Breaking News
Home / Banyuwangi / PESONA GANDRUNG SEWU DI BANYUWANGI

PESONA GANDRUNG SEWU DI BANYUWANGI

Gandrung Sewu menggebrak Surabaya – Perayaan ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia ( Korpri ) ke 44 di Surabaya, berlangsung meriah dengan persembahan kesenian khas Banyuwangi, tari Gandrung yang ditampilkan secara kolosal atau yang lebih dikenal sebagai Gandrung Sewu.

Gandrung Sewu jadi ajang selfie di HUT Korpri 2015.
Para PNS berselfie ria dengan latar Gandrung Sewu (sumber : Detik.com)

Ribuan PNS yang mengikuti jalannya upacara HUT Korpri di lapangan Makodam V Brawijaya, Senin (30/11/2015), terpesona oleh penampilan gemulai gerak para penari Gandrung Sewu Banyuwangi. Tampilnya 1.200 penari yang membawakan fragmen “Indonesia Ayo Kerja” itu membuat heboh upacara yang tadinya khidmat.

Ayo jepret. (Sumber : Tribunnews.com)
Fragmen Gandrung Sewu “Indonesia Ayo Kerja” (sumber : Detik.com)

Kekhidmatan upacara yang dipimpin Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, berubah menjadi heboh, saat ribuan penari gandrung masuki dua sisi gerbang lapangan Makodam. Tak tertahankan lagi, para peserta upacara berebut berfoto selfie dengan latar jejeran apik penari Gandrung.
Terik matahari seolah tak bisa membatasi pesona anggun ribuan gandrung yang dengan cantik mengibaskan merahnya sampur (selendang tari), sambil menggelorakan seruan semangat para abdi negara untuk membangun bangsa Indonesia.
Saat jejeran ribuan penari sedang asyik menampilkan fragmen, banyak peserta upacara yang sengaja keluar barisan mengabadikan gambar dan berfoto bersama. Dengan asyik mereka mengabadikan barisan penari gandrung dengan kamera ponsel atau kamera yang sengaja mereka bawa.
Dengan berbagai komentar bangga sambil berpose, para PNS ini mengungkapkan keseruannya bisa melihat secara langsung akbarnya penampilan gandrung sewu.
“Salut, bangga, seneng bisa lihat ribuan penari gandrung langsung seperti ini. Kompak ya narinya,” ujar Fitri yang sambil mengajak kawan-kawan lainnya untuk berpose bareng.

Gandrung Sewu di lapangan Makodam Brawijaya, Surabaya.
Penampilan Gandrung Sewu di HUT Korpri ke 44 (sumber : Twitter.com)

“Fragmen Indonesia Ayo Kerja ini menggambarkan ajakan bagi para PNS atau abdi negara untuk berkarya dan terus bekerja mewujudkan Nawacita. Sesuai program Presiden untuk semangat membangun negeri,” ujar Sekretaris Korpri Banyuwangi, Bambang Wahyudi.
Bagi para penari Gandrung dan masyarakat Banyuwangi pada umumnya, tampilnya Gandrung Sewu di acara yang berskala nasional ini juga membawa kebanggaan. Pasalnya, kesenian yang masuk dalam Banyuwangi Festival ini dipilih sendiri oleh presiden Jokowi untuk tampil di acara ini. Tidak diketahui darimana Jokowi mengetahui tentang Gandrung Sewu dan mengapa Gandrung Sewu yang dipilih untuk mengisi acara HUT Korpri. Bagaimanapun juga penunjukkan ini menjadi kehormatan tersendiri bagi seluruh masyarakat Banyuwangi. Ini adalah penampilan kedua Gandrung Sewu dalam tahun ini setelah pertunjukan Gandrung Sewu di Pantai Boom bulan September 2015.
Semula disiapkan 1000 penari untuk mengisi acara HUT Korpri ini. Mereka berlatih di Stadion Diponegoro Banyuwangi sebagai persiapan. Namun di hari H ternyata jumlah penari yang tampil bertambah hingga mencapai 1.200 penari. Mereka diberangkatkan dari Banyuwangi dengan menggunakan 22 bus.
Tari Gandrung menyimbolkan kegiatan masyarakat agraris Banyuwangi yang rajin bekerja sebagai petani. Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen, mereka selalu menanggap Gandrung.
Dengan tampil di acara nasional, membuat Gandrung semakin dikenal luas dan semakin banyak orang-orang yang terbuai oleh pesona tarian Gandrung dan penarinya. (sumber : Detik.com)
Berikut penampilan Gandrung Sewu membawakan fragmen “Indonesia Ayo Kerja” :

Sumber : Beritasatu.com
sumber : Klikpositif.com
sumber : Tribunnews.com
sumber : Tribunnews.com
sumber : Tribunnews.com
sumber : Tribunnews.com
sumber : Beritasatu.com


Gandrung Sewu Di HUT Korpri Ke 44 Di Lapangan… oleh banyuwangibagus

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes