Breaking News
Home / seputar banyuwangi / Backpacker Dieng

Backpacker Dieng

Ayo ke Dieng..!! Bagi para Backpackers yang mau melihat “Hidden Paradise of Central Java” masih dengan cara yang membumi alias backpacking, kenapa harus backpacking,,? Backpacking adalah cara untuk mengenal budaya masyarakat lain, baik di dalam negeri atau pun di luar Indonesia. Dengan backpacking si backpacker lebih luwes dalam melakukan perjalanan karena tidak terikat aturan-aturan seperti jika sedang dalam suatu group tour (Elok Dyah Messawati). Untuk menuju ke Dieng, pertama kita harus menuju Kota Wonosobo atau Banjarnegara, karena Dieng terletak ditengah kedua Kabupaten tersebut, namun banyak wisatawan domestik dan mancanegara lebih memilih via Wonosobo. Dengan melalui Wonosobo kita akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah dari pegunungan yang mengitari kota Wonosobo, sebut saja Gn.Sumbing, Gn Prau dan Gn. Sindoro. 
Kota Wonosobo, untuk menuju Wonosobo dapat ditempuh dari arah Utara (Pekalongan, Weleri, Semarang) Selatan ( Kebumen, Puworejo, Kutoarjo, Jogjakarta) Timur (Magelang, Solo, Salatiga) Barat (Jakarta, Bandung, Bogor, Purwokerto). Wonosobo terletak di tengah-tengah pulau Jawa, makanya bisa dicapai dari segala arah. Dari arah barat Jakarta St. Ps Senen (Kereta Progo jur Jogja Rp 35.000) turun di St Kebumen, kemudian naek becak minta diantar ke tempat bis kota yang menuju ke Prembun Rp 7.000, bis akan menuju ke Term. Prembun tarif Rp 7.000. Dari Term Prembun naik bis menuju kota Wonosobo dengan tarif Rp 20.000, selama perjalanan Prembun-Wonosobo Backpackers akan melewati waduk Wadaslintang yang cukup indah, ini alasan kenapa saya melalui Kebumen, tapi bagi Backpackers yang mabuk perjalanan sebaiknya usahakan untuk tidur !. Kemudian turun di teminal bis lalu naek metrobis yang langsung menuju ke Dieng Rp 7.000. Dari Jakarta bis jurusan yang ke Wonosobo juga ada dari terminal Kampung Rambutan atau terminal Pulo Gadung Rp. 70.000 (Bis Sinarjaya, Bis Damri). Dari Jakarta juga bisa melalui utara seperti menuju Semarang dan Weleri, kemudian dilanjut menggunakan bis jurusan Wonosobo. Dari arah Bandung lebih mudah, dari terminal bis Cicaheum dengan mengunakan Bis AC-Budiman langsung menuju Terminal Wonosobo Rp 70.000. kemudian ikuti langkah di atas.
Objek – objek Wisata di Dieng :
Dataran tertinggi yang terletak di tengah-tengah propinsi jawa tengah, dengan ketinggian 2600 DPL, dengan cuaca yang sejuk dan cenderung dingin, informasinya pada bulan juli-agustus suhu di Dieng bisa mencapai 0 derajat. Wisata yang terbagi 2 wilayah yaitu, Dieng 1 (Telaga Warna, Telaga Pengilon, Dieng Theater, Kawah Sikidang, Candi Arjuna) dan Dieng 2 (Kawah Sileri, Sumur jalatunda, Telaga merdada, Pemandian air panas). Telaga Warna adalah sebuah Danau Vulkanik yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung terbentuk akibat aktivitas gunung berapi.
Kawah Sikidang adalah kawah di DTD yang paling populer dikunjungi wisatawan karena paling mudah dicapai. Kawah ini terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Karena seringnya berpindah-pindah seperti rusa/ kidang, maka orang2 sekitar menyebutnya kawah sikidang (anak Kijang) . Backpackers sebaiknya membawa masker, kali aja tidak kuat dengan gas belerangnya, satu lagi yang asik Backacpackers bisa merebus telur di salah satu lubang air panas yang mendidih.

Candi Arjuna adalah sebuah kompleks candi hindu peninggalan dari abad ke 7-8 yang terletak di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dibangun pada tahun 809, Candi Arjuna merupakan salah satu dari delapan kompleks candi yang ada di Dieng.
Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung vulkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia. Kalau Backpackers beruntung bisa melihat Gunung Sindoro tertutup awan putih layaknya jamur, fenomena tersebut tergantung cuaca juga dan biasanya terjadi setiap pagi sebelum matahari belum terlalu tinggi. Masyarakat Dieng menjadikan tanaman kentang sebagai komoditas utama dari pertanian mereka, buah kentang Dieng terkenal sedikit memiliki rasa manis dari kentang pada umumnya. Namun perlu diketahui bahwa masyarakat di Dieng menjual hampir semua hasil panennya keluar daerah (Info: masyarakat / petani Dieng)
Puncak Sikunir adalah Puncak dari Gunung Sikunir yang terletak tepat bersebelahan dengan Gunung Sindoro, tempat ini selalu dijadikan tujuan utama untuk memburu matahari terbit, pada musim kemarau kita juga bisa melihat Gunung Merapi dari puncak Sikunir. Namun untuk mendapatkan fenomena matahari terbit yang utuh tergantung cuaca dan peruntungan Backpackers juga, biasanya pada musim kemarau tidak terlalu banyak awan, sehingga matahari terbit dapat terlihat sempurna.

Dieng memiliki lebih dari seratus losmen dan homestay, tapi kalau kita tidak melakukan Booking atau DP terlebih dahulu siap-siap kecewa, karena over booked atau sudah di sewa. Beberapa Losmen dah homestay yang sangat terjangkau dan menjadi favorit di kalangan backpacker :
Losmen Bu Jono (mas didik 085227389949) , didirikan sejak tahun 1971. Losmen ini tidak hanya dikenal wisatawan domestik, namun wisatawan dari eropa sangat mengenal losmen bu jono. Kelebihan dari losmen ini adalah pengelola dan pegawainya sangat ramah, tarif disini mulai Rp 70.000 – Rp 170.000. Kalau backpackers terpaksa nyari  yang ala Homestay diatas 150.000, Homestay Bougenvile 081327072112, Homestay Pancawarna 085878581677, Homestay Dahlia 085227223433/081328487603.
Transportasi wisata di Dieng bisa dengan menyewa mobil atau yang paling efektif menggunakan ojek, tarif ojek untuk satu kawasan wisata Rp 100.000 – 125.000, bisa ditawar tergantung negosiasi, masyarakat dieng sangat ramah sehingga mudah bagi kita untuk bernegosiasi. Berkujung ke Dieng Jangan lupa membeli oleh-oleh, yang menjadi khas adalah manisan buah Carica, kacang dieng, kripik jamur, dan jamu purwoceng asli Dieng purba, oleh-oleh bisa dibeli di dieng atau pusat oleh-oleh di kota Wonosobo. Satu lagi yang tidak boleh terlewat apabila ke Wonosobo adalah, menikmati mie khas Wonosobo yaitu mie ongklok yang salah satu kedainya terletak di Jl. Pasukan Ronggolawe dekat dengan Hotel Kresna.
Mi ongklok (bakmi ongklok) adalah makanan khas Kabupaten Wonosobo berupa mi rebus yang dibuat dengan racikan khusus menggunakan kol, daun kucai, dan kuah yang disebut loh. Paling pas disajikan hangat bersama sate sapi, tempe kemul, serta keripik tahu. Beberapa pedagang mi ongklok yang terkenal adalah Mi Ongklok Longkrang. Nah Backpackers jangan lewatin kuliner yang satu ini, dijamin nambah….

Note : Dieng makin eksotis apabila dikunjungi pada bulan Juli – Agustus, namun dibulan lainnya pun juga tersaji kejutan yang tidak terduga dari alam Dieng…
SEMOGA MEMBANTU DAN SELAMAT BERLIBUR,,,!

Check Also

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang

Prihatin dengan organisasi rapi dan orari di jaman sekarang, Rapi dan Orari adalah organisasi radio …

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes