Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Bacpacker Ujung Genteng

Bacpacker Ujung Genteng

Spot terbaik buat para Backpackers yang addicted banget sama wisata pantai, dijamin “betis” alias beda tipis sama pantai yang ada di Bali dan Lombok, nilai jual dari pantai di Ujung Genteng adalah kealamian-nya yang masih terjaga dan warna khas dari pantai samudera hindia dengan airnya yang bening berwarna hijau kebiruan. NICE…Ujung Genteng terletak di provinsi Jawa Barat, tepatnya kecamatan Surade-Kabupaten Sukabumi, untuk menuju Ujung Genteng sangat mudah karena didukung dengan transportasi yang memadai. Pertama yang harus Backpackers tuju adalah Kota Sukabumi. Oke oke backpackers…kita mulai aja bagaimana menuju Ujung Genteng The Small Heaven at West Java…

Terminal Degung – Sukabumi, dari kota Jakarta bisa melalui Terminal Kp. Rambutan dengan menggunakan bis, banyak pilihan disana dengan tarif Rp 20.000 – 25.000, untuk Backpackers yang berada di timur sukabumi bisa melalui kota Bandung dengan bis DAMRI Rp 25.000 atau dari kota Bogor dengan bis MGI Rp 20.000 untuk menuju Terminal Degung.

Terminal Lembur Situ, Setelah tiba di Terminal Degung, perjalanan dilanjut menggunakan angkot warna kuning jurusan Terminal Lembur Situ dengan tarif Rp 5.000. Waktu untuk menuju Terminal Lembur Situ adalah 30 menit.
Surade, setelah tiba di Terminal Lembur Situ sebaiknya Backpackers sempatkan ke kamar kecil (Toilet), karena waktu tempuh menuju Surade 2.5 – 3 jam. Dari Terminal Lembur Situ berganti angkutan khusus Surade yaitu kendaraan diesel dengan merk ELF Rp 22.000 atau menggunakan Bis Rp 25.000, selama perjalanan menuju Surade sangat melelahkan dengan jalan yang berkelok – kelok, nah buat Backpackers yang mabuk perjalanan sebaiknya usahakan untuk tidur atau minum obat anti mabuk.
Objek – objek Wisata di Ujung Genteng :
Pantai Ujung Genteng, seperti penjelasan diatas pantai ini menawarkan ke khasan pantai Samudera Hindia, selain itu pantai ini memiliki Tanjung yan bisa di telusuri dengan berjalan kaki, dan pastinya menyajikan pemandangan yang eksotis. satu lagi karakter pasir di pantai ini sangat lembut dan putih. Di Ujung Genteng juga terdapat pertanian Rumput Laut dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dengan masyarakat yang ramah tak sedikit banyak yang menyapa dengan senyuman sebagai ucapan selamat datang di Ujung genteng. bagi Bacpackers yang suka photographi pantai ini memberikan spot terbaik untuk mengambil gambar.
Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng juga memiliki pantai lainnya, salah satunya Pantai Pangumbahan yang menjadi tempat penangkaran penyu hijau yang mulai langka. Setiap sore mulai jam 4 sore dilakukan pelepasan anak penyu yang baru menetas, kemudian pada pukul 9 malam kita dapat melihat penyu bertelur, untuk memasuki lokasi ini dikenakan tarif Rp 5.000, apabila ingin sampai malam hari sebaiknya menggunakan ojek dengan tarif cukup mahal Rp 40.000, karena ojek setia menunggu sampai proses bertelur penyu selesai, biasanya sampai selesai bertelu hingga pukul 11 malam. Chelonia mydas, atau yang biasanya dikenal dengan nama penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka.(wikipedia)
Curug Cikaso, satu lagi yang wajib dikunjungi di Ujung Genteng adalah Curug Cikaso, sebaiknya untuk menuju ke Curug hari terakhir di Ujung Genteng atau dalam perjalanan pulang, karena untuk menuju Curug Cikaso kita harus putar balik ke Surade. Curug Cikaso sangat menarik yang memiliki 4 air terjun apabila sedang beruntuk kita bisa lihat hingga 8 air terjun sekaligus, untuk menuju Curug Cikaso bisa menggukan ojek Rp 20.000 PP atau carter angkot Rp 100.000 yang bisa memuat penumpang hingga 12 orang. sampai di wisata Curug Cikaso harus membayar retribusi Rp 5.000, kemudian kita harus berjalan selama 15-20 menit dengan menggunakan guide Rp 10.000 atau dengan menyusuri sungai dengan perahu Rp 70.000.
Sebaiknya untuk kembali ke Sukabumi paling lambat waktu dzuhur atau sebelum jam 12 siang, supaya transportasi kembali ke kota masing-masing akan lebih mudah..
Selamat Berlibur….:)

Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …