Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Jamu Gendong di Banyuwangi

Jamu Gendong di Banyuwangi

BanyuwangiPost.com BanyuwangiPost.com – Seputar Banyuwangi dan Indonesia

Jamu Gendong di Banyuwangi Higienis, Lho! – Jamu Gendong yang ada di Banyuwangi ternyata higienis, lho. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sendiri serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menggelar training bagi para pedagang jamu guna meningkatkan kualitas produk jamu yang diedarkan kepada masyarakat, khususnya melalui pada pedagang jamu gendong. Sebanyak sekitar 90 penjual jamu gendong sekaligus dan sebanyak 53 industri kecil obat tradisional (IKOT) mendapat bimbingan belajar dari pelatihan yang diadakan mengenai teknik pembuatan jamu yang higienis agar tetap sehat dikonsumsi oleh masyarakat luas.

jamu gendong di banyuwangi

Ilustrasi Jamu Gendong (Sumber Gambar: OkeZone)

Bupati Banyuwangi saat ini Abdullah Azwar Anas di daerah pimpinannya, Kabupaten Banyuwangi, pada hari Senin lalu mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan tersebut akan sangat bermanfaat sebagai upaya guna meningkatkan kualitas, mutu, dan keamanan serta kesehatan produk makanan dan minuman di daerah Kabupaten Banyuwangi.

Menurut beliau, jamu merupakan warisan tradisi leluhur di Indonesia, dan sebagai warisan tradisi leluhur, jamu mempunyai potensi pasar yang begitu besar. Karena itu pihak pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan fasilitas bagi para penggiat usaha jamu agar dididik dan diberikan pelatihan tentang cara bagaimana mengemas dan memproduksi yang baik dan benar. Pemasaran jamu itu sendiri dapat diintegrasikan seiring dengan pengembangan dan promosi bidang pariwisata yang terdapat di daerah Banyuwangi. Tentu, dengan kemasan yang lebih bagus dan menarik, akan membantu memberikan jaminan produksi yang higienis.

Ia menambahkan bahwa minuman jamu tradisional akan menjadi minuman unggulan bagi wisatawan yang sedang berlibur atau berada di daerah Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, pihak pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri membiasakan para pegawai untuk meminum jamu tradisional yang menyehatkan. Terutama, setiap hari Jumat, ia mengungkapkan bahwa Dinas terkait nantinya akan memberikan fasilitas pelaku usaha jamu agar bisa hadir di acara-acara pariwisata dan tujuan wisata. Botol yang digunakan oleh para penjual jamu gendong menurutnya persis dengan botol yang biasa digunakan oleh para penjual jamu eceran. Jika perlu, tambahnya, diganti dengan botol yang bermodel lebih unik dan bagus agar semakin menarik dilihat. Hal itu tentu akan mendorong peminat yang lebih besar terhadap jamu gendong di Banyuwangi.

Beliau juga akan meminta dinas terkait untuk memberikan fasilitas berupa botol-botol baru yang lebih menarik sebagai kemasan jamu gendong tradisional di Banyuwangi. Misalnya, menempelkan stiker khas Banyuwangi di botol-botol jamu tersebut. Pada tahun depan, beliau menambahkan, bahwa stiker seperti yang dimaksud bisa tersalurkan ke para penjual jamu gendong di Banyuwangi.

Penjual jamu gendong tradisional di Banyuwangi yang sebagian besar merupakan ibu-ibu sudah memperoleh bekal pengetahuan dalam hal memproduksi jamu yang higienis dan menyehatkan. Pengetahuan tersebut didapat langsung dari Direktur Pengobatan Herbal Indonesia, Mauizzati Purba. Mauzzati secara langsung menyampaikan bahwa jamu gendong yang notabene merupakan produk minuman kesehatan segar tradisional sebaiknya tidak boleh menggunakan bahan-bahan kimia. Penggunaan bahan-bahan kimia justru akan menghilangkan kesan tradisionalnya. Minuman kesehatan seperti jamu gendong tradisional, menurut beliau, tidak boleh dicampur dengan obat-obatan yang mengandung unsur bahan kimia yang kuat. Jamu gendong sebaiknya sekali dibuat langsung habis agar khasiat yang dikandungnya tidak berubah, sebagaimana tujuan awal dari masa ke masa pembuatannya.

Selain memisahkannya dari hal-hal yang bersifat kimiawi, menurut beliau, pedagang jamu gendong juga tetap harus memperhatikan keamanan minuman jamu itu sendiri. Di sini artinya, jelas beliau, selama proses pembuatan jamu tradisional, ibu-ibu harus menggunakan masker penutup mulu agar bakteri yang ada di dalam tubuh manusia tidak berpindah ke dalam jamu yang sedang dalam proses pembuatan. Ditambah, begitu juga dengan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatannya, harus tetap steril dan higienis. Hal-hal tersebut dapat membuat jamu gendong yang dijual di Banyuwangi pun bisa tetap steril dan menyehatkan. Menurut beliau juga, botol kaca sebagai waduh jamu harus tetap steril dengan terendam di dalam air panas agar kuman dan bakteri yang terkandung di dalamnya dapat dimusnahkan.

Hal-hal di atas akan membantu naiknya popularitas jamu gendong di Banyuwangi yang nantinya akan terkenal sebagai jamu gendong yang higienis. Sangat baik jika digabungkan dengan konsep pariwisata, sebab dari segi pariwisata, Banyuwangi saat ini sudah mendapat pamornya. Ditambah dengan peran jamu gendong tradisional yang higienis di Banyuwangi akan menjadi nilai tambah bagi para pengunjung yang berlibur di Banyuwangi.

The post Jamu Gendong di Banyuwangi Higienis, Lho! appeared first on BanyuwangiPost.com. by Admin

Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …