•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News
Home / Banyuwangi / Adat dan Budaya Banyuwangi

Adat dan Budaya Banyuwangi

Kali ini kita akan membahas Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi.
Yak, Ada 4 macam bentuk khas adat Rumah Banyuwangi, yakni crocogan, tikel/baresan, tikelbalung, dan serangan. Bentuk bangunan rumah itu sendiri dibagi dalam tiga ruang, yakni mbyale (balai/serambi) yang biasa digunakan untuk menjamu tamu dan ngobrol santai dengan tetangga dekat,  jerumah (ruang tengah + kamar) adalah bagian rumah yang biasa digunakan sebagi tempat istirahat dan bercengkrama bersama keluarga, dan pawon (dapur) yang biasa digunakan ibu-ibu untuk memasak.
Rumah di Banyuwangi yang memiliki bentuk khasnya banyak terdapat di Desa Kemiren Banyuwangi. Pada dasarnya Desa Kemiren adalah desa dengan penduduk Suku Osing Banyuwangi asli sehingga berbagai Budaya Banyuwangi masih melekat kuat di desa tersebut.
Selain itu beberapa adat-budaya Banyuwangi yang masih dipertahankan Desa Kemiren adalah Mepe Kasur yang merupakan kegiatan unik serempak dilakukan semua penduduk desa pada kasur tidur masing-masing. Ada pula adat Barong Ider Bumi yang dipercaya memiliki khasiat penolak balak/bahaya. Para ibu-ibu di Desa Kemiren juga memiliki kegiatan adatnya sendiri, yakni Memukul Alu menumbuk padi hingga beras terpisah dari kulitnya untuk dimasak. Ketika tongkat dan alu yang digunakan bertumbukan akan terdengar suara benturan. Dan secara kompak beberapa ibu-ibu ini akan menumbuk hingga menimbulkan irama suara pukulan yang indah didengar telinga. Kini tradisi ini tetap dilestarikan walau terkadang tanpa padi yang ditumbuk, karena yang ibu-ibu ini harapkan hanyalah terlestarikannya tradisi dan irama suara tumbukan yang dihasilkan.
Ditempat-tempat lain di wilayah Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) juga memiliki tradisi-tradisi yang masih dipertahankan. Seperti di Pantai Muncar yang masih rutin mengadakan Petik Laut, kegiatan memberikan berbagai macam sesajen di lautan. Di Desa Alas Malang dan Desa Aliyan terdapat tradisi Kebo-keboan, yakni beberapa orang akan berpenampilan dan bertingkah seperti kerbau di sawah dan mengelilingi desa. Juga ada tarian dengan aura mistis yang disebut Tari Seblang yang dilestarikan Desa Bakungan dan Desa Olehsari. Kedua desa memiliki perbedaan masing-masing dalam pelaksanaan ritualnya.
Sedangkan untuk seni budaya, Kab Banyuwangi memiliki beberapa tari dan drama khas daerah. Seni tari bisa dilihat pada Tari Gandrung, Tri Sekar Tanjung, Tri Erek-erekan, Tari Santri Muleh, Tari Seblang dan Barong Kemiren dan masih banyak yang lain. Untuk drama khas, Banyuwangi memiliki tradisi “Janger Banyuwangi“.
Ok. Sekian Pembahasan kita tentang Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi. 
Akhirnya, seperti yang telah kita bahas di artikel Mengenal Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) Lebih Dekat untuk para Lare Osing yang sekarang merantau ke luar Banyuwangi atau bahkan ke luar negeri, saya mohon sebisa mungkin berusaha kembail ke Kab Banyuwangi. Karena yang seharusnya menjaga dan meramaikan tradisi-tradisi Banyuwangen adalah lare-lare osing itu sendiri. Yang harus memajukan dan mengisi perekonomian Kab Banyuwangi adalah lare-lare osing itu sendiri.
For : All Laros
Mari berkarya di Kabupaten Banyuwangi. Berkarya di rumah sendiri. 
Terimakasih. Saya undang kawan-kawan Laros semua bersedia mengomentari artikel

Check Also

BERLIBUR DI BANYUWANGI

Berlibur Sehari di Banyuwangi - Berlibur sehari keluar kota mungkin kurang memuaskan, karena waktunya sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan menjangkau banyak obyek wisata di kota tujuan. Namun tidak sedikit traveler yang memanfaatkan hari libur yang singkat, seperti pada hari Minggu atau hari libur kejepit, sebagai kesempatan berwisata untuk refreshing dari rutinitias pekerjaan. Nah, bagaimana kalau ingin berlibur ke Banyuwangi, tapi hanya punya waktu sehari? Berlibur dengan waktu sehari di Banyuwangi tentu sangat kurang, mengingat obyek wisata yang berada di Banyuwangi letaknya tersebar di berbagai wilayah, dan seperti diketahui Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah yang luas. Apalagi beberapa obyek wisata populernya, seperti Kawah Ijen, Pantai Plengkung dan Pantai Sukamade letaknya satu dengan lain cukup berjauhan. Tapi tentu saja kondisi ini bukan bukan halangan bagi traveler berwisata ke Banyuwangi dengan waktu sehari. Kuncinya adalah perencanaan perjalanan yang matang dan efisiensi waktu.Nah kabar baiknya bagi traveler yang berencana berlibur ke Banyuwangi, Anda punya 4 pilihan jalan masuk ke Banyuwangi yang bisa dimanfaatkan untuk mengatur perjalanan Anda sesuai moda transportasi yang akan digunakan dan lokasi wisata yang ingin dikunjungi, yaitu :1. Lewat jalur pantura dari arah Kabupaten Situbondo, Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis atau travel) atau mobil pribadi.2. Jalur timur lewat laut dari pelabuhan Ketapang.3. Lewat jalur barat dari arah Kabupaten Jember, pilihan moda transportasinya lebih beragam. Anda bisa menggunakan kendaraan umum (bis, travel atau kereta api) atau mobil pribadi.4. Lewat udara turun di Bandara Blimbingsari, di Kecamatan Rogojampi.Lihat : Info Perjalanan keBanyuwangiDari ke 4 jalur alternatif masuk ke Banyuwangi tersebut, untuk saat ini (2015), jalur udara paling tidak direkomendasikan mengingat jadwal penerbangan ke Banyuwangi dari Surabaya tidak mendukung rencana berwisata sehari di Banyuwangi, karena dalam sehari baru ada sekali jadwal penerbangan ke Bandara Blimbingsari, yaitu pada siang baru.Berikut tips berlibur sehari di Banyuwangi agar dengan waktu yang sangat terbatas dapat mengunjungi lokasi wisata yang ingin dilihat :- Buat skala prioritas.Rencanakan dari awal lokasi wisata mana yang ingin dikunjungi secara berurutan berdasarkan jaraknya yang berdekatan. Tentunya Anda telah mengumpulkan informasi sebelumnya. Anda bisa mempertimbangkan berbagai pilihan rencana perjalanan wisata di Banyuwangi yang bisa dikunjungi dalam sehari di bagian akhir tulisan ini. - Sesuaikan tujuan tempat wisata di Banyuwangi yang ingin dikunjungi dengan jalur transportasi.Jika tujuannya tempat wisata yang berada di wilayah Banyuwangi timur dan sekitarnya, seperti Baluran, Pantai Bangsring, Kawah Ijen, maka pilih jalur pantura melalui Kabupaten Situbondo. Sebaliknya jika tujuan utamanya tempat wisata di wilayah Banyuwangi selatan dan barat, seperti Pulau Merah, Teluk Hijau, Sukamade, maka sebaiknya melalui jalur barat dari arah Kabupaten Jember. - Efisienkan waktu. Agar waktu yang sempit termanfaatkan secara maksimal, usahakan saat subuh sudah sampai di Banyuwangi. Untuk sekedar mandi atau cuci muka, Anda bisa memanfaatkan fasilitas kamar mandi di SPBU. Atau Anda bisa berhenti di tempat makan yang memiliki fasilitas kamar mandi representatif, sekalian Anda gunakan untuk sarapan sebelum mulai berlibur di Kabupaten Banyuwangi dalam waktu sehari. Bahkan jika Anda cocok dengan makanan di tempat makan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan untuk meminta disiapkan nasi kotak sebagai bekal makan siangnya. Dengan bekal tersebut Anda tidak usah repot memikirkannya pada saat waktu makan siang nanti di perjalanan atau di tempat wisata yang sedang Anda kunjungi kebetulan sulit ditemukan penjual makanan. PAKET RENCANA PERJALANAN SEHARI DI BANYUWANGIBerikut disajikan beberapa alternatif paket perjalanan wisata sehari di Banyuwangi yang bisa Anda pilih. Paket wisata sehari di Banyuwangi ini disusun berdasarkan jarak antar lokasi wisata yang berada dalam jalur perjalanan yang sama atau searah, yang dikelompokkan berdasarkan jalur masuk ke Banyuwangi, yaitu dari arah Pantura (dari Situbondo) dan arah Barat (dari Jember).Ke Banyuwangi Via Situbondo (Pantura)Jika anda datang dari arah Situbondo, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Bangsring – Watu Dodol – Banyuwangi kota. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB. Alternatif 1 :- Tujuan : City tour - Pulau Merah - Rajegwesi- Teluk Hijau.- Langsung menuju Taman Sritanjung. Di sini Anda bisa istirahat, Sholat Subuh (tergantung waktu kedatangan) di Masjid Baiturrohman, mandi dan sarapan.- pulang via jemberAlternatif 2 :- Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi. - pulang via Situbondo.Alternatif 3 :- Tujuan : Kawah Ijen-Kemiren-Air terjun Jagir-Watu dodol- Pulang via Situbondo.Alternatif 4 :- Baluran-city tour-Pulau Merah-Pancer/Wedi Ireng.- pulang via jemberAlternatif 5 :- Tujuan : City tour, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan, Plengkung),- pulang via JemberKe Banyuwangi via Jember (jalur barat)Jika Anda masuk dari arah Jember, maka untuk mandi dan sarapan pagi Anda bisa lakukan di sepanjang jalan antara Kalibaru – Glenmore – Genteng atau Jajag. Diperkirakan Anda sudah sampai di lokasi wisata pertama antara pukul 08.00-09.00 WIB.Alternatif 1 :- Tujuan : Pantai Rajegwesi, Teluk Hijau, Pulau Merah, City tour Banyuwangi.- City tour di kota Banyuwangi berakhir di Taman Sritanjung. Disini Anda bisa sejenak istirahat, Sholat Maghrib di Masjid Baiturrohman dan makan malam di sekitar lokasi. - Pulang lewat Situbondo.Alternatif 2 (full pantai) :- Tujuan : Pulau Merah - Rajegwesi - Teluk Hijau – Sukamade.- Pulang via jember.Alternatif 3 :- Tujuan : Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo (Sadengan, Pura Giri Seloka, Trianggulasi, Pancur, Ngagelan), city tour.- Pulang via situbondo.Berdasarkan paket rencana perjalanan sehari di Banyuwangi tersebut, diperkirakan traveler dapat menyelesaikan antara pukul 17.00 WIB-19.00 WIB, sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.