Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Backpaker Ke Gunung Rajabasa

Backpaker Ke Gunung Rajabasa

akhirnyaaaaaa kesampean juga mendaki Gunung Rajabasa. Udah lama banget gw pengen mendaki gunung yang satu ini tapi belom dapet waktu dan temen yang pas buat diajak mendaki Rajabasa. Sampai akhirnya si Solichah sang pendaki super nge-share open trip pendakian ke Gunung Rajabasa yang di organize oleh Cicak Adventure. Kenapa gw pengen banget mendaki gunung yang satu ini? soalnya udah beberapa tahun terakhir gw tinggal di Bandar Lampung yang notabene deket banget kalo mau ke Gunung Rajabasa sedangkan selama ini gw sibuk wara-wiri di Pulau Jawa aja dan kebanyakan temen pendaki yang gw temui nanyain “udah pernah ndaki Rajabasa belom?” dan dengan straight face gw jawab..beloooom.. (gak terlalu penting..abaikan!!)

berhubung waktu pendakian ke Rajabasa seminggu sebelum pendakian Rinjani, ya anggap aja sebagai pemanasan dengkul walaupun tiap sore selama beberapa minggu terakhir gw udah jogging2 tampan (jogging sambil tebar pesona) *pada sirik lo ya??? haha…

Jumat malam tanggal 16 Mei jam 22.00 gw gas poll motor gw menuju Kalianda, Lampung Selatan yang berjarak sekitar 62 KM dari rumah gw di Bandar Lampung. Kalo naek bus waktu tempuhnya sekitar 2-3 Jam dan berhubung gw bawa motor dengan keahlian balapan liar gw (boong banget), Bandar Lampung-Kalianda cuma membutuhkan 1,5 Jam. Jam 23.30 gw sampe di Kalianda dan langsung di jemput bang iyan selaku kepala geng Cicak Adventure dan menuju ke Basecamp.

Team Rajabasa Trekking

Oh iya pada penasaran yak sama Cicak Adventure? apa? nggak? iya aja sih…gw jelasin ya *maksa, Cicak (Komunitas Cinta Alam Kalianda) Adventure adalah sebuah komunitas pecinta alam yang memiliki basecamp di Kalianda dengan anggota pemuda pemudi tampan dan cantik juga baik hati, suka menolong dan rajin menabung..tsaaaahhh…di ketuai oleh bang iyan mdpl (emang udah tua sih..haha..pisss) Cicak sering menjadi tuan rumah event2 keren salah satunya event Xtreme Limit 37 Peak 31 day pada tahun lalu dan Gunung Rajabasa masuk sebagai salah satu dari 37 peak tersebut.


Oke balik ke cerita pendakian Gunung Rajabasa, Sabtu pagi kita berkumpul di Pemandian air panas Way Belerang sebagai starting point pendakian. Disana udah berkumpul tim dari Seberang Sumatera dan sebelum pendakian kita sarapan dulu dan bagi2 kaos yang tulisan belakangnya ngenes banget buat gw!!! hahah…

Pemandian Way Belerang

Briefing

Jam 9.30 kita mulai pendakian dan trek awal masih melewati rumah penduduk dan perkebunan kopi hingga sampai ke pos 1 (mata air ) sekitar 2 Jam. Pos 1 atau pos mata air adalah sumber air terakhir di sepanjang jalur pendakian Rajabasa, setelah pos 1 nggak ada lagi sumber air. Jadi…banyak2 ambil air ya disini..bawa galon bila perlu *lebeh…di pos 1 kita ngaso agak lama sambil nunggu temen2 lain yang masih di belakang. 

Starting Point Pendakian

Pos 1 (mata air)

Nah trek kejam dimulai dari pos 1 ke pos 2 dengan tanjakan yang terjal dan licin juga trek yang panjaaaaaang dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.. Untungnya hutan di gunung Rajabasa termasuk hutan hujan tropis yang membuat trek lembab dan sejuk tapi tetep aja baru kali ini gw naek gunung sampe keringetan banget dan baju nya bisa di peres…

ngasooo


Dari pos 2 ke pos 3 tidak terlalu jauh sekitar 20 menit dan dilanjutkan ke pos 4 sekitar 25 menit. Belum ada tanda/plang khusus yang menandai setiap pos/shelternya tapi setiap pos mudah dikenali dari topografi tanahnya yang landai. Dari pos 4 ke pos 5 (pos terakhir dekat puncak) treknya cukup landai tetapi sempit hanya sekitar 1-2 meter dengan sisi kiri kanan jurang.

Tiba di pos 5 sekitar jam 15.30 kita istirahat sebentar sambil mengisi perut dengan sisa uduk tadi pagi sambil  nungguin tim di belakang soalnya tim yang di depan gak ada yang bawa tenda. Abis makan kita naik ke puncak Rajabasa yg udah deket banget dari pos 5. Di puncak sedang berkabut soalnya lagi hujan dan laut selat sunda dibawahnya belum terlihat jelas.
kelaperan

Sekitar jam 17.30 semua tim nyampe di pos 5 dan berhubung pos 5 tidak terlalu luas untuk mendirikan tenda , sebagian tim mendirikan tenda di puncak. fyi: puncak Rajabasa tidak terlalu luas hanya muat sekitar 3 tenda. Malam pun tiba  dan gw yg udah bener2 capek tidur duluan ditambah hujan dan dingin yang menambah nikmat tidur gw haha kebooo, walaupun di flysheet sebelah anak2 masih rame main kartu dan ngbrol2.

Menjelang subuh gw terbangun kaget kok pipi gw basah gw kira iler gak taunya tenda nya banjir soalnya semaleman ujan dan angin kenceng. Keluar tenda perut laper mampir dah ke flysheet sebelah numpang sarapan *gak tau malu!!!. Abis sarapan kita naik ke puncak yang cuma beberapa meter dari pos 5 dan viewnya keren banget, laut selat sunda dan kota kalianda terlihat keren banget dari puncak.

Top of Mt. Rajabasa


Camp di Puncak

Selfie


Puas foto2 narsis di puncak kita turun ke kawah. di kawah terdapat batu yang cukup terkenal di kalangan pendaki yaitu batu cukup yang katanya berapapun orang yang naik ke batu ini bakalan cukup/muat. Tapi yang jadi masalah adalah trek menuju kawah merupakan turunan licin dan lembab yang merupakan rumah dari gerombolan pacet2 sadis. Terbukti setelah nyampe batu cukup kita semua pada cek kaki satu persatu dan taraaaaa…pacetnya gilaaa..ada yg masih kelojotan nyari posisi enak  buat ngisep darah dan ada yang udah kekenyangan ngisep darah…sadiss!!

Kawah Rajabasa

Batu Cukup
Pacet
Korban Pacet Sadis


Setelah beres-beres jam 11 siang kita mulai turun dan nyampe lagi di Way Belerang Jam 3 sore istirahat sebentar sambil ngilangin pegel di Pemandian Way Belerang dan kembali ke rumah masing-masing. Terimakasih Cicak Adventure dan team Rajabasa Trekking. Kalian Luar Biasa!!! Sampai jumpa di pendakian selanjutnya, SALAM LESTARI!! (sambil nyanyi mars rajabasa : tak ada yang sempurna…a..a…a..)




Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …