Breaking News
Home / Banyuwangi / PANTAI PANCUR BANYUWANGI

PANTAI PANCUR BANYUWANGI

PANTAI PANCUR BANYUWANGI

PANTAI PANCUR BANYUWANGIPANTAI PANCUR BANYUWANGIr adalah sebuah tempat dimana air tawar kecil alami mengucur dekat pantai. Pancur merupakan tempat yang teduh dan sangat cocok untuk bersantai. di sana juga ada tempat untuk berkemah. Para pengunjung bisa mendirikan tenda perkemahan disana. Para pengunjung dapat menginap sambil menikmati suara deburan ombak dan suara binatang lisr dari hutan. Pancur terletak 3 km dari Trianggulasi.
Taman Nasional Alas Purwo tidak hanya memiliki Pantai Plengkung yang indah. Ada juga Pantai Pancur yang tak kalah cantiknya. Letaknya berada dekat Resor Pancur, sekitar 5 km dari pos Rowobendo (pintu masuk Taman Nasional Alas Purwo) atau 3 km dari Trianggulasi.

Diberi nama Pancur karena di dekat Pantai Pancur ini kita akan menemukan aliran sungai kecil dan berair tawar yang bermuara seperti air terjun kecil atau pancuran atau air mancur yang membentuk aliran air di pasir dan langsung bertemu dengan air laut, sebuah keunikan yang menjadi nilai tersendiri di pantai ini. Karena itulah, mengapa pantai ini disebut pantai Pancur.

PANTAI PANCUR BANYUWANGI, Hamparan pasir putih membentang luas dan lumut-lumut hijau tumbuh di bebatuan yang ada di bibir Pantainya. Deburan ombak yang dipadu dengan pemandangan putih dan hijau di Pantainya terlihat sangat cantik. Pantai Pancur mempunyai bentangan pasir putih yang panjang. Pantainya pun landai dan aman untuk dikunjungi anak-anak maupun dewasa. Tempatnya yang teduh sangat cocok untuk berkemah, sehingga wisatawan bisa mendirikan tenda perkemahan.

Wisatawan dapat juga menginap sambil menikmati suara deburan ombak dan suara binatang liar dari hutan. Di Pantai ini tersedia berbagai fasilitas seperti warung, kamar mandi, tempat parkir dan juga musholla.

Selain itu, pemandangan matahari terbenam di sore hari juga menambah pesona pantai ini. Sekitar 2km sebelah utara Pantai Pancur, pengunjung dapat mengunjungi gua Istana dan Sendang Srengenge yang memiliki nilai magis bagi masyarakat sekitar. Tidak jauh dari Pancur, terdapat juga karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Parang Ireng’, yang memiliki bentangan pasir besar-besar yang sering disebut dengan pasir gotri.

Air lautnya yang jernih berwarna biru yang menenangkan. Dengan kontur pantai yang landai, membuat pantai ini cukup aman dikunjungi anak-anak. Mereka bisa bermain dengan bebas di bibir pantai. Pantai Pancur juga lokasi yang tepat untuk anda yang suka berkemah. Apalagi dengan adanya aliran sungai air tawar yang bisa digunakan untuk berbilas usai bermain di pantai. Di sekitar pantai juga banyak pepohonan yang bisa digunakan untuk berteduh dan memberikan warna hijau yang menyejukkan. Warna-warni yang ditawarkan Pantai Pancur menjadi pemandangan yang bagus untuk kamera anda. Di sekitar pantai juga banyak kera yang melintas. Jika anda tidak ingin bekal makanan anda diambil mereka, maka sebaiknya persiapkan kacang untuk mereka. Mereka sebenarnya cukub baik dan sangat lucu.

ikan bluntakAnda yang suka memancing bisa menangkap lobster atau udang di sini. Ada pula kerang yang bisa anda tangkap. Jika anda beruntung anda bisa mendapatkan ikan beluntak yang mirip landak karena memiliki bulu berduri di sepanjang tubuhnya. Atau jika anda tidak ingin lelah menangkap sendiri, anda bisa membeli di nelayan setempat, selepas mereka selesai melaut. Biasanya mereka tiba pada pagi hari. Cocok bagi anda yang berkemah dan ingin menikmati olahan ikan bakar segar. Ada pula warung yang bisa anda gunakan untuk bersantap siang sambil menikmati keindahan pantai. Selain warung, ada pula musholla dan area parkir. Tiket masuk ke pantai ini juga cukup murah hanya Rp 2.500 per orang. Untuk harga tiker parkir motor hanya Rp 3.000 dan mobil Rp 6.000. Tak jauh dari lokasi Pantai Pancur terdapat gua Istana dan Sendang Srengenge yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar. Cukup menakjubkan bukan kawasan Taman Nasional Alas Purwo, terpencil namun menyimpan sejumlah tempat menarik.

PANTAI PANCUR BANYUWANGI

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes