•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / SUASANA PANTAI GRAJAGAN BANYUWANGI

SUASANA PANTAI GRAJAGAN BANYUWANGI

Suasana Pagi di Pantai Grajagan

Pantai Grajagan atau Pantai yang mempunyai nama lain Pantai Coko ini, sering dijadikan pilihan bagi mereka yang ingin berlibur dan melepas penat setelah pekerjaan yang semakin lama semakin menguras tenaga.

Pantai Grajagan memang tepat buat mereka yang ingin menenangkan diri dan melepas semua beban akibat keramaian kota metropolitan yang semakin lama semakin berkurang kadar oksigen untuk manusia. Hal tersebut disebabkan karena kendaraan bermotor dan kegiatan produksi yang menyebabkan oksigen terus berkurang.

Pantai ini menyuguhkan banyak sekali kelebihan, selain keindahan alam, kita kita akan disuguhkan segarnya udara Pada Pagi Hari di Pantai Grajagan. Saat kita berada di Pantai Grajagan, Seakan semua beban yang melekat di dalam diri kita akan hilang. Dibarengi dengan keindahan Sunrise yang begitu mempesona dan deburan ombak yang seakan mengajak kita untuk bermain.

Kita juga akan menemukan kegiatan Nelayan yang sedang menjaring ikan. Dengan semangat yang tiada henti, seakan semua rasa lelah Nelayan tersebut hilang saat mereka melihat hasil ikan yang disuguhkan alam begitu melimpah.

Angin yang melambai dan membelai kulita kita, Seakan menjadi Relaxasi untuk menghilangkan semua rasa lelah di tubuh kita. Dengan suasana yang sepi dan sunyi, seakan Pantai ini menjadi milik kita sepenuhnya. Pada umumnya Pantai ini  mulai ramai dikunjungi pada jam delapan ke atas.

Pantai ini memang sangat cocok buat kita yang ingin Camping bersama keluarga. Karena diseluruh hamparan bibir pantai terdapat berbagai pepohonan yang dapat di gunakan untuk berteduh dan santai. Walaupun sedang Panas sekalipun.  Jadi Pantai ini cocok buat mereka yang ingin menikmati keindahan alam yang mempesona.

Jadi, buat Anda yang berminat untuk datang, segera datang bersama keluarga tercinta Anda untuk menikmati bagaimana indahnya Pantai Grajagan nan Eksotik. Datangi Pantai ini walaupun 1 kali dalam seumur hidup. Karena saya yakin Pantai ini akan menyuguhkan rasa tentram dalam diri Anda.

Check Also

BANYUWANGI ETHNO CARNAVAL

Banyuwangi Ethno Carnival 2015 - Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 kembali digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema Usingnese Royal Wedding atau pernikahan suku Using. Karnaval ini diikuti ratusan peserta yang menampilkan ragam pengantin ala suku Using dalam balutan kostum kontemporer.Pengantin Using (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)"Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri," papar Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi cat walk sepanjang 70 meter.Pagelaran diawali oleh parade Tari Gandrung kolosal. Setelah itu disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak "munjilan".Ritual perang bangkat ini diawali dengan "padu-paduan" atau sahut-menyahut antarperwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya.Penonton menyemut di Taman Sritanjung (sumber : Dani Firmansyah, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan penampil khusus BEC dari mancanegara. Kemudian menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring pengantin Using.Warga asing yang tampil bak penari Gandrung (sumber : Liputan6.com)Berikutnya penampil utama The Usingnese Royal Wedding menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang modern dan kontemporer. Dibawakan oleh sekitar 200 talent yang dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, orange dan ungu.Salah satu peserta dengan kostum Sembur Kemuning (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Peserta dengan kostum Mupus Braen Blambangan (sumber : Idda Rafsanjani, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak.Peserta dengan kostum Sekar Kedaton Wetan (sumber : Ida Rafsanjani , Grup FB Banyuwangi Bersatu)BEC BERTEMA LOKALPada Banyuwangi Ethno Carnival tahun sebelumnya Banyuwangi mengangkat tema Gandrung dan Barong Using.Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.Hal ini karena mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi."Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global," tutur Anas."Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using," katanya.Untuk tahun berikutnya, panitia telah menetapkan tema Banyuwangi Ethno Carnival 2016 yaitu Legenda Sritanjung-Sidopekso. Dipastikan tema Sritanjung ini akan sangat menarik karena berhubungan dengan legenda asal usul Banyuwangi. Tunggu tanggal mainnya.