Breaking News
Home / Banyuwangi / SEJARAH BLAMBANGAN

SEJARAH BLAMBANGAN

Cerita Damar Wulan – Kawan pembaca, setelah membahas cerita Minak Jinggo dan Sejarah Blambangan (versi I), kali ini kita akan membahas Kisah Minak Jinggo, Damar Wulan dan Sejarah Blambangan versi II. Versi ini adalah versi yang menjadi patokan alur cerita film layar lebar berjudul “Damarwulan MinakJinggo (Sebuah Legenda Majapahit)” yang diputar di bioskop pada tahun 1983 seperti yang telah didokumentasikan berupa sinopsis film di situs Indonesiafilmcenter.com.

Karena sifatnya sendiri yang berupa film, maka dibutuhkan beberapa penyesuaian sudut pandang sehingga bisa menambah nilai komersil film tersebut. Dalam film tersebut sudit pandang yang diambil adalah ada pihak baik yang dianggap sebagai bintang utama pembela kebenaran, yakni Damarwulan dan pihak antagonis sebagai musuh, yakni Minak Jinggo.
minak jinggo, cerita damar wulan, blambangan, umbul umbul blambangan, legenda damar wulan, cerita damarwulan dan minakjingga, minak jinggo dan damarwulan, pusaka minak jinggo, cerita legenda damarwulan, cerita legenda damar wulan
Minakjinggo dan Damarwulan versi wayang
Cerita bermula ketika Adipati Blambangan, Minak Jinggo dikabarkan ingin memberontak kepada kerajaan Majapahit yang saat itu dipimpin Ratu Suhita atau Ratu Ayu Kencana Wungu. Tentu saja kesaktian Minak Jinggo beserta gadha sakti Wesi Kuning merupakan ancaman yang serius bagi Ratu Ayu. Menghadapi kondisi semacam itu Ratu Ayu Kencana Wungu menggelar sayembara yang berbunyi “Barang siapa dapat membunuh Minak Jinggo akan mendapatkan hadiah diperbolehkan menikahi Ratu Ayu dan akan dijadikan Raja Majapahit.
Suatu malam Ratu Ayu bermimpi mengenai petunjuk bagaimana cara mengatasi pemberontakan Minak Jinggo, yaitu dengan mengutus seorang pemuda pengurus kuda sang patih bernama Damarwulan. Keesokan harinya Ratu Ayu memrintahkan Patih Logender untuk menemukan Damarwulan dan mengutusnya untuk membunuh Minak Jinggo.
Lalu muncullah Damarwulan sebagai pemuda yang disukai banyak orang, memiliki paras tampan dan berbudi perkerti baik. Damarwulan diperlihatkan sebagai tokoh utama yang disanjung semua orang sedangkan Minak Jinggo diperlihatkan tokoh jahat buruk rupa yang dibenci semua orang.
Sang patih sendiri yang bernama Logender memiliki dua putra bernama Layang Seto dan Layang Kumitir yang membeci dan sering menyiksa Damarwulan dan memiliki seorang putri bernama Anjasmoro yang justru menyukai Damarwulan. Sang patih bisa dengan mudah menemukan Damarwulan dan memerintahkannya untuk pergi membunuh Damarwulan. Maka berangkatlah Damarwulan untuk membunuh Minakjinggo seperti yang diperintahkan.
Namun di dalam hati Patih Logender sebenarnya menginginkan putranya yang akhirnya mampu membunuh Minakjinggo, menikahi Ratu Ayu dan menjadi Raja Majapahit. Maka disusunnya rencana busuk untuk membuat keinginannya itu menjadi kenyataan.
Di sisi lain, Damarwulan mampu membuat dua selir Minak Jinggo Dewi Wahita dan Dewi Puyengan untuk mencuri gadha sakti Wesi Kuning Minak Jingg dan memberikannya kepada Damarwulan. Akhirnya Damarwulan mampu memenggal kepala Minak Jinggo dan segera kembali ke Majapahit.
Ditengah perjalanan ke Majapahit, Damarwulan dihadang Layang Seto dan Layang Kumitir. Damarwulan berhasil didorong ke jurang oleh keduanya. Lalu keduanya kembali ke Majapahit dan mengaku bahwa mereka berdua yang mampu mengalahkan Minak Jinggo. Namun hal ini membuat Ratu Ayu ragu akan kebenaran paengakuan itu. Sedangkan Damarwulan tenyata masih hidup karena ditolong arwah ayahandanya dan segera kembali ke Majapahit.
minak jinggo, cerita damar wulan, blambangan, umbul umbul blambangan, legenda damar wulan, cerita damarwulan dan minakjingga, minak jinggo dan damarwulan, pusaka minak jinggo, cerita legenda damarwulan, cerita legenda damar wulan
Cerita Damar Wulan wujud dalam bentuk wayang
Mengetahui Damarwulan kembali ke Majapahit, Ratu Ayu yakin bahwa yang membunuh Minak Jinggo sebenarnya adalah Damarwulan. Ratu Ayu mengambil keputusan untuk mengadakan adu tanding antara duo Layang Seto dan Layang Kumitir dengan Damarwulan. Siapa yang menang, dialah yang dinyatakan sebagai juara sayembara dan berhak menikahi Ratu Ayu serta menjadi Raja Majapahit. Adu laga digelar dan Damarwulan yang akhirnya menang. Damarwulan menjadi Raja Majapahit dan memperistri Ratu Ayu Kencana Wungu.
Melihat kenyataan itu, Patih Logender ambil tindakan. Dia mengarahkan Layang Kumitir untuk merangkul kerajaan-kerajaan kecil yang berniat memberontak kepada Majapahit untuk menggelar pemberontakan secepatnya. Patih juga mengarahkan agar Layang Seta membujuk dua orang saudara Damarwulan untuk memerangi Damarwulan dan membunuhnya.
Ketika Damarwulan menghadapi dua orang saudaranya itu, arwah ayahanda Damarwulan kembali hadir dan melerai duel ketiga putranya tersebut. Selanjutnya tiga bersaudara ini bersama-sama menghadapi para pemberontak dan berakhir dengan kemenangan. Begitulah kisah Damarwulan, pemuda tampan pujaan semua orang.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes