Breaking News
Home / Banyuwangi / PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI. Berwisata ala backpacker ke Banyuwangi, selain hotel dan homestay, ada alternatif tempat menginap yang pas di kantong dan pas di hati pula. Betapa tidak, sudah tarifnya murah, letaknya di tengah kota Banyuwangi. Apa nggak keren tuh.

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI

ANGGUN HOMESTAY (UMYAH POJOK SAWAH) adalah Homestay / Penginapan yang Terletak di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi – Jawatimur, tepatnya Di belakang Statiun Kereta Api Karangasem, dimana stategis di pusat tengah kota. sehingga bila berencana mengunjungi tempat wisata wisata banyuwangi tidaklah jauh. seperti contoh bila kita mengujungi Kawah Gunung Ijen, Taman Nasional Baluran, Pulau merah, Sukomade (Wisata Penyu), dari tempat kami hanya ditempuh 1,5 – 2 jam.

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI Di Belakang Stasiun Karangasem – Banyuwangi. Jarak dari stasiun 200 Meter (jalan kaki +/- 10 Menit). Bisa Dijemput di Stasiun Karangasem. Cocok Untuk Turis, Backpacker dan Keluarga. Murah, Nyaman dan Bersih.

ANGGUN HOMESTAY di balut suasana asri atau natural, menyatu dengan alam. sehingga cocok untuk peristarahatan perjalanan jauh dengan suasana baru khas pegunungan Banyuwangi. Kami memberikan tarif murah dengan tetap menjaga kebersihan dan kenyaman kamar dan lingkungan. Tarif per kamar (kapsitas mzx 2 orang) hanya 60 Ribu. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi kami di 081217109943 / 085904123758 (Mas yanto).

Pemandangan depan Homestay terhampar sawah dan kepulauan Bali, dan bila menjelang matahari terbit (SUNRISE), terlihat keindahannya

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI
PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI
PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI
PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI

 

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes