•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / BANYUWANGI BATIK FESTIVAL

BANYUWANGI BATIK FESTIVAL

Banyuwangi Batik Festival 2015 – Puncak acara Banyuwangi Festival 2015 yang bertema motif batik Paras Gempal berlangsung meriah. Penonton membludak di Lapangan Blambangan tempat berlangsungnya acara, Sabtu malam (10/10/2015) . Mereka tidak beranjak hingga akhir pertunjukan menyaksikan berbagai kreasi busana batik Banyuwangi yang bermotif Paras Gempal dibawakan puluhan model.

Banyuwangi Batik Festival 2015 tema Paras Gempal.
Salah satu desain Irma Lumiga (foto : Twitter.com/harycahyo_p)

Tema Paras Gempal yang diusung Banyuwangi Batik Festival tahun ini adalah salah satu motif batik khas Banyuwangi. Paras adalah batu cadas, sedangkan gempal berarti runtuh. Secara filosofis motif paras gempal mengandung makna kerukunan dan kesolidan bak batu akan membuat masyarakat tidak runtuh.
Dalam pagelaran ini batik Banyuwangi ditampilkan baik oleh pelaku industri kecil menengah (IKM), desainer lokal maupun desainer nasional. Para pelaku model lokal yang terpilih dari acara Fashion On Pedestrian sehari sebelumnya, ikut ditampilkan.
Desain- desain busana batik yang tampil menunjukkan perkembangan kreativitas yang luar biasa dari para pelaku IKM dan desainer lokal. Salah satu desainer lokal, Anita Yuni, secara khusus menampilkan koleksinya yang bertema Imaginary Angels (Sritanjung’s Soul).

Batik tema Sritanjung's Soul karya Anita Yuni.
Desainer lokal Anita Yuni dan busana karyanya (foto : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Tampilnya para desainer batik nasional tidak hanya menampilkan busana batik Banyuwangi dengan desain yang elegan dan berkelas, namun juga memberikan inspirasi bagi desainer lokal.
Seperti Irma Lumiga, desainer asli Banyuwangi yang telah sukses di Bali, menyuguhkan koleksi motif batik “Paras Gempal” bertema ”Gemah Ripah” yang menggambarkan Banyuwangi yang aman, makmur dan subur. Dengan nuansa hitam putih, Irma mendesain 26 koleksi batik dibawakan oleh model dari Rumania, Rusia, Italia dan Denmark.

Busana batik Gemah Ripah karya Irma Lumiga.
Busana karya desainer Irma Lumiga bertema “Gemah Ripah” dibawakan para model asing (foto kompilasi Detik.com)

Desainer nasional lain yang tampil adalah Priscilla Saputro yang selama ini membidani busana batik Miss World dan Putri Indonesia.
Priscilla membawakan koleksi dengan tema Dramatic Carnival Off Beat, sebanyak 60 busana batik didesain dengan citarasa internasional. Koleksi Priscilla dibawakan oleh model model yang spesial seperti Putri Indonesia Anindya Kusuma Puteri.

Tampilan Putri Indonesia 2015 (foto : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Motif ”Paras Gempal” diterjemahkan Priscilla dalam koleksi kostumnya yang modern dengan warna-warna cerah. Tema ini terinspirasi dari kemeriahan pagelaran seni dan budaya Banyuwangi yang berhasil memadukan budaya tradisional dan kontemporer.

Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Puteri bersama Priscilla Saputro (foto : Kompas.com)

“Lewat berbagai even seni dan budaya tersebut, Banyuwangi mampu menampilkan transformasi budaya bagi kalangan generasi muda. Ini menginspirasi kami untuk bisa menuangkannya dalam sebuah desain fashion,” kata Priscilla. Selain itu warna-warna batik yang cerah sangat cocok dengan budaya pop yang segmennya anak muda.
Priscilla mengatakan, usai gelaran Banyuwangi Batik Festival, dia akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, Indonesia Fashion Week (IFW) 2016 di Jakarta.

Akhir Februari 2016 mendatang, batik Banywuangi akan saya tampilkan secara khusus di IFW. Cutting dan pemilihan warnanya akan saya buat dengan citarasa internasional. Kami ingin membawa batik Banyuwangi untuk dunia,” kata Priscilla.

Pada 2015 lalu, Priscilla telah menampilkan batik Banyuwangi di IFW. Lewat sentuhannya, dia dinilai sukses menampilkan batik Banyuwangi menjadi sebuah balutan desain yang kontemporer dan elegan.
Selain penampilan para model, Banyuwangi Batik Festival 2015 juga menghadirkan diva pop Krisdayanti dan artis dangdut Banyuwangi, Danang jebolan Dangdut Academy Indosiar. Keduanya tampil dengan busana khusus dengan motif batik Banyuwangi.

Press conference Banyuwangi Batik Festival 2015 di Pendopo Banyuwangi (foto: Detik.com)

Sejak pertama kali digelar pada tahun 2013, hingga kini Banyuwangi Batik Festival telah mampu menjadi media bagi peningkatan kualitas busana batik daerah, seiring dengan puluhan workshop yang digelar Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kualitas batik para perajin lokal.
Pagelaran Banyuwangi Batik Festival seakan menjadi panggung yang menegaskan eksisteni batik Banyuwangi dan wujud keseriusan Pemkab Banyuwangi dalam mengangkat kekayaan budaya daerah, khususnya batik, agar semakin diminati masyarakat, baik sebagai fashion maupun sebagai identitas daerah.
Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang berkesempatan menyaksikan langsung festival itu mengatakan, batik bukan hanya sekadar produk busana, tapi juga mencerminkan kepribadian dan budaya bangsa. Batik juga telah menjadi salah satu identitas warga Indonesia di mancanegara.
”Mengangkat eksistensi batik merupakan pekerjaan yang merepresentasikan budaya dan karakter bangsa. Banyuwangi patut menjadi contoh bagi daerah lain. Mencintai batik berarti juga mencintai produk-produk dalam negeri, dan ini akan sangat membantu perekonomian nasional,” kata Thomas Lembong yang hadir mengenakan batik khas Banyuwangi. (berbagai sumber)

Check Also

BERLIBUR DI BANYUWANGI

Berlibur Sehari di Banyuwangi - Berlibur sehari keluar kota mungkin kurang memuaskan, karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan menjangkau banyak obyek wisata di kota tujuan. Namun tidak sedikit traveler yang memanfaatkan hari libur yang singkat, seperti pada hari Minggu atau hari libur kejepit, sebagai kesempatan berwisata untuk refreshing dari rutinitias pekerjaan. Nah, bagaimana kalau ingin berlibur ke Banyuwangi, tapi hanya punya waktu sehari? Berlibur dengan waktu sehari di Banyuwangi tentu sangat kurang, mengingat obyek wisata yang berada di Banyuwangi letaknya tersebar di berbagai wilayah, dan seperti diketahui Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah yang luas. Apalagi beberapa obyek wisata populernya, seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung dan Pantai Sukamade letaknya satu dengan lain cukup berjauhan. Tapi tentu saja kondisi ini bukan bukan halangan bagi traveler berwisata ke Banyuwangi dengan waktu sehari. Kuncinya adalah perencanaan perjalanan yang matang dan efisiensi waktu.Nah kabar baiknya bagi traveler yang berencana berlibur ke Banyuwangi, Anda punya 4 pilihan jalan masuk ke Banyuwangi yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur perjalanan Anda sesuai moda transportasi yang akan digunakan dan lokasi wisata yang ingin dikunjungi, yaitu :1. Lewat jalur pantura dari arah Kabupaten Situbondo, Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis atau travel) atau mobil pribadi.2. Jalur timur lewat laut dari pelabuhan Ketapang.3. Lewat jalur barat dari arah Kabupaten Jember, pilihan moda transportasinya lebih beragam. Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis, travel atau kereta api) atau mobil pribadi.4. Lewat udara turun di Bandara Blimbingsari, di Kecamatan Rogojampi.Lihat : Info Perjalanan keBanyuwangiDari ke 4 jalur alternatif masuk ke Banyuwangi tersebut, untuk saat ini (2015), jalur udara paling tidak direkomendasikan mengingat jadwal penerbangan ke Banyuwangi dari Surabaya tidak mendukung rencana berwisata sehari di Banyuwangi, karena dalam sehari baru ada sekali jadwal penerbangan ke Bandara Blimbingsari, yaitu pada siang baru.Berikut tips berlibur sehari di Banyuwangi agar dengan waktu yang sangat terbatas dapat mengunjungi lokasi wisata yang ingin dilihat :- Buat skala prioritas.Rencanakan dari awal lokasi wisata mana yang ingin dikunjungi secara berurutan berdasarkan jaraknya yang berdekatan. Tentunya Anda telah mengumpulkan informasi sebelumnya. Anda bisa mempertimbangkan berbagai pilihan rencana perjalanan wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi dalam sehari di bagian akhir tulisan ini. - Sesuaikan tujuan tempat wisata di Banyuwangi yang ingin dikunjungi dengan jalur transportasi.Jika tujuannya tempat wisata yang berada di wilayah Banyuwangi timur dan sekitarnya, seperti Baluran, Pantai Bangsring, Kawah Ijen, maka pilih jalur pantura melalui Kabupaten Situbondo. Sebaliknya jika tujuan utamanya tempat wisata di wilayah Banyuwangi selatan dan barat, seperti Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade, maka sebaiknya melalui jalur barat dari arah Kabupaten Jember. - Efisienkan waktu. Agar waktu yang sempit termanfaatkan secara maksimal, usahakan saat subuh sudah sampai di Banyuwangi. Untuk sekedar mandi atau cuci muka, Anda bisa memanfaatkan fasilitas kamar mandi di SPBU. Atau Anda bisa berhenti di tempat makan yang memiliki fasilitas kamar mandi representatif, sekalian Anda gunakan untuk sarapan sebelum mulai berlibur di Kabupaten Banyuwangi dalam waktu sehari. Bahkan jika Anda cocok dengan makanan di tempat makan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan untuk meminta disiapkan nasi kotak sebagai bekal makan siangnya. Dengan bekal tersebut Anda tidak usah repot memikirkannya pada saat waktu makan siang nanti di perjalanan atau di tempat wisata yang sedang Anda kunjungi kebetulan sulit ditemukan penjual makanan. PAKET RENCANA PERJALANAN SEHARI DI BANYUWANGIBerikut disajikan beberapa alternatif paket perjalanan wisata sehari di Banyuwangi yang bisa Anda pilih. Paket wisata sehari di Banyuwangi ini disusun berdasarkan jarak antar lokasi wisata yang berada dalam jalur perjalanan yang sama atau searah, yang dikelompokkan berdasarkan jalur masuk ke Banyuwangi, yaitu dari arah Pantura (dari Situbondo) dan arah Barat (dari Jember).Ke Banyuwangi Via Situbondo (Pantura)Jika anda datang dari arah Situbondo, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Bangsring – Watu Dodol – Banyuwangi kota. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB. Alternatif 1 :- Tujuan : City tour - Pulau Merah - Rajegwesi- Teluk Hijau.- Langsung menuju Taman Sritanjung. Di sini Anda bisa istirahat, Sholat Subuh (tergantung waktu kedatangan) di Masjid Baiturrohman, mandi dan sarapan.- pulang via jemberAlternatif 2 :- Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi. - pulang via Situbondo.Alternatif 3 :- Tujuan : Kawah Ijen-Kemiren-Air terjun Jagir-Watu dodol- Pulang via Situbondo.Alternatif 4 :- Baluran-city tour-Pulau Merah-Pancer/Wedi Ireng.- pulang via jemberAlternatif 5 :- Tujuan : City tour, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan, Plengkung),- pulang via JemberKe Banyuwangi via Jember (jalur barat)Jika Anda masuk dari arah Jember, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Kalibaru – Glenmore – Genteng atau Jajag. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB.Alternatif 1 :- Tujuan : Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, Pulau Merah, City tour Banyuwangi.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi. - Pulang lewat Situbondo.Alternatif 2 (full pantai) :- Tujuan : Pulau Merah - Rajegwesi - Teluk Hijau – Sukamade.- Pulang via jember.Alternatif 3 :- Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.- Pulang via situbondo.Berdasarkan paket rencana perjalanan sehari di Banyuwangi tersebut, diperkirakan traveler dapat menyelesaikan antara pukul 17.00 WIB-19.00 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.