Breaking News
Home / Banyuwangi / SUNRISE PANTAI GRAJAGAN BANYUWANGI

SUNRISE PANTAI GRAJAGAN BANYUWANGI

SUNRISE DIPANTAI GRAJAGAN, Pasti kita sering mendengar sebuah sebutan Sunrise atau sering disebut dengan Matahari terbit. Matahari terbit Merupakan peristiwa dimana sisi atas pada matahari muncul di horizontal bumi bagian timur Dan saat itulah Sunrise terlihat indah, peristiwa ini adalah peristiwa yang mungkin sudah umum dikalangan kita. Banyak dari kita yang ingin melihat moment tersebut.
                Namun moment tersebut tak bisa lama kita lihat ataupun kita
nikmati, karena pada saat Sunrise mulai terlihat hanya 1 menit matahari bisa muncul normal. Karena itulah moment tersebut menjadi moment yang berharga.
                Pasti kita sering berfikir dan berangan-angan bisa melihat dan menikmati Sunrise bersama orang tercinta hehehe, sekarang anda tidak usah berangan-angan karena anda dapat melihat Sunrise tersebut muncul diatas horizon timur di PANTAI GRAJAGAN. Kita dapat melihat jelas bagaimana moment tersebut terjadi.
                Selain kita dapat menikmati moment munculnya Matahari atau disebut Sunrise, kita dapat menikmati bagaimana indahnya paronama PANTAI GRAJAGAN. Ternyata, suasana Pantai ini pada pagi hari lebih sunyi dan lebih tenang, jadi cocok deh…. selain itu juga, kita akan bisa melihat bagaimana aktifitas nelayan yang sedang menjaring ikan.
Setelah anda melihat moment tersebut terjadi, anda tidak usah bersedih karena moment tersebut sudah berakhir, anda masih bisa menikmati indahnya Sunset atau disebut juga dengan Matahari tenggelam pada horizontal bagian barat. Moment Sunset atau Matahari tenggelam dapat anda nikmati di bagian GUNUNG GRAJAGAN. Anda dapat menyimak pembahasan Sunset tersebut pada bagian posting saya yang teranyar.
Mungkin sampai disini kita membahas SUNRISE DIPANTAI GRAJAGAN semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi anda dan keluarga yang ingin melihat Sunrise di PANTAI GRAJAGAN, sampai bertemu kembali.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes