•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / Pantai Rajegwesi Banyuwangi

Pantai Rajegwesi Banyuwangi

Pantai Rajek Wesi

Banyuwangi memang dikenal dengan wisata pantainya yang cantik dan menarik, kabupaten paling timur pulau Jawa ini menghadirkan banyak pesona pantai yang tak kalah cantik dengan pantai unggulan lainnya di Indonesia. Tak salah Pemkab Banyuwangi menjadikan pantai sebagai wisata unggulan di Banyuwangi, salah satunya Pantai Rajegwesi.

Pantai Rajegwesi terkenal dengan suasana pantainya yang cantik dan alami, hal tersebut dibuktikan dengan elemen-elemen pantai yang menyusunnya. Di antaranya ialah hamparan pasir pantai yang putih kecokelatan sungguh memanjakan mata, warna airnya yang jernih memuaskan hasrat pengunjung yang melihatnya, untaian dedaunan di pinggir pantai menambah keasrian suasana, bias kehijauan warna air laut membuat mata yang pernah mengunjungi rindu untuk mengunjunginya kembali.

Pantai Rajegwesi sendiri terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran arah selatan kota Banyuwangi, terletak di kawasan taman nasional (TMN) Meru Betiri, dekat dengan green bay (Teluk Hijau) dan pantai Sukamade. Untuk menuju ke pantai ini, kita bisa menggunakan roda dua atau roda empat, jika berjalan dari kota Banyuwangi dapat tiba di pantai dengan waktu kurang lebih 3 jam.

Rizal, salah satu pengunjung mengatakan, pantai Rajegwesi sangat tepat digunakan untuk bersantai dan berenang, karena ombaknya tidak terlalu besar dan tenang. “Pantainya bagus masih alami dan bersih enak sekali buat santai, ombaknya yang tenang dan gelombang yang tidak terlalu tinggi sangat tepat buat renang,” terang lelaki 24 tahun tersebut, Minggu (15/02/15).

Rizal manambahkan pantai Rajegwesi sendiri memiliki karakter atau keunikan tersendiri dibandingkan dengan pantai selatan lainnya. Di samping pantainya yang masih bersih dan perawan, pemandangannya juga tak kalah menarik selain bisa melihat laut lepas, juga bisa melihat gundukan bukit yang merupakan lekukan tanjung disamping pantai Rajegwesi sendiri. Hadirnya kapal nelayan dibibir pantai juga menambah kesan lebih humanis

“Viewnya keren, sepanjang mata memandang kita bisa menyaksikan hamparan laut yang luas, selain itu di ujung pantai juga terjejer bukit-bukit yang hijau dan meneduhkan mata, ditambah lalu-lalang kapal-kapal nelayan yang hendak bersandar, menambah kesan lebih ramah dan humanis,” pungkasnya.

Check Also

BANYUWANGI ETHNO CARNAVAL

Banyuwangi Ethno Carnival 2015 - Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 kembali digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema Usingnese Royal Wedding atau pernikahan suku Using. Karnaval ini diikuti ratusan peserta yang menampilkan ragam pengantin ala suku Using dalam balutan kostum kontemporer.Pengantin Using (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)"Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri," papar Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi cat walk sepanjang 70 meter.Pagelaran diawali oleh parade Tari Gandrung kolosal. Setelah itu disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak "munjilan".Ritual perang bangkat ini diawali dengan "padu-paduan" atau sahut-menyahut antarperwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya.Penonton menyemut di Taman Sritanjung (sumber : Dani Firmansyah, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan penampil khusus BEC dari mancanegara. Kemudian menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring pengantin Using.Warga asing yang tampil bak penari Gandrung (sumber : Liputan6.com)Berikutnya penampil utama The Usingnese Royal Wedding menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang modern dan kontemporer. Dibawakan oleh sekitar 200 talent yang dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, orange dan ungu.Salah satu peserta dengan kostum Sembur Kemuning (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Peserta dengan kostum Mupus Braen Blambangan (sumber : Idda Rafsanjani, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak.Peserta dengan kostum Sekar Kedaton Wetan (sumber : Ida Rafsanjani , Grup FB Banyuwangi Bersatu)BEC BERTEMA LOKALPada Banyuwangi Ethno Carnival tahun sebelumnya Banyuwangi mengangkat tema Gandrung dan Barong Using.Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.Hal ini karena mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi."Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global," tutur Anas."Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using," katanya.Untuk tahun berikutnya, panitia telah menetapkan tema Banyuwangi Ethno Carnival 2016 yaitu Legenda Sritanjung-Sidopekso. Dipastikan tema Sritanjung ini akan sangat menarik karena berhubungan dengan legenda asal usul Banyuwangi. Tunggu tanggal mainnya.