Breaking News
Home / Banyuwangi / TIPS WISATA DAN LIBURAN DI BANYUWANGI

TIPS WISATA DAN LIBURAN DI BANYUWANGI

Tips Menjaga Kelestarian Alam Saat Liburan – Di beberapa Negara telah memberikan peraturan tentang lingkungan wisata, dimana dalam peraturan tersebut berisi mengenai larangan membuang sampah sembarangan di area wisata, jika di ketahui membuang sampah sembarangan, maka akan di denda sesuai dengan apa yang di lakukan. Tak heran kalau tersedia banyak sekali tempat sampah di setiap sisi spot yang di khususkan untuk pengunjung yang datang. Secara tidak langsung hal ini akan memberikan nilai plus karena lingkungan sekitar tetap terjaga.

Tips Saat Berwisata dan Liburan, Tentang Kelestarian Alam Sekitar

Di Indonesia sendiri peraturan ini sudah di galangkan untuk beberapa spot wisata. Namun karena kurang tegasnya peraturan yang ada, dan seakan nyaman dengan pelanggaran yang di perbuat, masih saja banyak pengunjung yang seenak udelnya membuang sampah di sembarang tempat. Dan jangan heran kalau beberapa spot wisata mempunyai pemandangan yang kurang sedap di pandang akibat penumpukan sampah yang berlebihan.

Nah untuk mengurangi dampak buruk tersebut, kali ini saya akan membagikan tips buat kalian semua tentang Hal Mudah yang Harus Dilakukan Saat Berwisata dan Liburan. Dan semoga tips berikut ini dapat bermanfaat buat kita dalam rangka melestarikan alam dan lingkungan sekitar.

  1. Saat Liburan, Usahakan membawa plastik kresek ukuran sedang, dan punguti sampah yang berserakan. Baik bungkus makanan, minuman, atau sampah lainya. Kumpulkan jika dirasa sudah penuh buang sampah pada tempatnya
  2. Kalau perlu, bawa sapu lidi dan beberapa kantung kresek bersihkan daerah yang penuh dengan sampah lalu buang pada tempatnya
  3. Jika kalian memergoki seseorang yang membuang sampah sembarangan, tegur dia dan kalau bisa tawarkan dia kantung kresek untuk mengumpulkan sampah-sampahnya
  4. Saat liburan, usahakan tidak membawa makanan yang di bungkus dari plastik

Itulah hal mudah yang dapat kalian ikuti untuk berkonstribusi langsung dalam rangka menjaga lingkungan alam yang bersih dan sehat. Selain manusianya yang sehat, spot wisata yang kita kunjungi akan lebih indah di pandang. Dan terasa lebih indah jika kita ikut andil dalam pelestarian alam di dalamnya.

Sebenarnya tips ini di tujukan untuk kalian yang mempunyai kesadaran dan kepedulian terhadap alam. Namun,walaupun begitu semua juga mempunyai hak yang sama. Bayangkan jika kita berhasil mengumpulkan sampah setiap kita liburan, kalau di setiap spot wisata kita mampu mengumpulkan sampah hingga 10 KG lalu berapa sampah lagi yang dapat kita kumpulkan ketika kita liburan sebanyak 20 kali? Sudah banyak bukan? Dan sepantasnya kita berbangga.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes