Breaking News
Home / Banyuwangi / BERLIBUR DI BANYUWANGI

BERLIBUR DI BANYUWANGI

Berlibur Sehari di Banyuwangi – Berlibur sehari keluar kota mungkin kurang memuaskan, karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan menjangkau banyak obyek wisata di kota tujuan. Namun tidak sedikit traveler yang memanfaatkan hari libur yang singkat, seperti pada hari Minggu atau hari libur kejepit, sebagai kesempatan berwisata untuk refreshing dari rutinitias pekerjaan. Nah, bagaimana kalau ingin berlibur ke Banyuwangi, tapi hanya punya waktu sehari? Berlibur sehari di Banyuwangi.Berlibur dengan waktu sehari di Banyuwangi tentu sangat kurang, mengingat obyek wisata yang berada di Banyuwangi letaknya tersebar di berbagai wilayah, dan seperti diketahui Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah yang luas. Apalagi beberapa obyek wisata populernya, seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung dan Pantai Sukamade letaknya satu dengan lain cukup berjauhan.
Tapi tentu saja kondisi ini bukan bukan halangan bagi traveler berwisata ke Banyuwangi dengan waktu sehari. Kuncinya adalah perencanaan perjalanan yang matang dan efisiensi waktu.
Nah kabar baiknya bagi traveler yang berencana berlibur ke Banyuwangi, Anda punya 4 pilihan jalan masuk ke Banyuwangi yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur perjalanan Anda sesuai moda transportasi yang akan digunakan dan lokasi wisata yang ingin dikunjungi, yaitu :1. Lewat jalur pantura dari arah Kabupaten Situbondo, Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis atau travel) atau mobil pribadi.
2. Jalur timur lewat laut dari pelabuhan Ketapang.
3. Lewat jalur barat dari arah Kabupaten Jember, pilihan moda transportasinya lebih beragam. Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis, travel atau kereta api) atau mobil pribadi.
4. Lewat udara turun di Bandara Blimbingsari, di Kecamatan Rogojampi.
Lihat : Info Perjalanan keBanyuwangi
Dari ke 4 jalur alternatif masuk ke Banyuwangi tersebut, untuk saat ini (2015), jalur udara paling tidak direkomendasikan mengingat jadwal penerbangan ke Banyuwangi dari Surabaya tidak mendukung rencana berwisata sehari di Banyuwangi, karena dalam sehari baru ada sekali jadwal penerbangan ke Bandara Blimbingsari, yaitu pada siang baru.
Berikut tips berlibur sehari di Banyuwangi agar dengan waktu yang sangat terbatas dapat mengunjungi lokasi wisata yang ingin dilihat :
– Buat skala prioritas.Rencanakan dari awal lokasi wisata mana yang ingin dikunjungi secara berurutan berdasarkan jaraknya yang berdekatan. Tentunya Anda telah mengumpulkan informasi sebelumnya. Anda bisa mempertimbangkan berbagai pilihan rencana perjalanan wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi dalam sehari di bagian akhir tulisan ini.
– Sesuaikan tujuan tempat wisata di Banyuwangi yang ingin dikunjungi dengan jalur transportasi.Jika tujuannya tempat wisata yang berada di wilayah Banyuwangi timur dan sekitarnya, seperti Baluran, Pantai Bangsring, Kawah Ijen, maka pilih jalur pantura melalui Kabupaten Situbondo. Sebaliknya jika tujuan utamanya tempat wisata di wilayah Banyuwangi selatan dan barat, seperti Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade, maka sebaiknya melalui jalur barat dari arah Kabupaten Jember.
– Efisienkan waktu. Agar waktu yang sempit termanfaatkan secara maksimal, usahakan saat subuh sudah sampai di Banyuwangi. Untuk sekedar mandi atau cuci muka, Anda bisa memanfaatkan fasilitas kamar mandi di SPBU. Atau Anda bisa berhenti di tempat makan yang memiliki fasilitas kamar mandi representatif, sekalian Anda gunakan untuk sarapan sebelum mulai berlibur di Kabupaten Banyuwangi dalam waktu sehari. Bahkan jika Anda cocok dengan makanan di tempat makan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan untuk meminta disiapkan nasi kotak sebagai bekal makan siangnya. Dengan bekal tersebut Anda tidak usah repot memikirkannya pada saat waktu makan siang nanti di perjalanan atau di tempat wisata yang sedang Anda kunjungi kebetulan sulit ditemukan penjual makanan.
PAKET RENCANA PERJALANAN SEHARI DI BANYUWANGIBerikut disajikan beberapa alternatif paket perjalanan wisata sehari di Banyuwangi yang bisa Anda pilih. Paket wisata sehari di Banyuwangi ini disusun berdasarkan jarak antar lokasi wisata yang berada dalam jalur perjalanan yang sama atau searah, yang dikelompokkan berdasarkan jalur masuk ke Banyuwangi, yaitu dari arah Pantura (dari Situbondo) dan arah Barat (dari Jember).
Ke Banyuwangi Via Situbondo (Pantura)Jika anda datang dari arah Situbondo, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Bangsring – Watu Dodol – Banyuwangi kota. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB.
Alternatif 1 :
– Tujuan : City tour – Pulau Merah – Rajegwesi- Teluk Hijau.- Langsung menuju Taman Sritanjung. Di sini Anda bisa istirahat, Sholat Subuh (tergantung waktu kedatangan) di Masjid Baiturrohman, mandi dan sarapan.
– pulang via jember
Alternatif 2 :
– Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi.
– pulang via Situbondo.
Alternatif 3 :
– Tujuan : Kawah Ijen-Kemiren-Air terjun Jagir-Watu dodol
– Pulang via Situbondo.Alternatif 4 :- Baluran-city tour-Pulau Merah-Pancer/Wedi Ireng.
– pulang via jember
Alternatif 5 :
– Tujuan : City tour, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan, Plengkung),
– pulang via Jember
Ke Banyuwangi via Jember (jalur barat)Jika Anda masuk dari arah Jember, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Kalibaru – Glenmore – Genteng atau Jajag. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB.
Alternatif 1 :
– Tujuan : Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, Pulau Merah, City tour Banyuwangi.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi.
– Pulang lewat Situbondo.
Alternatif 2 (full pantai) :
– Tujuan : Pulau Merah – Rajegwesi – Teluk Hijau – Sukamade.
– Pulang via jember.
Alternatif 3 :
– Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.
– Pulang via situbondo.
Berdasarkan paket rencana perjalanan sehari di Banyuwangi tersebut, diperkirakan traveler dapat menyelesaikan antara pukul 17.00 WIB-19.00 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes