Breaking News
Home / Banyuwangi / Tips Wisata di Banyuwangi

Tips Wisata di Banyuwangi

banyuwangi

Banyak yang bertanya ketika mendampingi kawan-kawan Backpacker, bagaimana rancangan atau rencana perjalanan yang efektif ketika backpacking di Banyuwangi. Bagaimana dalam waktu yang relatif singkat, namun tetap dapat wisata ke banyak destinasi. Berikut akan saya paparkan rancangan perjalanan yang saya biasanya saya pakai dalam memandu kawan-kawan Backpacker.

Melihat dari statistika pengunjung yang berwisata di Banyuwangi, banyak diantaranya Backpacker dari Malang, Surabaya, Jogja, Bandung dan Jakarta. Hampir sebagian besar dari 5 kota ini. Rata-rata mereka menggunakan angkutam kereta api ke Banyuwangi. Ada 6 kereta yang finish di Banyuwangi, yaitu:

1. KA Sritanjung : Melayani rute Banyuwangi – Lempuyangan Jogja (06.45-20.00), Lempuyangan Jogja- Banyuwangi (07.30-20.00) melalui Surabaya.

2. KA Probowangi : Melayani rute pendek Banyuwangi – Surabaya (14.45-22.00), Surabaya – Banyuwangi (04.25-12.00).

3. KA Mutiara Malam : KA kelas bisnis dan eksekutif yang melayani rute pendek Banyuwangi – Surabaya ( 22.00-05.30) dan Surabaya – Banyuwangi (22.00-05.30).

4. KA Mutiara Siang : KA kelas bisnis dan eksekutif yang melayani rute yang sama dengan KA Mutiara Malam namun di siang hari. Banyuwangi – Surabaya (09.00-16.00), Surabaya – Banyuwangi (09.00-16.00).

5. KA Tawang Alun : Melayani rute Banyuwangi – Malang (05.00-12.00), Malang-Banyuwangi (14.57-22.10)

6. KA Pandanwangi: Melayani rute pendek Banyuwangi – Jember, Jember – Banyuwangi.

Nah dari berbagai KA tersebut, yang biasanya dipakai adalah KA Sritanjung dan KA Tawang Alun yang tiba di Banyuwangi malam hari. Jika anda masih fit, maka anda dapat langsung cus ke Kawah Ijen untuk melihat Blue Fire dengan start jam 23.00 dari Banyuwangi. Saya sarankan untuk berhenti di Stasiun Karang Asem karena posisi lebih dekat jika ke Pegunungan Ijen.

Biasanya, kawan-kawan Backpacker berangkat dari Surabaya atau Malang hari jumat, dan pulang hari Minggu pagi. Sehingga efektif perjalanan adalah di malam hari ketika sampai di Banyuwangi kemudian hari Sabtu esoknya full seharian jalan-jalan. Minggu pagi udah bersiap pulang kembali ke Surabaya atau Malang.
Berikut perhitungan/estimasi waktu perjalanan normal dengan sepeda motor atau mobil dengan starting point Stasiun Karang Asem.

*St. Karang Asem – Paltuding Ijen : +/- 1 jam (Pendakian start Paltuding-Blue Fire Spot : +/- 4 jam )

*St Karang Asem – Baluran : +/- 1 Jam (Pos Ticketing – Savana Bekol : +/- 45 menit)

*St Karang Asem – Pantai Pulau Merah : +/- 2 jam

*Pulau Merah – Teluk Hijau : +/- 1 jam

*Teluk Hijau – Sukamade : +/- 2-3 jam

*St Karang Asem – Teluk Hijau : +/- 3 jam

*St Karang Asem – Sukamade : 4-6 jam

*St. Karang Asem – Alas Purwo : +/- 2-3 jam

Dengan tau estimasi waktu tersebut, maka anda dengan mudah dapat merancang perjalanan anda di Banyuwangi. Tinggal tambahkan berapa lama anda inginkan di satu destinasi, kemudian tambahkan lama waktu perjalanan kembali ke starting point Stasiun Karang Asem.

 

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes