Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Backpaker Ke Gunung Gede

Backpaker Ke Gunung Gede

      Great things are done when men and mountains meet – William Blake


Terminal Kampung rambutan menjadi meeting point dalam pendakian kami ke Gunung Gede yang terletak di Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango Jawa Barat. Rencana keberangkatan semula yaitu jam 22.00 WIB sedikit tertunda dikarenakan menunggu rombongan yang masih dalam perjalanan menuju terminal kampung rambutan. Akhirnya pada jam 00.00 bis kami pun berangkat menuju cipanas. Jalur resmi pendakian gunung gede ada 3 yaitu via cibodas, gunung putri, dan selabintana. Jalur yang kami ambil adalah Jalur Gn. Putri. Peraturan pendakian Gunung Gede-Pangrango sangat ketat antara lain kita harus melapor kepada petugas pintu masuk dan di pintu keluar, tidak diijinkan membuat api di dalam kawasan, kecuali pada lokasi yang sudah ditentukan dll. (sumber: http://www.gedepangrango.org/info-pengunjung/pendakian/)

Sekitar Jam 03.00 WIB kami tiba di  cipanas dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkot ke gunung putri. Tiba di wilayah pemukiman penduduk terdapat masjid yang nampaknya sering dipakai oleh para pendaki untuk beristirahat sejenak menunggu fajar. Jam 06.00 WIB setelah melaksanakan kewajiban sholat subuh rombongan pun berkemas dan mengisi energi. Disekitar pemukiman penduduk banyak terdapat warung2 makan yang menyediakan menu sarapan. 
  
Medan pendakian awal berupa jalan setapak dan melintasi kebun penduduk kemudian melewati sungai kecil dan setelah melewati sungai kecil ini jalur mulai menanjak.  Jalur yang menanjak melintasi akar-akar pepohonan akan banyak kita jumpai di jalur gunung putri ini. Di jalur ini pun kita akan menemui beberapa pos seperti pos Tanah Merah, pos Legok Lenca, dan Pos buntut Lutung. 

Jalur awal pendakian (kebun penduduk)

pos buntut lutung 
Benar-benar harus membutuhkan tenaga ekstra karna bagi pemula seperti saya medan yang menanjak, berakar, dan sempit merupakan shock therapy. Tidak seperti pada pendakian perdana di Gunung Papandayan, pendakian gunung gede ini cukup berat dan menguras tenaga. Hampir setiap 10 menit berjalan saya harus bersitirahat dan untungnya teman2 dalam tim saya benar2 kompak dan solid. Sebelum tiba di alun-alun surya kencana yang merupakan tujuan kami  untuk mendirikan tenda kita akan melewati dua pos lagi yaitu pos lawang seketeng dan pos simpang maleber.  

Jalur Pendakian
Jalur Pendakian

Jalur Pendakian
ngaso (entah part berapa)
taman nasional gede pangrango

Tiba di pos maleber kita bisa sedikit bernafas lega karna alun-alun surya kencana sudah semakin dekat dan jalur pendakian sudah landai tanpa tanjakan. Akhirnya tibalah kami di alun-alun surya kencana dan suatu keunikan disini adalah banyak penduduk yang menjajakan dagangannya disini. Tidak terbayang bagaimana mereka bisa bolak-balik ke surya kencana dengan jalur tanjakan yang kejam serta membawa dagangannya setiap hari.

Jarak tempuh dari pos registrasi ke alun-alun surya kencana bervariasi tergantung kekuatan fisik para pendaki, tim kami mulai start trekking jam 7 pagi dan tiba di surya kencana jam 2 siang. Alun-alun surya kencana merupakan lapangan terbuka yang banyak ditumbuhi edelweiss dan menjadi camping ground bagi para pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak Gede. 

Kami mendirikan tenda di dekat aliran sungai kecil yang terdapat di surya kencana. Setelah mendirikan tenda terdapat insiden kecil yaitu Hujan deras membasahi surya kencana dan membanjiri tenda kami serta barang2 didalamnya, karna pada awal mendirikan tenda kami tidak membuat parit disekitar tenda, air hujan menggenangi sekitar tenda dan dalam kondisi hujan deras kami terpaksa memperbaiki tenda.

Malam di surya kencana indah luar biasa, udara dingin yang menusuk tubuh setelah hujan tak menyurutkan niat kami menyaksikan taburan bintang dan cahaya rembulan. Tapi moment indah ini tak bisa saya abadikan karena kamera dan keahlian saya memotret di malam hari belum mumpuni.

Pagi hari di surya kencana tak kalah indahnya, kabut tipis yang perlahan turun dan dan hangatnya mentari yang menyinari membuat surya kencana menjadi lukisan alam yang luar biasa. Setelah  berkemas, sarapan dan merapikan tenda kami menuju puncak gede dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari alun-alun surya kencana. Tiba di puncak gede kawah tertutup kabut, menurut cerita teman yang sudah pernah menapakkan kaki di puncak gede sebelumnya, jika tidak berkabut maka akan terlihat gunung pangrango dari puncak gede.


Pemukiman Pendaki (Surya Kencana)

Camp

Sunrise

Sunrise

Surya Kencana 

Mt. Gede behind the Edelweiss

Kawah Gunung Gede

Summit 

Summit

Air Terjun (lupa namanya)

Puas bernarsis ria di puncak gede kami melanjutkan turun gunung melalui jalur berbeda dari jalur pendakian yaitu jalur cibodas. Jalur cibodas tak se ekstrim jalur gunung putri dan di jalur ini pun terdapat beberapa pos peristirahatan seperti kandang badak dan  pancayangan *cmiiw, di jalur cibodas ini pun kita akan melewati sumber air panas dan air terjun cibeureum  serta satu lagi air terjun (lupa namanya).  Kami mulai turun jam 1 siang dari puncak gede dan tiba di pos jam 7 malam. Alhamdulillah pendakian kedua saya lancar dan saya semakin ketagihan!!!!! *salto* (Rio).


Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes