•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Berita Banyuwangi / BACKPACKER KE KALIBIRU

BACKPACKER KE KALIBIRU

Sudah lama sekali Kalibiru ada di angan (baca: Rencana Perjalanan di Tahun 2015). Tapi baru kemarin gue bisa mewujudkannya. Kebetulan salah satu sepupu jauh lagi wisuda, jadi kantor diliburkan karena bude harus ke Jogja untuk wisudanya. Gue sih diajak, tapi gue lebih milih ke Kalibiru. Jahara.
Kalibiru, Kulon Progo
Beberapa hari terakhir, Solo selalu dirundung hujan. Hujannya nggak kira-kira, bikin banjir dimana-mana. Awalnya gue ragu mau ke Kalibiru. Ditambah pagi dimana gue berangkat, mendungnya parah banget. Nggak cuma mendung ding, gerimis romantis abis pagi itu. Perjalanan Solo ke Jogja dingin banget karena mendung dan angin gede. Naik motor ke Jogja berasa kayak mau ke Dieng. Parah.
Gue berangkat dari Solo jam 7 dan sampai di Jogja sekitar jam 9. Tapi, mendungnya tetep, bergelayut manja di langit. Mampir makan di Sop Ayam Pak Min bentar dan langsung lanjut ke Kulon Progo. Ini kali pertama gue ke Kulon Progo. Dari Tugu Jogja gue tinggal lurus ke arah Godean. Di Godean ambil arah ke Wates. Ada 2 jalur untuk ke Kulon Progo, lewat Wates atau Sentolo. Tapi pagi itu gue memilih lewat Sentolo karena lebih deket. Cuma ya itu, jalanannya separuh aspal, separuh bergeronjal manja. Mana harus lewatin hutan pula. Gue sempet takut salah jalan karena pagi itu cuma motor gue aja yang lewat situ.

Tanti di Rumah Pohon

Selesai menerobos hutan dengan jalanannya yang bergeronjal, gue dan Tanti sampai di pos masuk kawasan Waduk Sermo. Kami membayar Rp. 7.000 untuk biaya masuk ke Waduk Sermo. Dari Waduk Sermo, Kalibiru masih sekitar 3 Km lagi jauhnya. Jalanannya? Jangan ditanya. Banyak tanjakan cinta yang bikin motor gue mengerang manja. Untung si Gembul sudah tahan banting. Walaupun beberapa kali gue dan Tanti harus bergantian jalan kaki karena tanjakan yang tingginya nggak ketulungan tapi akhirnya kami sampai juga di Kalibiru tepat jam 10.30. Sampai di Kalibiru, kami harus membayar biaya parkir motor sebesar Rp. 2.000 dan biaya masuk Rp. 5.000 per orangnya. Dari parkiran ke spot foto lumayan bikin ngos-ngosan. Lagi-lagi jalanannya menanjak.

Kalibiru adalah kawasan wisata alam yang ada di Kulon Progo. Meskipun judulnya wisata alam, tapi yang bikin Kalibiru happening banget adalah spot fotonya. Jadi tujuan utama gue ke Kalibiru kali ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk numpang foto. Gue sih nggak tergolong narsis, tapi mumpung sudah sampai di Kalibiru maka antrilah gue untuk naik ke Rumah Pohonnya. Anyway, gue nggak tahu spot fotonya ini namanya apa. Tapi karena tempatnya di atas pohon, let me call it Rumah Pohon yes. Tell me if I’m wrong.

Membunuh waktu nunggu giliran

Dikarenakan ini kunjungan pertama gue dan Tanti, jadilah kami nggak tahu apa-apa. Tanti yang gue suruh antri untuk foto di Rumah Pohon dengan polosnya cuma berdiri di bawah Rumah Pohon. Padahal nih ya, untuk naik ke Rumah Pohon dan foto disana, kita harus membeli tiket lagi, Rp. 10.000 per orangnya. Dan nyaris aja kepolosan Tanti antri tanpa arti diserobot mas-mas yang mau beli tiket untuk 20 orang temannya. Zzzzz. Padahal waktu itu antriannya sudah 30 boo. Bisa bayangin kalau Tanti telat sedetik aja dan mas-mas itu yang beli duluan. Bisa 50 antriannya. Padahal antrian 30 itu sudah bikin kami harus nunggu hampir 3 jam boo. 3 jam loh. Hanya demi foto di Rumah Pohon gue harus nunggu 3 jam. Gila.

Kapan ya giliran gue foto di Rumah Pohon

Sebenernya Rumah Pohon di Kalibiru ini ada 2. Yang pertama, letaknya ada di atas. Rumah Pohon yang pertama ini dikelola oleh pihak outbound. Jadi Rumah Pohonnya lebih sepi karena jarang peminatnya. Kenapa jarang peminat? Karena kalau mau foto di Rumah Pohon yang pertama kita harus membayar Rp. 35.000. Rp. 35.000 itu sudah termasuk jalan di jembatan gantung, flying fox dan foto-foto di Rumah Pohonnya. Tapi kalau cuma mau foto di Rumah Pohon aja bagaimana?”. Tetep. Bayarnya tetep Rp. 35.000. Lah, terus kalau mau yang lebih murah bagaimana?”. Nah, kalau mau lebih murah Rumah Pohon kedua lah jawabannya. Letaknya agak sedikit ke bawah. Rumah Pohon inilah yang antriannya selalu menggila. Cuma perlu bayar Rp. 10.000, nunggu 3 jam dan cheese. Jadilah beberapa foto untuk dipamerin di socmed.
Tiket untuk foto di Rumah Pohon
Ada sedikit drama yang terjadi di detik-detik terakhir giliran gue akan naik ke Rumah Pohon. Mendung yang semula hanya bergelayut manja, beberapa kali meneteskan buih-buih cintanya ke bumi. Alamak, padahal tinggal beberapa orang lagi giliran gue eh kok malah hujan. Rasanya geregetan banget. Rumah Pohon akan tutup kalau hujan dan uang akan dikembalikan. Tapi kan gue sudah nunggu 2 jam lebih, masa iya gue pulang dengan tangan kosong. Gue berteduh di warung nggak jauh dari Rumah Pohon. Pesan mie goreng sambil mulut komat-kamit doa semoga segera cerah. “Tuhan cerah dong pas giliran Winda nanti. Nanti habis itu hujan lagi nggak apa-apa deh Winda pulang kehujanan”. You know what. Pas giliran gue akan naik, langit yang seharian ditutupi awan gelap, berangsur cerah loh boo. Rumah Pohon yang sempet tutup dibuka kembali. Hihihihi.

We did it!

Dikarenakan gue dan Tanti nantinya akan naik berdua ke Rumah Pohon jadilah kami bingung siapa yang bakal motret kami nanti. Usut punya usut, Rumah Pohon kedua ini menyediakan jasa foto juga. Satu fotonya Rp. 5.000 dan minimal kita harus ambil 3 foto which means Rp. 15.000 kalau mau dipotret dengan DSLR masnya. Kami pun ambil itu untuk amannya. Jadi selain nantinya kami difoto dengan DSLR-nya, kami juga minta tolong untuk difotokan dengan kamera digital kami.
Tanti yang naik pertama kali. Gue sengaja nyuruh Tanti duluan, biar nanti pas giliran gue naik, gue sudah ada temennya di atas sana. Sebelum naik, kami dipakaikan pengaman. Karena nggak gitu bagus kalau pengamannya kelihatan. Jadi gue pun nutupin pengamannya pakai kaos. Untung kaos gue panjang. Setelah Tanti beberapa kali difoto sendiri, gue pun naik ke atas menemani. Naik ke atas biasa aja kok boo rasanya. Tapi begitu sampai di atas dan angin menyapu wajah. Brr. deg-degan langsung gue. Beberapa kali kami difoto berdua. Berdiri, duduk dengan bermacam gaya. Setelah itu giliran Tanti turun dan gue difoto sendiri. Aduh mak, waktu masnya nyuruh gue duduk di pinggiran dan nggantungin kaki, mak serr banget rasanya. But yeah I did it baby. Turun dari Rumah Pohon, kami pun langsung memilah foto-foto yang tadi sudah diambil dengan DSLR masnya. Foto-fotonya sudah ditransfer ke Laptop jadi kami diminta menghapus foto-foto yang tidak kami inginkan. Duh, coba bisa sembunyi-sembunyi transfer fotonya kan lumayan tapi apalah daya diri ini. Kami pun memilih 8 foto dari 21 foto yang diambil masnya. 8 foto yang membuat kami harus membayar Rp. 40.000 lagi.
Goceng, goceng
Foto sudah kami dapatkan. Tepat jam setengah 3 kami beranjak meninggalkan Kalibiru dengan diiringi gerimis. Kami sampai di Solo dengan disambut hujan deras. Kurang lebih jam 18.00 lewat kami sampai di kontrakan dengan menggigil. But yeah, paling nggak rencana perjalanan ke Kalibiru kali ini berhasil. Walau uang, waktu dan tenaga kami terkuras.
Anyway, tulisan ini gue buat untuk kalian yang berencana ke Kalibiru. Gue pengen ngajak kalian berhitung apakah Kalibiru worthy untuk didatengin atau nggak.
Pertama, kalau kalian dari Solo dan bener-bener pengen ke Kalibiru naik motor seperti kami. Maka bersiap-siaplah tepar. Solo ke Kulon Progo itu kurang lebih 3 jam. Jadi untuk pulang pergi, you have to spend 6 hours baby. 6 jam perjalanan hanya untuk beberapa foto? Belum lagi sampai di Kalibiru, kalian harus antri lagi. Parahnya antri tercepat pun, ya sekitar 3 jam-an. Total pengeluaran gue berdua kemarin untuk ke Kalibiru hampir Rp. 150.000 loh boo. Untuk bensin pulang pergi Rp. 35.000, makan di Sop Ayam Pak Min Rp. 28.500, masuk ke Waduk Sermo Rp. 7.000, parkir dan masuk ke Kalibiru Rp. 12.000, naik ke Rumah Pohon Rp. 20.000, jasa foto Rp. 40.000, dan Rp. 6.000 untuk mie goreng. Totalnya? Rp. 148.500. Buat gue uang segitu itu banyak dan seharusnya bisa dipangkas kalau gue nggak menggunakan jasa foto. But, percaya nggak percaya, hasil foto dari DSLR lebih bagus dari kamera digital gue dan gue sih nggak nyesel sebenernya. Cuma, mbok harganya dimurahin dikit. Kalau ada syarat minimal seharusnya pengelola juga memberi syarat maksimal. Contoh kalau Rp. 50.000 bisa ambil semua foto yang ada atau berapa kek gitu. Jangan straight banget 1 foto harus Rp. 5.000. Gue sempet lihat satu pasangan sebelum gue, ngambil 15 foto dan mereka bayar Rp. 75.000 untuk foto-foto itu. Ah, mahal banget nggak sih? Atau gue aja yang terlalu kere dan menganggap itu terlalu mahal? Well, intinya kalian yang di Solo dan pengen ke Kalibiru, silahkan berhitung baik-baik. Apakah cocok dengan uang, waktu dan tenaga yang akan kalian habiskan nantinya. Buat yang datang dari kota lainnya, sebaiknya kalian datang lebih awal untuk menghindari antrian. Kalau kalian menginap di Jogja, bisa sewa motor untuk ke Kalibiru. Rutenya gampang kok. Nggak usah takut nyasar. Rutenya bisa Jogja-Godean-Wates-Waduk Sermo-Kalibiru atau Jogja-Godean-Sentolo-Waduk Sermo-Kalibiru.
Kedua, pastikan cuaca mendukung. I’m just lucky pas giliran gue tiba-tiba cerah dan mendung pergi gitu aja. Tapi kalau memang cuaca jelek mending nggak usah lah ke sana. As I said before, aktivitas di Rumah Pohon ditutup kalau hujan dan uang tiket akan dikembalikan. Tapi waktu yang sudah kalian habiskan untuk menunggu, siapa yang bisa mengembalikan?
Ketiga, kalau pas kalian kesana dan kebetulan ramai dan antrian menggila hingga puluhan orang. Mending kalian milih paket outbound saja. Nambah Rp. 25.000 nggak apa-apa lah daripada harus membuang waktu hanya demi beberapa foto. Tapi, mbok ya daripada sepi, Rumah Pohon yang pertama dibuka kayak Rumah Pohon kedua aja ya. Kan Rp. 10.000 per orang untuk naik ke Rumah Pohon juga sudah nguntungin kan ya? But yeah, mungkin itu sudah kebijakan dari pengelola, bayar Rp. 35.000 atau silahkan antri di Rumah Pohon kedua dengan Rp. 10.000. Hihihihi.

1 rencana perjalanan di tahun ini sudah kesampaian

Yang terakhir, silahkan berhitung dan berkunjunglah ke Kalibiru kalau kalian masih merasa itu worthy. Kalau buat gue, cukup sekali gue kesana. Rasa penasaran gue sudah terjawab. Beberapa foto yang gue dapat sudah mewakili rasa puas gue akan Kalibiru. Sekian.

Check Also

BHAJAWANGI Komunitas HP Jadul Banyuwangi

BHAJAWANGI Komunitas HP Jadul Banyuwangi

BHAJAWANGI Komunitas Barisan Hape Jadoel Banyuwangi adalah Komunitas ajang saling berbagi, diskusi, dan tukar wawasan …