Breaking News
Home / Tag Archives: Informasi (page 3)

Tag Archives: Informasi

Abdullah Azwar Anas Menjadi Gubernur DKI

BanyuwangiPost.com BanyuwangiPost.com - Seputar Banyuwangi dan Indonesia Abdullah Azwar Anas Dinilai Layak Menjadi Gubernur DKI – Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki T Purnama yang biasa akrab disapa Ahok menyatakan bahwa Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI memang sangat pantas menjadi arena pertarungan bagi para kepala daerah di seluruh Indonesia yang terhitung berhasil membangun daerah yang dipimpinnya masing-masing. Beliau memberikan pernyataan demikian meski jabatan kepemimpinannya, yang artinya meski Pilkada Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta 2017 masihlah 2 tahun lagi ke depan. Dalam Pilgub DKI 2017 mendatang yang masih 2 tahun lagi ternyata sudah banyak nama tokoh yang bermunculan yang dinilai pantas untuk maju menjadi calon gubernur DKI, dan beberapa di antaranya merupakan kepala daerah yang sedang menjabat di daerah sekitar Indonesia. Ahok sendiri sebagai Gubernur DKI yang saat ini masih menjabat, ketika diwawancarai di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada hari Kamis lalu mengungkapkan bahwa ia mendorong banyak gubernur, walikota, dan bupati di seluruh daerah Indonesia yang telah berhasil atau pun pernah menjabat untuk maju pada pemilihan gubernur DKI mendatang. Beliau juga mengungkapkan bahwa terdapat banyak sekali putera daerah yang bagus-bagus, yang artinya dinilai layak maju pada pilgub DKI untuk menjadi Gubernur DKI selanjutnya. Meski masih akan menjabat untuk 2 tahun ke depan hingga pilgub tahun 2017 mendatang dan masih berpeluang untuk kembali menjadi Gubernur DKI untuk periode kedua jabatannya, ia menyebut beberapa nama kepala daerah yang kini dinilai berhasil membangun daerah yang dipimpinnya masing-masing. Dari nama-nama yang disebutkannya, Ahok menilai bahwa Walikota Bandung saat ini, Ridwan Kamil, Bupati Kabupaten Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, Walikota Solo yang sekarang dijabat oleh FX Rudy, Walikota Surabaya yang populer yakni Tri Rismaharini yang biasa akrab disapa Risma Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah hingga Walikota Makassar sekarang ini Moh. Ramdhan Pomanto dinilainya layak menjadi Gubernur DKI pada pilgub 2017 nanti. Ahok sendiri menilai Bupati Kabupaten Banyuwangi saat ini, Abdullah Azwar Anas, layak maju ke Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada periode 2017 mendatang untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta selanjutnya. Beliau juga tak menutup kemungkinan bahwa Pilkada DKI mendatang nantinya akan didominasi oleh mantan kepala daerah di seluruh Indonesia seperti ketika dirinya sendiri bersama Jokowi maju dalam Pilkada DKI pada periode tahun 2012 lalu. Ketika itu ia maju dan bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Sumber Gambar (BeritaSatu) Menurut beliau, seseorang yang menjadi kepala daerah dan maju ingin berperan di daerah Jakarta pasti nantinya akan bekerjasama secara maksimal di daerahnya. Ia pun mengungkapkan dirinya sendiri dan Jokowi sebagai contoh nyatanya. Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi yang saat ini merupakan Presiden Republik Indonesia, yang dua kali menjabat sebagai walikota Solo dan memiliki sejumlah kesuksesan bersaing dengan calon-calon lain dan berpasangan dengan Ahok yang sudah pernah teruji kapasitas kepemimpinannya di Belitung Timur yang saat itu menjadi Bupatinya. Semakin banyak kepala daerah yang berhasil dan ikut maju pada Pilkada DKI mendatang untuk menjadi Gubernur DKI, menurut Ahok sendiri, maka masyarakat Jakarta pada akhirnya memiliki banyak pilihan untuk membantu kesejahteraan mereka sendiri. Beliau pun meminta masyarakat Jakarta yang saat ini dipimpinnya untuk membandingkan program-program yang ditawarkan oleh para kandidat yang nantinya akan maju dengan apa yang sudah ia lakukan selama menjabat di daerahnya masing-masing. Hal ini jelas menjadi bahan pembanding nyata bagi masyarakat Jakarta yang bisa membandingkan visi dan misi calon gubernur nanti dengan apa yang sudah dijalankannya ketika pernah menjabat sebagai kepala daerah masing-masing. Ia juga kembali mencontohkan, seperti dirinya sendiri misalnya, menjalankan sesuatu yang biasa-biasa saja dan jika nantinya terdapat calon yang menawarkan program yang lebih hebat dari dirinya, kalau warga percaya dengan tawarannya, ya pilih saja dia. Tapi kalau tidak yakin, menurut Ahok, ya pasti tidak ada calon yang lebih baik, pasti masyarakat Jakarta akan kembali memilih dia. Warga Jakarta nantinya, menurut Ahok sendiri, akan mendapatkan gubernur yang terbaik di atas yang terbaik. Jika Abdullah Azwar Anas nantinya maju sebagai calon Gubernur DKI 2017 mendatang, itu artinya beliau memiliki kesempatan yang besar dengan buktinya apa yang telah dilakukannya di Banyuwangi sejak menjabat hingga hari ini. Dalam kepemimpinannya, Banyuwangi kini semakin berubah ke arah yang lebih modern dan maju, terutama di bidang pariwisata dan budaya. Ia dan Banyuwangi pun berhasil mendapat berbagai penghargaan yang dinilai bergengsi sejauh ini. The post Abdullah Azwar Anas Dinilai Layak Menjadi Gubernur DKI appeared first on BanyuwangiPost.com. by Admin

Read More »

PERANG PUNGKASAN RAKYAT BLAMBANGAN

Setiap tahun warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi menggelar acara Napak Tilas Puputan Bayu untuk mengenang perjuangan heroik laskar kerajaan Blambangan - yang merupakan cikal bakal Kabupaten Banyuwangi - berperang melawan penjajah Belanda pada tahun 1771 lalu. Bagi Pemda Banyuwangi napak tilas ini dimaknai sebagai wujud meningkatkan patriotisme dan semangat pahlawan melawan penjajah. Sebuah ajang refleksi pembelajaran sejarah yang tentunya sangat diperlukan bagi generasi masa kini.Courtesy film Puputan (sumber :Harianjambi.com)Selain warga setempat, napak tilas juga diikuti peserta yang datang dari berbagai wilayah Banyuwangi, yang berasal dari berbagai elemen, mulai dari dinas/instansi, pelajar, mahasiswa dan umum.Peserta napak tilas terdiri perorangan maupun beregu menyusuri sepanjang jalur perang Puputan Bayu. Setiap tahun jarak tempuhnya bisa berubah, sesuai dengan pertimbangan tertentu.Untuk tahun 2015 peserta menempuh jarak 9 kilometer yang terdiri dari 2 kilometer jalan aspal dan 7 kilometer jalan setapak ditengah hutan, dimulai dari kantor Kecamatan Songgon dan berakhir di kawasan wana wisata Rowo Bayu, di Desa Bayu, Songon.Kirab pusaka (sumber : Detik.com)Selain itu ada yang berbeda dalam acara napak tilas perang Puputan Bayu. Bersamaan dengan acara tersebut, warga Desa Bayu, Kecamatan Songgon menggelar kirab pusaka perang dan kirab tumpeng hasil bumi. Kirab ini menempuh 3 kilometer, juga di finish di petilasan Prabu Tawangalun, yang berada di wana wisata Rowo Bayu.Terdapat ratusan pusaka yang dikirab, terdiri dari keris, tombak. Kesemua pusaka tersebut merupakan warisan leluhur yang digunakan saat perang Bayu. Perang Puputan BayuPerang Puputan Bayu terjadi pada Agustus 1771 sampai Desember 1772, tercatat sebagai puncak perlawanan prajurit Blambangan terhadap Belanda. Dalam Bahasa Osing, puputmempunyai arti habis, puputan berarti habis-habisan, maka Perang Puputan Bayu berarti perang habis-habisan di daerah Bayu, yang sekarang masuk wilayah administratif Kecamatan Songgon, Banyuwangi.Perang Puputan Bayu yang merupakan perlawanan rakyat Blambangan terhadap kolonialisme Belanda tercatat sebagai perang terkejam dan brutal yang pernah terjadi sepanjang sejarah Indonesia. Pihak Belanda sendiri mengakui bahwa ini merupakan peperangan yang sangat menegangkan, paling kejam, dan paling banyak memakan korban jiwa dan harta benda dari semua peperangan yang pernah dilakukan Belanda di Indonesia.Tindakan Belanda yang sewenang-wenang dan kejam menyebabkan kebencian rakyat dimana-mana. Pejuang Blambangan Jagapati menghimpun rakyat Blambangan di benteng Bayu. Ribuan penduduk rela meninggalkan desa mereka untuk bergabung dengan Jagapati. Puncaknya pada tanggal 18 Desember 1771, para pejuang Blambangan melakukan serangan umum secara Puputan atau habis-habisan terhadap Belanda. Pertempuran berkobar di Songgon dan Susukan mengakibatkan kekalahan pasukan VOC dan terbunuhnya letnan Reigers. Namun pertempuran paling brutal belum lagi pecah. Pada serangan terhadap pasukan VOC kedua di bulan yang sama, penyergapan mendadak yang dilakukan para pejuang Bayu bersamaan dengan deras hujan menyebabkan pasukan VOC yang dikomandani Vaandrig Schaar menderita kekalahan parah.Para prajurit Blambangan maju ke medan perang secara serentak dengan berteriak-teriak histeris untuk membangun semangat juang mereka dan meruntuhkan semangat musuh, dengan membawa senjata apa adanya seperti keris, golok, pedang, tombak, dan senjata api yang mereka peroleh dari hasil rampasan dari tentara VOC atau yang di dapat dari orang-orang inggris yang telah membuka kantor dagangnya di Tirtaganda. Pangeran Repeg Jagapati memimpin peperangan ini, namun ia gugur akibat luka-luka dalam perang Puputan Bayu ini.Dalam peperangan ini pasukan VOC benar-benar di hancur luluhkan. Sebagian dari mereka digiring ke parit-parit jebakan yang telah sengaja dibuat oleh pejuang- pejuang Blambangan untuk kemudian menghujaminnya dengan senjata dari atas. Vaandrig Schaar yang merupakan komandan pasukan VOC, Letnan Kornet Tinned dan tak terhitung banyaknya tentara Belanda lainnya yang terbunuh dalam peperangan tersebut. Kepala Schaar dipotong, kemudian ditancapkan pada ujung tombak dan diarak keliling desa-desa. Setelah itu Belanda melakukan cooling down sambil menunggu bantuan tenaga dan amunisi sebelum melakukan serangan balasan besar-besaran.Pada tanggal 11 Oktober 1772 Belanda melakukan serangan mengejutkan. Bayu digempur habis-habisan dengan tembakan-tembakan meriam oleh Belanda. Heinrich dengan 1.500 pasukannya menerobos dan meyerang benteng Bayu dari sayap kiri. Melalui pertempuran sengit akhirnya Bayu dapat direbut VOC. Para pejuang Bayu yang tertangkap diperintahkan oleh Heinrich untuk dibunuh. Kemudian kepalanya dipotong dan digantung di pohon- pohon atau ditancap-tancapkan di tonggak pagar di sepanjang jalan desa. Itulah akhir dari sebuah peperangan habis-habisan yang sangat mengerikan yang telah merenggut ribuan bahkan puluhan ribu korban. Baik dari pihak musuh dan terutama dari pihak rakyat Blambangan. Sebanyak 60 ribu rakyat Blambangan gugur, padahal jumlah penduduk Blambangan ketika itu tak lebih dari 65 ribu orang.Dalam dokumen yang ditulis J.K.J. de Jonge pada 1883, yang mengutip surat Gubernur Jenderal Reiner de Klerk kepada pemimpin VOC tertanggal 31 Desember 1781, Puputan Bayu yang berlangsung sekitar 1 tahun 4 bulan itu membuat pemerintah kolonial Belanda harus mengeluarkan dana yang luar biasa besar. Setidaknya dana yang dikeluarkan setara dengan 80 ton emas.Setelah Puputan Bayu, wilayah Blambangan (Banyuwangi) menjadi lengang. Disamping amuk kematian yang disebabkan oleh bedil VOC, juga kelaparan, wabah penyakit, dan migrasi besar-besaran orang Blambangan ke luar daerah merupakan faktor berkurangnya jumlah penduduk Blambangan.Akhir tahun 1772 penduduk Blambangan tinggal 3.000 jiwa atau 8,3% dari jumlah penduduk yang ada sebelum pendudukan Belanda.Akhirnya, berdasarkan kisah pertempuran Puputan Bayu tersebut, DPRD Banyuwangi pada sidangnya tanggal 9 Mei 1995 lewat cara aklamasi menetapkan 18 Desember sebagai hari jadi Banyuwangi. Jadilah napak tilas Puputan Bayu diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan hari jadi Kabupaten Banyuwangi.Sumber :- http://lepasparagraf1.blogspot.co.id/2011/03/petaka-blambangan-puputan-bayu-minak.html- http://harianjambi.com/berita-laskar-tangguh-dari-ujung-timur-jawa.html- http://www.academia.edu/7512680/Perang_Puputan_Bayu_Di_Blambangan_Pada_1771- http://banyuwangikab.go.id/berita-daerah/ribuan-orang-napak-tilas-susuri-jalur-perang-puputan-bayu.html- https://news.detik.com/berita-jawa-timur/3094611/masyarakat-banyuwangi-gelar-napak-tilas-dan-kirab-pusakaNapak tilas Puputan Bayu 2015.

Read More »