•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi

MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi

MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi. Salam RAPI 51-55 Pemberitahuan ini sekaligus undangan. Kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Lokal, Anggota RAPI & Simpatisan dimohon untuk hadir pada acara Musyawarah Wilayah RAPI Wilayah 02 Banyuwangi pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 12-3-2017
Waktu. : Jam 08.00.
Tempat. : Aula Perum Mendut Regency, Kelurahan Tamanbaru, Kec. Banyuwangi. (Barat SMPN 1 Bwi)
Acara : Pemilihan Ketua RAPI & DPPOW. Atas perhatian & kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
Demikian bunyi undangan MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi yang di sebarkan secara umum, baik di media sosial facebook, whatsapp dan di frekuensi repeater Rapi Banyuwangi 353.

MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi
MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi

Tujuan

Adapun tujuan diadakan MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi ini adalah untuk mempertanggungjawabkan hasil kerja Pengurus RAPI Wilayah 02 Banyuwangi periode 2012 – 2016 serta akan memilih pengurus baru untuk periode 2017 – 2021. Hadir lengkap seluruh ketua lokal dan anggota Rapi dari:
– Lokal 1 Seputar Banyuwangi Kota Sekitarnya
– Lokal 2 Seputar Kabat, Rogojampi dan sekitarnya
– Lokal 3 Seputar Srono, Muncar dan sekitarnya
– Lokal 4 Seputar Jajag, Benculuk, Randu Agung dan sekitarnya
– Lokal 5 Seputar genteng, glenmore, kalibaru dan sekitarnya.

Dalam MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi ini beberapa acaranya sebagai berikut :
-Lagu Indonesia Raya
-Mengheningkan Cipta
-Mars RAPI
-Pembacaan kode etik RAPI
-Laporan Ketua Panitia Pelaksana
-Sambutan :
-Ketua Wilayah 02 RAPI Banyuwangi
-Ketua Rapi Daerah 13 Jawa Timur
-D o a
-Dll

Hadir pula dalam Acara tersebut jajaran Forpimda kabupaten Banyuwangi, BMKG, BAsarnas, Diskominfo dan persandian serta perwakilan RAPIDA jawa timur.
Rapi selalu tampil di depan membantu masyarakat ketika ada bencana alam di wilayah yang tidak terjangkau dengan menggunakan telpon seluler serta pemantauan lalulintas di hari hari besar dengan membuat pos pos pantau yang akan di laporkan ke kantor pusat . Dan kegiatan organisasi selalu terkafer dengan baik. Untuk pengurus yang terpilih nantinya masih ada pekerjaan yang belum selesai maka kami berharap untuk pengurus yang baru segera menyekesaikan pekerjaan tersebut.

MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi
MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi

MUSWIL Musyawarah Wilayah 02 RAPI Banyuwangi

Setelah melalui debat dan diskusi panjang, akhirnya disepakati dengan suara bulat serta 1 (satu) suara Sah untuk memilih JZ 13 PVW (PRIYONO, SH. MM) atau nama udaranya Bapak Oyong yang beralamatkan di
JL. LAWU I NO.2 SINGOTRUNAN, BANYUWANGI sebagai Ketua RAPI Wilayah 02 Banyuwangi periode 2017 – 2021. Selamat bertugas Pak Ketua, 10-2 selalu…

Check Also

BANYUWANGI ETHNO CARNAVAL

Banyuwangi Ethno Carnival 2015 - Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 kembali digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema Usingnese Royal Wedding atau pernikahan suku Using. Karnaval ini diikuti ratusan peserta yang menampilkan ragam pengantin ala suku Using dalam balutan kostum kontemporer.Pengantin Using (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)"Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri," papar Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi cat walk sepanjang 70 meter.Pagelaran diawali oleh parade Tari Gandrung kolosal. Setelah itu disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak "munjilan".Ritual perang bangkat ini diawali dengan "padu-paduan" atau sahut-menyahut antarperwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya.Penonton menyemut di Taman Sritanjung (sumber : Dani Firmansyah, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan penampil khusus BEC dari mancanegara. Kemudian menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring pengantin Using.Warga asing yang tampil bak penari Gandrung (sumber : Liputan6.com)Berikutnya penampil utama The Usingnese Royal Wedding menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang modern dan kontemporer. Dibawakan oleh sekitar 200 talent yang dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, orange dan ungu.Salah satu peserta dengan kostum Sembur Kemuning (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Peserta dengan kostum Mupus Braen Blambangan (sumber : Idda Rafsanjani, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak.Peserta dengan kostum Sekar Kedaton Wetan (sumber : Ida Rafsanjani , Grup FB Banyuwangi Bersatu)BEC BERTEMA LOKALPada Banyuwangi Ethno Carnival tahun sebelumnya Banyuwangi mengangkat tema Gandrung dan Barong Using.Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.Hal ini karena mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi."Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global," tutur Anas."Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using," katanya.Untuk tahun berikutnya, panitia telah menetapkan tema Banyuwangi Ethno Carnival 2016 yaitu Legenda Sritanjung-Sidopekso. Dipastikan tema Sritanjung ini akan sangat menarik karena berhubungan dengan legenda asal usul Banyuwangi. Tunggu tanggal mainnya.