Breaking News
Home / Banyuwangi / AYAM PEDAS BANYUWANGI

AYAM PEDAS BANYUWANGI

Ayam Pedas Banyuwangi – Bagi anda penggemar masakan pedas, jangan melewatkan kuliner Ayam Pedas ketika berkunjung ke Banyuwangi. Jangan ngaku jagoan pedas jika Anda belum mencicipinya. Dijamin Anda tidak kecewa karena sajian yang satu ini termasuk salah satu masakan khas Banyuwangi yang cukup banyak penggemarnya.
Namanya saja Ayam Pedas, sudah terbayangkan kan rasanya ya pasti pedas. Bukan sekedar pedas biasa tapi pedas yang super! Jadi jangan kaget dengan sensasi pedasnya Ayam Pedas. Pokoknya rasa pedasnya setara dengan pedasnya Sego Tempong. Walau pedasnya minta ampun, kedua kuliner khas Banyuwangi ini sama-sama enaknya, terutama bagi penggemar makanan pedas tentunya.

Kuliner Ayam Pedas khas Banyuwangi.
Ayam Pedas khas Banyuwangi

Ada banyak tempat yang menyediakan menu Ayam Pedas, Anda bisa menemukannya di beberapa tempat di Banyuwangi. Beberapa diantaranya terbilang cukup populer dan bisa dijadikan jujugan saat berkunjung ke Banyuwangi. Cekidot gan!
AYAM PEDAS RANTINEM
Penyuka makanan pedas wajib mencoba Ayam Pedas Rantinem di Kecamatan Genteng. Rantinem ini nama pemiliknya. Yang jelas Ayam Pedas Rantinem sudah sangat populer, ini menjadi jaminan kenikmatan rasanya. Bukan hanya di sekitar Banyuwangi, banyak warga luar kota yang menjadi pelanggannya.

Kuliner Ayam Pedas khas Banyuwangi
Penampakan Ayam pedas Rantinem yang dibungkus.

Meskipun letaknya bukan di jalan raya, mencarinya sangat mudah. Anda menanyakan pada siapapun di Genteng, mereka akan menunjukkan tempatnya. Gampangnya, Anda tinggal cari Kantor Pos Genteng, Ayam Pedas Rantinem ini persis di jalan disampingnya. Masuk 30 meter langsung kelihatan warungnya. Tapi Anda tidak bisa sembarangan waktu menikmatinya, karena warung ini baru buka setelah sore hari sampai malam. Siapkan tisu yang banyak ya. Ingus Anda bakal terus-terusan meleleh dibuatnya!

Warung Rantinem di Genteng Kulon, menu spesialnya Ayam Pedas .

AYAM PEDAS WTS

Ayam Pedas WTS

Salah satu warung yang menyajikan menu Ayam Pedas ada di desa Jatirejo, Kecamatan Purwoharjo. Warung ini lebih dikenal sebagai WTS alias Warung Tengah Sawah. Disebut demikian karena letaknya memang di tengah persawahan, di samping jalur irigasi. Jika Anda mengunjungi Pantai Grajagan, tidak ada salahnya mampir ke warung ini karena lokasinya di jalan raya Grajagan, Jatirejo, Kecamatan Purwoharjo.
Warung yang satu ini memang bentuknya sederhana, namun cukup popularitas di kalangan penggemar kuliner Ayam Pedas. Bahkan banyak pejabat dari Kabupaten lain yang datang ke Banyuwangi minta diantar ke WTS ini.
Rasanya yang istimewa membuat pengunjung ketagihan mencicipi nikmatnya Ayam Pedas yang merupakan satu-satunya menu di warung WTS-nya Mbah Dam, sang pemilik. Nama Mbah Dam ini diberikan karena di depan warungnya ada dam irigasi. Ada-ada saja ya cara orang kasih nama.

Warung Tengah Sawah Mbah Dam .

Ayam pedas memang juara. Kuliner Banyuwangi sepertinya memang pas untuk penggemar masakan pedas. Contohnya ya Ayam Pedas ini!
AYAM PEDAS MBOK WO
Bergeser ke selatan di Kecamatan Pesanggaran, di sini ada Ayam Pedas Mbok Wo yang juga terkenal sejak lama. Letak warungnya berada di Desa Silirbaru, 5 km ke utara dari pantai. Sekalian kalau Anda berwisata di Teluk Hijau atau Pulau Merah, mampir

Ayam pedas Mbok Wo

AYAM PEDAS BU MAKSUM
Selain Ayam Pedas Rantinem, Di Kecamatan Genteng ada beberapa tempat makan lain yang menjual Ayam Pedas, salah satunya Rumah Makan Bu Maksum. Yang ini lokasinya mudah dijangkau, karena berada di jalan raya tengah kota, persis di sebelah BCA.

Ayam pedas Bu Maksum Genteng-Banyuwangi
Ayam pedas Bu Maksum

Sebetulnya menu khas rumah makan Bu Maksum adalah Ayam Panggang, tapi mereka juga menyediakan Ayam Pedas. Nah, Ayam Pedas disini cocok bagi mereka yang tidak menyukai makanan yang terlalu pedas. Entah kenapa, tapi mungkin karena rumah makan ini memang kelasnya menengah, bisa jadi ini menjadi pertimbangan si pemilik tidak menyediakan makanan yang pedasnya ekstra.
Kalau mau disebut, masih ada lagi tempat yang menyediakan Ayam Pedas di Genteng. Di Genteng Wetan ada warung Al Barokah, sedangkan di terminal lama Genteng Kulon juga terdapat warung-warung yang menjual menu Ayam Pedas.
Secara umum tidak sulit menemukan menu Ayam Pedas di berbagai daerah di Banyuwangi. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner Ayam Pedas memang cukup merakyat dan menjadi makanan khas masyarakat Banyuwangi.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes