (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)"Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri," papar Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi cat walk sepanjang 70 meter.Pagelaran diawali oleh parade Tari Gandrung kolosal. Setelah itu disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak "munjilan".Ritual perang bangkat ini diawali dengan "padu-paduan" atau sahut-menyahut antarperwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya.Penonton menyemut di Taman Sritanjung (sumber : Dani Firmansyah, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan penampil khusus BEC dari mancanegara. Kemudian menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring pengantin Using.Warga asing yang tampil bak penari Gandrung (sumber : Liputan6.com)Berikutnya penampil utama The Usingnese Royal Wedding menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang modern dan kontemporer. Dibawakan oleh sekitar 200 talent yang dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, orange dan ungu.Salah satu peserta dengan kostum Sembur Kemuning (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Peserta dengan kostum Mupus Braen Blambangan (sumber : Idda Rafsanjani, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak.Peserta dengan kostum Sekar Kedaton Wetan (sumber : Ida Rafsanjani , Grup FB Banyuwangi Bersatu)BEC BERTEMA LOKALPada Banyuwangi Ethno Carnival tahun sebelumnya Banyuwangi mengangkat tema Gandrung dan Barong Using.Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.Hal ini karena mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi."Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global," tutur Anas."Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using," katanya.Untuk tahun berikutnya, panitia telah menetapkan tema Banyuwangi Ethno Carnival 2016 yaitu Legenda Sritanjung-Sidopekso. Dipastikan tema Sritanjung ini akan sangat menarik karena berhubungan dengan legenda asal usul Banyuwangi. Tunggu tanggal mainnya.