Breaking News
Home / Banyuwangi / Hiu Banyuwangi

Hiu Banyuwangi

1051515IMG20150621081100780x390

Seorang wisatawan lokal berenang dan memotret ikan hiu di Bangsring Underwater (Bunder), Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur. Pengelola tempat wisata itu menyediakan atraksi berenang bersama ikan hiu yang dikarantina karena sedang dalam masa penyembuhan dari luka akibat tertangkap nelayan dan setelah sembuh ikan hiu tersebut dilepasliarkan ke laut.

Hiu Banyuwangi, Pengunjung bercengkerama dengan hiu jinak di Wisata Bangsring Underwater.
Wisata Bangsring Underwater (Bunder) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur makin terkenal. Pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan terumbu karang dasar laut. Yang mengasyikkan, pengunjung bisa melihat ikan hiu yang sudah dijinakkan. Di tempat wisata yang biasa digunakan snorkeling tersebut, kini dilengkapi lima ekor jenis hiu sirip hitam. Hiu-hiu itu dikurung dalam karamba di samping rumah apung di Pantai Bangsring. Hiu yang berukuran sekitar 30–50 cm itu sengaja ditaruh di karamba. Para pengunjung yang sedang snorkeling atau singgah di rumah apung tersebut diperbolehkan mendekat ke hiu-hiu jinak itu. Bahkan, banyak para pengunjung yang masuk ke dalam karamba untuk sekadar berenang bersama hiu dan berfoto dengan hiu-hiu itu. Saat masuk ke dalam karamba, semula koran ini takut kena gigit hiu.Ternyata, kesan hiu seram tersebut sirna setelah masuk ke karamba. Hiu-hiu tersebut malah mendekat. Kadang juga menyundul bagian tubuh. Hiu-hiu itu seolah menyapa kedatangan tamu yang tak diundang. ”Ini pengalaman bagi sayabisa renang dengan hiu. Ternyata di Banyuwangi sudah ada. Seperti yang di Karimun Jawa,” ujar Hendri, salah seorang pengunjung. Terkadang, hiu itu aktif berputar-putar mencoba menabrak tubuh para pengunjung yang masuk ke karamba. Itu cukup membuat kaget orang yang ditabrak hiu tersebut. Tetapi, para pengunjung yang ditabrak hiu itu tidak perlu risau. Hiu-hiu tersebut tidak akan menggigit. Sebab, sebelum diajak bermain, hiu-hiu itu terlebih dulu diberi makan. ”Kami beri makan ikan ini setiap hari. Umurhiu-hiu itu lima bulanan,” terang Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti Ikhwan Arief. Awalnya, hiu-hiu di karamba itu didapat dari jaring nelayan setempat dan mengalami luka karena terkena jaring. Untuk menyelamatkan para hiu tersebut, para nelayan memutuskan merawat hiu itu sementara di karamba. Nanti hiu tersebut dilepas kembali kalau sudah sembuh. ”Awalnya, ya kami hanya selamatkan hiu-hiu itu. Tapi, ternyata banyak pengunjung yang suka dan ingin melihat mereka dari dekat. Nanti kalau hiu itu sudah sembuh, akan kami lepas lagi,” pungkasnya. Sebagaimana diketahui, hiu sirip hitam berasal dari famili Carcharhinidae. Mereka sering dijumpai di perairan tropis dan nontropis di seluruh dunia. Ukuran tubuhnya bisa mencapai sekitar 1,5 meter. Setiap jenis hiu itu memiliki ujung hitam di ujung sirip punggung, perut, dan sirip lainnya. Hiu sirip hitam dikenal sering membuat lompatan melingkar di atas air ketika menyerang kumpulan ikan kecil yang menjadi mangsanya.

Seorang wisatawan lokal berenang dan memotret ikan hiu di Bangsring Underwater (Bunder), Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (18/2). Pengelola tempat wisata itu menyediakan atraksi berenang bersama ikan hiu yang dikarantina karena sedang dalam masa penyembuhan dari luka akibat tertangkap nelayan dan setelah sembuh ikan hiu tersebut dilepasliarkan ke laut. ANTARA FOTO/Seno/ss/ama/15.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes