Breaking News
Home / Banyuwangi / Adat dan Budaya Banyuwangi

Adat dan Budaya Banyuwangi

Kali ini kita akan membahas Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi.
Yak, Ada 4 macam bentuk khas adat Rumah Banyuwangi, yakni crocogan, tikel/baresan, tikelbalung, dan serangan. Bentuk bangunan rumah itu sendiri dibagi dalam tiga ruang, yakni mbyale (balai/serambi) yang biasa digunakan untuk menjamu tamu dan ngobrol santai dengan tetangga dekat,  jerumah (ruang tengah + kamar) adalah bagian rumah yang biasa digunakan sebagi tempat istirahat dan bercengkrama bersama keluarga, dan pawon (dapur) yang biasa digunakan ibu-ibu untuk memasak.
Rumah di Banyuwangi yang memiliki bentuk khasnya banyak terdapat di Desa Kemiren Banyuwangi. Pada dasarnya Desa Kemiren adalah desa dengan penduduk Suku Osing Banyuwangi asli sehingga berbagai Budaya Banyuwangi masih melekat kuat di desa tersebut.
Selain itu beberapa adat-budaya Banyuwangi yang masih dipertahankan Desa Kemiren adalah Mepe Kasur yang merupakan kegiatan unik serempak dilakukan semua penduduk desa pada kasur tidur masing-masing. Ada pula adat Barong Ider Bumi yang dipercaya memiliki khasiat penolak balak/bahaya. Para ibu-ibu di Desa Kemiren juga memiliki kegiatan adatnya sendiri, yakni Memukul Alu menumbuk padi hingga beras terpisah dari kulitnya untuk dimasak. Ketika tongkat dan alu yang digunakan bertumbukan akan terdengar suara benturan. Dan secara kompak beberapa ibu-ibu ini akan menumbuk hingga menimbulkan irama suara pukulan yang indah didengar telinga. Kini tradisi ini tetap dilestarikan walau terkadang tanpa padi yang ditumbuk, karena yang ibu-ibu ini harapkan hanyalah terlestarikannya tradisi dan irama suara tumbukan yang dihasilkan.
Ditempat-tempat lain di wilayah Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) juga memiliki tradisi-tradisi yang masih dipertahankan. Seperti di Pantai Muncar yang masih rutin mengadakan Petik Laut, kegiatan memberikan berbagai macam sesajen di lautan. Di Desa Alas Malang dan Desa Aliyan terdapat tradisi Kebo-keboan, yakni beberapa orang akan berpenampilan dan bertingkah seperti kerbau di sawah dan mengelilingi desa. Juga ada tarian dengan aura mistis yang disebut Tari Seblang yang dilestarikan Desa Bakungan dan Desa Olehsari. Kedua desa memiliki perbedaan masing-masing dalam pelaksanaan ritualnya.
Sedangkan untuk seni budaya, Kab Banyuwangi memiliki beberapa tari dan drama khas daerah. Seni tari bisa dilihat pada Tari Gandrung, Tri Sekar Tanjung, Tri Erek-erekan, Tari Santri Muleh, Tari Seblang dan Barong Kemiren dan masih banyak yang lain. Untuk drama khas, Banyuwangi memiliki tradisi “Janger Banyuwangi“.
Ok. Sekian Pembahasan kita tentang Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi. 
Akhirnya, seperti yang telah kita bahas di artikel Mengenal Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) Lebih Dekat untuk para Lare Osing yang sekarang merantau ke luar Banyuwangi atau bahkan ke luar negeri, saya mohon sebisa mungkin berusaha kembail ke Kab Banyuwangi. Karena yang seharusnya menjaga dan meramaikan tradisi-tradisi Banyuwangen adalah lare-lare osing itu sendiri. Yang harus memajukan dan mengisi perekonomian Kab Banyuwangi adalah lare-lare osing itu sendiri.
For : All Laros
Mari berkarya di Kabupaten Banyuwangi. Berkarya di rumah sendiri. 
Terimakasih. Saya undang kawan-kawan Laros semua bersedia mengomentari artikel

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes