Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Backpacker Lombok

Backpacker Lombok

Salam Ransel, hallow para Backpackers,,
lombok, lombok, lombok,,,yap siapa yang ngga kenal lombok. Pulau yang terletak di provinsi NTB itu menyimpan banyak keindahan dan membuat penasaran bagi para wisatawan yang akan mengunjunginya, info dibawah ini akan menjelaskan perjalanan menuju Pulau lombok dan tetap dengan cara para Backpackers alias jalan – jalan murah tapi ngga murahan, lanjuuuuutt….!
Stasiun Pasar Senen Jakarta, bagi Backpackers yang tinggal dekat dengan kota Jakarta stasiun ini bisa dijadikan alternatif utama untuk melakukan perjalanan, karena stasiun ini bisa melakukan pemesanan tiket kelas ekonomi satu minggu sebelum keberangkatan. KA Ekonomi Kertajaya (Pasar Senen JKT – Pasar Turi SBY) menjadi pilihan saya dalam mengawali perjalanan kali ini, tarif tiket Rp 43.500 dan kereta berangkat pukul 16.00 WIB kemudian tiba pukul 06.00 WIB di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Dari Stasiun Pasar Turi Backpackers harus menuju Stasiun Gubeng menggunakan angkot line warna hijau dari sebrang Stasiun dengan tarif Rp 3.000 lama perjalanan 30 menit. Sesampainya di Stasiun Gubeng Backpackers bisa langsung membeli tiket KA Bisnis Mutiara Timur Rp 85.000 menuju kota Banyuwangi, kereta ini berangkat pukul 09.00 WIB dan tiba di Stasiun Banyuwangi Baru pukul 16.00 WIB, kemudian Backpackers harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju pelabuhan Ketapang.
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, selanjutnya Backpackers harus membeli tiket ferry Rp 6.000 menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali, kapal ferry ada yang berangkat pukul 17.00 WIB satu jam kemudian kapal ferry tiba di Pelabuhan Gilimanuk pukul 19.00 WITA (perbedaan waktu satu jam). Perjalanan selanjutnya menuju pelabuhan Padang Bai menggunakan bis Rp 40.000, namun bis terakhir pukul 17.00 WITA dan baru beroperasi kembali sekitar pukul 01.30 WITA, nah Backpackers bisa beristirahat di Terminal Gilimanuk beberapa jam sambil menunggu bis beroperasi kembali. Dari Terminal Gilimanuk bis diberangkatkan pukul 02.00 WITA dan transit sejenak di Terminal Denpasar pukul 06.00 WITA, selama perjalanan Gilimanuk – Denpasar Backpackers dapat melihat ketaatan supir dan kondektur dalam melakukan sembahyang setiap bis mendapati Pura. Setengah jam kemudian bis berangkat menuju Pelabuhan Padang Bai dan tiba pukul 07.30 WITA.

Pelabuhan Padang Bai Bali, selanjutnya Backapackers melanjutkan perjalanan dengan menyebrang ke Pulau Lombok menuju Pelabuhan Lembar dengan menggunakan ferry Rp 35.000 berangkat pukul 08.30 WITA, setibanya di Pelabuhan Padang Bai sebaiknya Backpackers melakukan Sarapan untuk mengurangi dampak angin laut selama perjalanan, karena penyebrangan Bali – Lombok sekitar 3.5 jam sampai 4 jam dan laut lombok cukup tinggi gelombangnya. Pukul 12.00 WITA ferry merapat di Pelabuhan Lembar, kemudian Backpackers lanjut menggunakan angkutan koperasi pelabuhan menuju daerah Cakranegara (cakra) Rp 15.000, tiba di cakra Backpackers berganti angkutan menuju padang roe Rp 3.000 dan berganti angkutan kembali untuk lanjut menuju kawasan Senggigi Rp 3.000 dari Pasar roe. Akhir tiba di Senggigi pukul 14.30 WITA dan langsung check in penginapan ala Backpackers yaitu Hotel Elen (cp: beuli wayan 0370693014) Rp 100.000/malam. Penginapan di kawasan senggigi bervariatif, namun ala Backpackers banyak pilihan dan tarif mulai 80.000 – 250.000. Backpacker bisa googling untuk mengetahui info penginapan murah di Lombok.

Objek – objek wisata di Lombok :

Pantai Senggigi, buat para Backpackers pasti taulah Pantai Senggigi, pantai dengan pemandangan yang sangat indah dan romantis, untuk menuju Pantai Senggigi Backpackers harus berjalan menuju Sengggi Beach Hotel, karena pintu gerbangnya satu arah dengan hotel tersebut. Dengan tarif Rp 1.000 Backpackers sudah bisa menikmati keindahan Pantai Senggigi. Sunset atau matahari terbenam adalah waktu yang sangat dinanti oleh para wisatawan dan terutama wisatawan asing yang berasal dari Eropa, mereka langsung berpasang – pasangan dan tidak sedikit melakukan sunset kissing..tittttt…bikin ngiri…Memang pemandang pada saat Sunset di senggigi sangat berbeda dan lebih indah, dimana apabila cuaca cerah background pantai Sengigigi adalah Gunung Agung yang berada jauh di Bali Nice..Buat para Backpackers yang mau foto – foto langsung ambil kamera dan say buncis……!

Gili Trawangan, gili Meno, gili Nangu, tarik napassss hfffffttt…kalau kita ngomongin ketiga Gili diatas sudah pasti dalam bayangan kita adalah surga dunia. Subhanallah..indah bangettt, Gili Trawangan adalah Gili (pulau kecil) yang paling sering dikunjungi dan sudah pasti karena yang paling the best pemandangannya, baik pantainya maupun bawah lautnya, mungkin sesuai dengan namanya Trawangan dimana orang –orang dapat menerawang keindahannya (ngga nyambung). Untuk menuju Gilitrawangan Backpackers harus ke Pelabuhan Bangsal terlebih dahulu dari kawasan Senggigi, apabila menggunakan sepeda motor memakan waktu selam 30 menit. Sesampainya di Pelabuhan Bangsal lanjut menggunakan perahu boat kecil Rp 10.000 dengan daya tampung 20 – 25 orang, cukup aman karena di dalam perahu boat tersedia jumlah pelampung yang memadai, dari pelabuhan Bangsal juga bisa menuju Gili lainnya seperti Gili Meno Rp 8.000 dan Gili Nangu Rp 7.000 dan perahu boat berangkat apabila jumlah kuota penumpang terpenuhi. Hampir 90 persen pengunjung Gilitrawangan adalah wisatawan asing (bule semua), teriknya cahaya matahari yang menjadi pemikat mereka untuk mengunjungi Gili ini, beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di Gili Trawangan seperti berjemur, bersepeda, menyelam dan yang paling seru snorkeling di pantainya, terumbu karang di Gili ini masih sangat terjaga dan tidak perlu jauh – jauh ketengah Backpackers sudah bisa mendapati gugusan terumbu karang dan ikan – ikan hias khas akuarium yang selalu menemani Backpackers sekalian, untuk snorkeling biaya sewa peralatan snorkeling (Snorkel Fins) Rp 25.000. Sebaiknya menuju Gilitrawangan pagi hari jangan terlalu siang, supaya bisa menikmati Gili ini lebih lama. Perahu boat terakhir menuju Pelabuhan Bangsal adalah pukul 16.00 WITA

Pantai Malimbu, nah pantai yang satu ini tidak kalah menarik dari pantai Senggigi, pantai Malimbu memiliki pemandangan yang khas pula. Pantai dengan bukit hijau dan pasir putih yang luas, air laut yang biru cenderung hijau dan yang paling penting BERSIH, waktu saya mengunjungi pantai ini tidak dikenakan biaya alias gratis sobbb, pintu masuk terletak dipinggir jalan dan langsung disambut dengan rumput hijau dan pohon kelapa yang gagah berdiri. Apabila pulang dari Gilitrawangan kembali menuju Senggigi jangan melewatkan Pantai Malimbu yang juga spot terbaik untuk menikmati Sunset menurut penduduk setempat.

Pantai Kuta Lombok, kuta ternyata bukan hanya terdapat di Bali, lombok juga punya lho. Penasaran dengan pantai tersebut keesokan harinya saya menuju ke Pantai Kuta dan saya putuskan selepas solat shubuh langsung berangkat, supaya bisa menikmati udara pagi di pantai tersebut. Dari Senggigi menuju Pantai Kuta memakan waktu perjalanan selama 2 jam menggunakan sepeda motor dengan kecepatan rata – rata 80 Km/jam (putus VR46). Pantai ini terletak di Lombok tengah, ternyata kondisi jalan menuju kuta cukup mulus dan sejuk, karena pepohonan dijaga keasriannya. Pukul 08.00 WITA saya tiba di Pantai Kuta, sangking takjubnya berkali – kali saya menelan ludah, jadi ini yang dinamakan Pantai Kuta Lombok, Gilaaaaaa….masih alami dan saya merasa seperti menemukan pantai yang tersembunyi, karena masih sedikit wisatawan yang mengunjunginya selain cukup jauh dan akomodas di sekitar pantai ini tidak terlalu banyak, mungkin ini penyebab kenapa Pantai Kuta masih jarang dikunjungi. Pantai Kuta lombok juga tidak ada biaya alias gratis juga, Puassss…, apabila Backpackers mengunjungi Pantai Kuta Lombok jangan lupan juga mengunjungi Tanjung Aan sekitar 15 – 20 menit dari Kuta.

Desa Adat Suku Sasak, menuju desa ini hanya 20 menit dari Pantai Kuta dan jalan yang kita lalui adalah jalan pulang kembali ke kota Mataram atau Senggigi. Suku sasak adalah suku asli lombok yang masih setia dengan adat istiadatnya mulai dari bangunan rumah, pakaian, aktivitas sehari – hari bahkan sampai proses mendapat sang calon istri yang dilakukan calon suaminya dan menurut saya sangat unik, dimana calon suami harus menculik si calon istri tanpa diketahui pihak keluarga calon istri, jadi apabila kehilangan anak perawannya biasanya keluarga tidak terlalu khawatir malah cenderung bahagia, karena anaknya akan dipinang orang (enak beneeeer), dan semua ini tanpa skenario yang biasa kita lihat di acara drama realiti salah satu stasiun Tv. Untuk menelusuri desa ini Backpackers akan di pandu oleh guide dan dengan tarif se’ikhlasnya (awas jangan pelit), disana Backpackers juga bisa membeli beberapa cinderamata khas suku sasak seperti gelang, kalung, dan sebagainya. Letaknya sangat strategis terdapat di kanan jalan menuju kota Mataram dari pantai Kuta, disana juga terdapat areal parker dan sekali lagi gratisss…

Taman Narmada, terletak ditengah kota menuju kawasan bertais sekitar 30 menit dari senggigi, taman ini adalah bentuk sederhananya dari danau sagara anak yang terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani, dahulu raja mataram selalu sembahyang menuju Danau tersebut, namun untuk keamanan jiwanya yang sudah tua, sang penasihat kerajaan membuat duplikatnya yaitu Taman Narmada (base on true story). Di taman ini Backpackers bisa melihat danau awet muda (mitos) dan beberapa pura tempat sembahyang, di taman ini juga terdapat fasilitas kolam renang dan outbound. Jadi kalau Bacpackers mau relaksasi kolam renang dan fasilitas outbound bisa jadi alternatif. Di sini juga terdapat kios yang menawarkan oleh – oleh dan cinderamata khas Lombok seperti kaos, sarung lombok dan sebagainya. Untuk memasuki kawasan Taman Narmada dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk satu orang.

Note :
– Sebenarnya melalui jogja juga bisa untuk menuju banyuwangi denga menggunakan KA ekonomi Sritanjung dari Stasiun Lempuyangan Rp 35.000.
– Transportasi di Lombok sebaiknya menyewa motor Rp 50.000/hari.
– Sebaiknya bahkan harus, setiap membeli tiket di Pelabuhan di loket resmi dan jangan beli di calo yang sangat aktif menawarkan tiket.
– Jangan lupa membawa KTP, karena masuk Bali selalu ada pemeriksaan KTP

Rincian Biaya :

Biaya Transportasi
 Jakarta – Lombok
Jakarta – SurabayaRp 43.500  
Surabaya – Banyuwangi Rp 80.000  
Banyuwangi – Gilimanuk Rp6.000  
Gilimanuk – Padang Bay Rp 40.000  
Padang Bay – Lembar Rp 30.000  
Lembar – Mataram (Cakra) Rp 15.000  
Cakra – Padang roe Rp 3.000  
Padang roe – Senggigi Rp 3.000

TOTAL Rp 220.500
Transportasi di LombokSewa motor 2 hari Rp 100.000  

Tiket Wisata Taman Narmada Rp 5.000  
Tiket Wisata Batu Bolong Rp 5.000 
 Tiket Desa Senaru Rp 5.000  
Tiket Air Terjun Tilep Rp 5.000  
Bensin Rp 20.000

TOTAL Rp 140.000Senggigi – Gilitrawangan 

Bangsal – Gilitrawangan PP Rp 20.000 (KAPAL BOET)

Biaya Akomodasi

 Penginapan Lombok /malam *Rp* *100.000*

Note : sebaiknya berdua atau lebih dari satu dan jumlahnya genap
(berdua, berempat,dst,,) supaya sharingnya gampang, sewa motor selam
dilombok, hati2 dengan ongkos yang di tembak, info diatas bisa sebagai
pegangan, jgn pernah skali2 beli tiket kapal ferry sama calo, apalagi
supir truck, mereka giat banget nawarin di pelabuhan padang bai dan
ketapang, untuk itenerarynya ada di note facebok saya, add aja fb
saya…

itu aja kayanya,,salam Ransel
“Seberapa berani anda melalukan perjalanan, dan bukan hanya sekedar tujuan”

Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes