Breaking News
Home / Banyuwangi / JANGAN UYAH ASEM BANYUWANGI

JANGAN UYAH ASEM BANYUWANGI

Jangan Uyah Asem – Ada beragam kuliner khas Banyuwangi, salah satunya adalah Jangan Uyah Asem atau masyarakat suku Osing Banyuwangi biasa menyebutnya Uyah Asem.”Jangan” dalam bahasa Indonesia artinya adalah sayur. Bentuknya seperti sop, namun kuahnya pedas dan asam.
brt426739473
Memang untuk menikmati kuliner ini tidak semudah mencari kuliner Banyuwangi lain seperti Sego Tempong atau Rujak Soto, karena secara tradisional hanya disajikan pada acara tertentu saja.

Uyah asem biasanya dibuat dengan bahan dasar ayam kampung dan pepaya muda (kates enom).  Ayam kampung dipilih sebagai bahan utamanya karena mempunyai tekstur yang lebih padat daripada ayam potong atau ayam horen, selain itu rasanya juga lebih gurih.  Bumbu yang diperlukan untuk membuat masakan ini cukup sederhana, yakni terdiri dari cabe merah, cabe rawit, tomat, gula dan garam yang dicampur dan dihaluskan.  Jika ingin lebih memberikan rasa yang lebih asam lagi bisa ditambahkan dengan irisan-irisan belimbing wuluh sehingga rasanya asam namun tetap segar untuk proses masaknya. Cara memasaknya, ayam direbus hingga empuk, kemudian masukkan irisan pepaya mentah dan bumbu yang sudah dihaluskan. Masak sampai pepaya empuk dan bumbu sudah meresap,maka Uyah Asem pun siap dihidangkan.

Kuliner yang satu ini sangat cocok jika dinikmati saat suasana panas dengan ditemani nasi, sambal dan kerupuk. Rasanya kuah  yang pedas, asam dan gurih membuat kita akan kepanasan dengan pedasnya  namun sangat terasa di lidah.

Tapi jika Anda tidak sempat membuat sendiri, masih bisa menikmati makanan rumahan masyarakat Banyuwangi ini di Pondok Makan Bu Erni di Jalan Raya Glagah Dusun Jambean Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.Kedai sederhana ini menyediakan menu “Jangan Uyah Asem” yang isinya potongan besar ayam kampung yang rasanya gurih dan nikmat. Bu Erni (55) pemilik kedai mengatakan ia sengaja memilih menggunakan ayam kampung karena dagingnya lebih gurih dibandingkan ayam potong.

“Rasanya lebih keset. Kalau ayam potong kan lemaknya itu banyak yang nggak suka karena daging ayamnya kan nggak usah digoreng langsung dimasukkan ke kuah setelah dicuci bersih dan dipotong potong,” jelasnya.

Rasa asam yang dihasilkan dari kuah bening tersebut berasal dari potongan belimbing sayur. Istimewanya juga di tambahkan dengan daun wadung yang mempunya rasa asam, “Daun ditambahkan agar rasanya tambah segar. Belimbingnya saya ambil di halaman warung. Jadi masih segar,” tambahnya.

Jika anda memesan satu porsi, anda lengkap mendapatkan semangkuk Jangan Uyah Asem, sambal mentah yang rasanya pedas dan juga beberapa potong tempe. “Tempenya berbeda dengan yang lainnya karena dibuat dengan bungkus daun pisang. Tempenya buatan tetangga sini,” katanya.

Untuk nasi jangan khawatir, karena anda bebas mengambilnya sendiri bahkan bisa tambah tanpa perlu membayar lebih. Bu Erni mengaku memilih menu Jangan Uyah Asem karena menu rumahan tersebut jarang dijual di warung. “Kalau ada keluarga yang datang dari luar kota selalu minta dimasaki menu ini,” katanya.

Ia mengaku pelanggannya cukup banyak terutama mereka yang tinggal di luar kota. Namun tidak sedikit wisatawan yang menuju ke Gunung Ijen mampir ke warungnya. “Kebetulan di sini kan jalur menuju Gunung Ijen jadi banyak yang mampir ke sini,” katanya.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes