Breaking News
Home / Banyuwangi / 3 DAERAH WISATA DI BANYUWANGI

3 DAERAH WISATA DI BANYUWANGI

Triangle of Diamond Banyuwangi merupakan Sektor Pariwisata andalan yang di miliki Banyuwangi.Sebutan Triangle of Diamond merupakan nama yang di ambil dari tiga daerah di Banyuwangi, yaitu :

– Gunung Ijen, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
– Plengkung (G-Land), Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia
– Sukomade, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia 

Jika Kita melihat ke tiga daerah tersebut di Peta kemudian tarik garis lurus di ketiga daerah tersebut maka kita akan melihat bentuk segitiga yang menghubungkan antar daerah tersebut. Sebab itulah muncul sebutan Triangle of Diamond yang berarti Tiga Berlian.

Diantara ketiga daerah tersebut masing-masing mempunyai keunikan yang berbeda. Kawah Ijen yang memiliki Kawah belerang yang misterius, Plengkung (G-Land) yang mempunyai keindahan Alam dan Ombak yang besar, Sukomade yang mempunyai Penangkaran Penyu yang Atratif. Tidak salah jika ketiga daerah tersebut menjadi Pariwisata kebanggaan Banyuwangi.

GUNUNG IJEN

Seperti halnya Gunung lain, Kita akan menemukan Keindahan Alam yang eksotik ketika Kita berada di Puncak Gunung Ijen ini. Selain Keindahan Alam yang dapat kita nikmati ketika Kita berada di Puncak Gunung Ijen, Ternyata Gunung Ijen mempunyai keunikan tersendiri di bandingkan dengan tetangga Gunung ini seperti Gunung Widodaren, Gunung Merapi, Gunung Ranti dan Gunung Papak.

Gunung Ijen mempunyai Danau Gunung yang mempunyai tingkat ke asaman tertinggi di Dunia, yaitu ph0,5 dan Belerang yang berada dalam Sulfat ara yang begitu dalam.

Saat Kita mendaki Gunung Ijen ini, Kita akan menemukan Pondok Bunder yang pernah di bangun oleh Pemerintahan Hindia Belanda.

Fasilitas jalan yang di suguhkan untuk menuju Gunung Ijen sudah relatif baik dan dapat mendukung berbagai macam kendaraan. Untuk menuju ke Gunung Ijen :

Angkot: Banyuwangi-Licin-Jambu (45km) dari Jambu menuju ke Patulding dengan menaiki Ojek dan Chateran (sewa mobil). Dari Patulding di lanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 3km, 1/2 dari perjalanan kaki tersebut merupakan perjalanan yang sangat memberatkan untuk para pejalan kaki. Karena di 1/2 perjalanan tersebut merupakan jalan berpasir dan menanjak. Namun setelah itu Kita akan menemukan jalanan turunan dan di barengi dengan pemandangan Alam pegunungan yang begitu Eksotik sejauh 250m.

PANTAI PLENGKUNG (G-LAND)

Pantai Plengkung merupakan Pantai yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Banyak Wisatawan menyebut Pantai Plengkung ini dengan sebutan G-LAND merupakan nama yang di ambil dari nama teluk Grajagan dan Green (karena saat kita berada di kawasan Pantai Plengkung Kita akan menemukan deretan keindahan alam yang masih Alami)

Pantai ini merupakan Pantai yang banyak di gemari oleh Wisatawan asing khususnya para Surfer Profesional, Karena Ombak di pantai Plengkung ini mencapai ketinggian 5m.

Banyak dari Surfer dari Bali yang datang menuju Banyuwangi dan singgah di Pantai Grajagan kemudian di lanjutkan dengan perjalanan Laut menggunakan Speed Boat. Namun tidak sedikit Wisatawan yang menginap di penginapan yang berada di Pantai Grajagan dan menikmati keindahan Alam yang Eksotik selain itu Sunrise yang ada di Pantai Grajagan tidak sedikit wisatwan yang tersepona dengan keindahan Sunrise Pantai Grajagan.
Biasanya pada bulan Mei dan Oktober merupakan bulan yang terbaik untuk Surfer.

Untuk menuju di Pantai Plengkung ini, Ada beberapa fasilitas jalan yang dapat Kita tempuh, yaitu melalui Perjalanan Laut dan Perjalanan Darat.

Perjalanan Laut: Banyuwangi-Benculuk (35km) dengan menggunakan transportasi bus atau menggunakan transportasi lain seperti Angkot. Benculuk-Grajagan (18km) dengan menggunakan Transportasi Angkot kemudian di lanjutkan perjalanan dari Grajagan-Plengkung dengan melewati perjalanan Laut menggunakan Speed Boat.
Perjalanan Darat: Banyuwangi-Kalipahit (59km) dengan menggunakan alat transportasi bus. Kalipahit-Pasaranyar (3km) dengan menggunakan Ojek atau sewa Mobil. Pasaranyar-trianggulasi-Pancur (15km) Pancur-Plengkung (9km) dengan menggunakan alat transportasi khusus.

PANTAI SUKOMADE

Pantai ini berletak di bagian barat daya kota Banyuwangi. Pantai ini mempunyai keindahan Pantai dan Pantai yang tenang. Sukomade merupakan hutan lindung yang biasanya menjadi tempat Penyu yang bertelur di bibir Pantai Sukomade.

Saat Kita berkunjung di Pantai Sukomade ini, Kita akan di bimbing oleh Pembimbing yang sudah berpengalaman untuk melihat Penyu Bertelur. Penyu betina dapat menghasilkan ratusan telur yang di taruh di Bibir Pantai. Biasanya Penyu mulai Bertelur pada jam 07:30 malam dan kembali ke Pantai pada jam 12:00 malam. 

Bulan Nopember dan Maret merupakan musim Penyu bertelur. Selain Kita dapat menikmati Keindahan Alam Pantai Sukomade, Kita juga dapat menikmati keindahan pantai Rajagwesi dan Teluk Hijau di setiap Perjalanan.

Untuk menuju ke Pantai Sukomade, Anda dapat menggunakan alat Transportasi Umum maupun Transportasi pribadi, Namun harus Anda ketahui bahwa jalan yang di tempuh berbukit dan di rekomendasikan untuk menyesuaikan kendaraan yang Anda gunakan.

Dari Banyuwangi-Pesanggaran (60km) kemudian di lanjutkan menuju ke Sarongan (20km) kemudian melanjutkan perjalanan Sarongan-Rajagwesi-Sukomade (17km). dan juga tersedia Cottage dan Camping Ground untuk para pengunjung yang menginap.


Mungkin cukup sekian dari saya, Semoga ketiga daerah yangt di sebut dengan sebut Triangle of Diamond ini dapat menjadi sektor pariwisata banyuwangi yang dapat mengharumkan nama Banyuwangi menjadi tempat wisata yang di Rekomendasikan untuk wisatawan.

Check Also

SPECTA NIGHT CARNIVAL BANYUWANGI

Parade Budaya Jawa Timur 2015 atau Jatim Specta Night Carnival berlangsung meriah di Banyuwangi, Sabtu (14/11/2015). Kabupaten Banyuwangi dipercaya menjadi tuan rumah ke 10 pawai budaya yang digelar setiap tahun ini. Jatim Specta Night Carnival 2015 di Banyuwangi (sumber : Banyuwangikab.go.id)Dalam even yang diikuti 24 kabupaten/kota Jawa Timur ini ditampilkan berbagai kesenian khas dan kebudayaan daerah masing-masing dalam sebuah parade dan pawai berkeliling kota. Tujuannya tidak lain untuk mempromosikan potensi wisata daerah dan provinsi sebagai daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Jawa Timur, khususnya daerah yang menjadi lokasi even. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan seni dan budaya Jawa Timur yang sangat kaya dan beragam.Berbeda dengan pawai dan karnaval pada umumnya yang berlangsung siang sampai sore, Jatim Specta Night Carnival 2015 ini, sesuai dengan namanya, digelar pada malam hari. Maka pelaksanaan pawai budaya yang dimulai dari Taman Blambangan dan finish di depan kantor Pemda sejauh 2,5 km ini, didukung tata lampu yang megah. Suasana kota Banyuwangi pun gemerlap oleh kilauan cahaya lampu.Ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk atraksi seni dan budaya di hadapan ribuan masyarakat kota Blambangan, dengan iringan mobil hias bertabur lampu warna warni dan parade barisan kostum yang atraktif. Dalam parade ini Banyuwangi sendiri sebagai tuan rumah menampilkan fragmen legenda yang berjudul Mendung Langit Kedawung, yang melakonkan asal-usul berdirinya kerajaan Tawang Alun. Daerah lain seperti Kabupaten Malang menyuguhkan atraksi seni dengan tema Dewi Sri, Kabupaten Gresik yang mengangkat tema budaya Lir-ilir dengan mengambil inspirasi dari Sunan Giri dengan menyajikan pawai mobil hias. Pacitan dengan lakon Kethek Ogleng yang menceritakan kisah Dewi Sekartaji dan Raden Panji Asmoro Bangun. Sedangkan Kota Surabaya menyuguhkan tari Oncor Tambayu (Tambak Medokan Ayu). Tidak hanya tarian khas daerah, musik khas daerah, seni tarik suara, hingga fashion pun ditampilkan. Di awal acara bahkan ditampilkan kolaborasi berbagai kesenian di Jatim. Bila selama ini seorang Warok tampil bareng Reog, namun di Banyuwangi, Warok Ponorogo ini justru menjadi Paju (pasangan) Gandrung. Selain itu ada atraksi drumband dari kontingen Tulungagung yang membawakan lagu Umbul-umbul Blambangan sebagai musik pengiring para talent Banyuwangi Ethno Carnival. Benar-benar sebuah gelari pertunjukan seni budaya yang berkelas!Parade Kabupaten Ngawi (sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton)Kolaborasi Gandrung dan Warok (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Grup FB Banyuwangi Bersatu/Topicustom Cak Anton) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab) (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)(sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)

Power by

Download Free AZ | Free Wordpress Themes