•   CCTV Online
  •   Pembuatan Website
  •   Komunikasi HT Rig
  •   Audio - Karaoke
  •   Komputer - Software
  • Jaringan - Wifi
  •   Script Aplikasi Program
  •   Kontak : Mas Dewa
  •   HP/WA : 085330200563
  •   Jl. Letkol Istiqlah No. 160c Singomayan Barat
  •   Kel. Singonegaran Kec. Banyuwangi Jawa Timur 68415
Breaking News

PENGINAPAN BUAT BACKPACKER DI BANYUWANGI

Berwisata ala backpacker ke Banyuwangi, selain hotel dan homestay, ada alternatif tempat menginap yang pas di kantong dan pas di hati pula. Betapa tidak, sudah tarifnya murah, letaknya di tengah kota Banyuwangi. Apa nggak keren tuh?Dormitory A Yani, tuh keren kan mbak resepsionisnya (sumber : Banyuwangitourism.com)Namanya Dormitory Tourism Banyuwangi. Bagi yang belum tahu, dormitory itu semacam penginapan sederhana yang dapat dihuni oleh beberapa orang dalam satu kamar secara bersama-sama. Mirip sebuah asrama dimana dalam sebuah kamar terdapat beberapa deret tempat tidur bersusun yang satu sama lain tidak bersekat. Tujuannya tentu saja agar tarifnya ekonomis dan terjangkau oleh semua kalangan, khususnya kalangan backpacker.Meskipun murah, jangan berpikir kondisi dan fasilitasnya ala kadarnya. Dormitory Tourism Banyuwangi ini - eh biar nggak kepanjangan nyebutnya, disingkat Doriwangi aja yuk - konsepnya memang sederhana, hijau dengan banyak tanaman, dilengkapi lukisan-lukisan tentang alam dan sejarah Banyuwangi. Wes pasti cocok istirahat buat backpackers yang akan menuju atau sudah datang dari Kawah Ijen, Pulau Merah, Pantai Sukamade, perkebunan kopi, dan destinasi wisata lain yang tersebar di penjuru Banyuwangi.Coba disimak, fasilitas penunjang yang tersedia di Doriwangi ini relatif lengkap lo. Sebut saja kedai kopi khas Banyuwangi, taman dan ruang publik dengan fasilitas wifi, gerai usaha kecil dan menengah (UKM) yang menyediakan aksesoris, kaos, dan kuliner khas Banyuwangi seperti rujak soto dan nasi tempong. Cakep kan?Tambah keren lagi, Doriwangi ini tidak cuma tersedia satu, tapi ada dua Doriwangi yang siap menampung para backpackers. Keduanya sama-sama di pusat kota dan jaraknya relatif berdekatan. Doriwangi yang pertama berada di jalan Ahmad Yani no. 110 dan Dowirangi kedua berada di Jalan Susuit Tubun Banyuwangi.Kondisi kamar Dormitory A Yani (sumber : Banyuwangitourism.com)Doriwangi Ahmad Yani yang berada Jl. Ahmad Yani No. 110 Banyuwangi memiliki fasilitas 3 kamar tidur yang dilengkapi dengan AC, dengan 12 tempat tidur susun. Jadi total ada 24 Ranjang. Di sini Anda dapat menikmati berbagai kuliner khas Banyuwangi yang terletak di sepanjang Jl. Brigjen Katamso dan Jl. Ahmad Yani. Selain itu Doriwangi Ahmad Yani berada di kawasan pemerintahan Banyuwangi, tepat di sebelah utara merupakan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, sebelah timur Kantor Perindustrian dan perdangangan, dan sebelah selatan Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi. Mantap kan?Lain lagi dengan Doriwangi Sritanjung. Letaknya berada tepat di Jantung Kota Banyuwangi yaitu jalan Susuit tubun, memiliki 3 lantai dengan 9 kamar dan 24 tempat tidur susun. Jadi total ada 48 ranjang. Di lantai 3 dilengkapi ruang pertemuan (meeting room). Tepat di depan dormitory Anda dapat menikmati jajanan kuliner dan Ruang terbuka hijau di Taman Sritanjung serta dapat melihat Masjid terbesar di Banyuwangi, yaitu Masjid Agung Baiturrahman.Dormitory Sritanjung dan Ruang pertemuan (sumber :Banyuwangitourism.com)Ruang kamar Dormitory Sritanjung (sumber : Banyuwangitourism.com)Tidak jauh dari dormitory terdapat pasar tradisional Banyuwangi yang berada di sebelah timur, serta jika ingin berolahraga terdapat jogging track yang berada di Taman Blambangan. Selain itu Anda dapat menikmati pantai Boom Banyuwangi yang hanya makan waktu 5 menit dari Doriwangi Sritanjung.Terus berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk menikmati keindahan kota Banyuwangi dengan memilih Doriwangi sebagai tempat menginap? Hanya Rp.75.000 per orang per malam. Setidaknya ini sampai tahun 2015 lo ya, tapi doain saja mudah-mudahan tetap murah untuk selanjutnya. Mungkin ada pertanyaan yang mengganjal, kok bisa ya tarifnya semurah itu? Ya karena ini punya Pemkab Banyuwangi yang tujuannya tidak melulu komersial, tapi untuk menyediakan penginapan yang murah bagi kalangan backpackers.Nah, dengan keberadaan dormitory murah di tengah kota Banyuwangi tentu sangat membantu biaya menginap bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Banyuwangi. Jadi nggak ada alasan untuk menunda-nunda berwisata ke Banyuwangi, the sunrise of java.Untuk pemesanan Dormitory Tourism Banyuwangi, silahkan menghubungi:TOURISM INFORMATION CENTER BANYUWANGIJl. A. Yani 78 Banyuwangi - Jawa Timur☎ +62 333 424172☎ +62 333 412851

Read More »

TRADISI KEBO-KEBOAN BANYUWANGI

TRADISI KEBO-KEBOAN BANYUWANGI Wisata Banyuwangi – Masyarakat suku Osing Banyuwangi mempunyai tradisi unik dalam rangkaian selamatan desa sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus sebagai upacara bersih desa agar seluruh warga diberi keselamatan dan dijauhkan dari segala marabahaya. Ritual yang rutin digelar setiap tahun sekali, tepatnya bulan Muharam atau …

Read More »

BANYUWANGI ETHNO CARNAVAL

Banyuwangi Ethno Carnival 2015 - Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2015 kembali digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2015, mengangkat tema Usingnese Royal Wedding atau pernikahan suku Using. Karnaval ini diikuti ratusan peserta yang menampilkan ragam pengantin ala suku Using dalam balutan kostum kontemporer.Pengantin Using (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)"Dalam gelaran BEC ini, pengantin Using ditampilkan dalam bentuk desain fashion yang berkarakter oleh para desainer muda Banyuwangi. Inilah yang membedakan BEC dengan ajang serupa dari daerah lain, karena kami fokus dan bangga pada kebudayaan sendiri," papar Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Yanuar Bramuda.Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan dengan panggung seluas 10 x 16 meter dan dilengkapi cat walk sepanjang 70 meter.Pagelaran diawali oleh parade Tari Gandrung kolosal. Setelah itu disambung prosesi ritual adat kemanten Using, yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak "munjilan".Ritual perang bangkat ini diawali dengan "padu-paduan" atau sahut-menyahut antarperwakilan keluarga kedua mempelai yang saling meminta agar anak mereka bisa dipersatukan.Padu-paduan ini akan diakhiri dengan kata sepakat dari kedua keluarga untuk menyatukan mempelai dan diikuti penyerahan uba rampe kepada keluarga pengantin perempuan. Yakni berupa kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang tengah mengerami telurnya.Penonton menyemut di Taman Sritanjung (sumber : Dani Firmansyah, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Usai prosesi ini, penonton akan menyaksikan penampil khusus BEC dari mancanegara. Kemudian menyusul di belakangnya parade defile best BEC 2015 yang kemudian diikuti penampilan 37 peserta BEC cilik yang menampilkan kostum pengiring pengantin Using.Warga asing yang tampil bak penari Gandrung (sumber : Liputan6.com)Berikutnya penampil utama The Usingnese Royal Wedding menghibur penonton dengan beragam kostum kreasinya yang modern dan kontemporer. Dibawakan oleh sekitar 200 talent yang dibagi menjadi tiga sub tema yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.Sembur Kemuning merupakan upacara adat pengantin masyarakat pesisiran di Banyuwangi. Kostum yang dikenakan didominasi warna kuning, orange dan ungu.Salah satu peserta dengan kostum Sembur Kemuning (sumber : Twitter.com/banyuwangi_kab)Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah. Peserta dengan kostum Mupus Braen Blambangan (sumber : Idda Rafsanjani, Grup FB Banyuwangi Bersatu)Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan yang diperagakan penampil dengan kostum dominasi warna hijau dan perak.Peserta dengan kostum Sekar Kedaton Wetan (sumber : Ida Rafsanjani , Grup FB Banyuwangi Bersatu)BEC BERTEMA LOKALPada Banyuwangi Ethno Carnival tahun sebelumnya Banyuwangi mengangkat tema Gandrung dan Barong Using.Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, pemilihan tema yang akan diangkat dalam setiap kegiatan akbar budaya Banyuwangi merupakan hasil diskusi dengan sejumlah budayawan dan seniman Banyuwangi.Hal ini karena mereka dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman yang lebih tentang tradisi serta budaya yang berkembang di Banyuwangi."Dalam penyusunan temanya kami selalu melibatkan budayawan serta seniman. Selain mereka memiliki pengetahuan lebih, pelibatan mereka ini untuk menjaga norma serta pakem-pakem tradisi setiap atraksi budaya yang akan kami tampilkan. Saat daerah lain getol membawa tema global dalam event budaya lokal, kami justru memperkenalkan budaya lokal ke publik global," tutur Anas."Kami terus konsisten mengeksplorasi budaya kami. Banyuwangi Ethno Carnival pun kami gelar dengan tema khusus tiap tahunnya karena budaya lokal kami yang memang sangat kaya. Setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mengangkat Gandrung dan Barong Using, tahun ini yang kami persembahkan adalah tradisi pengantin Suku Using," katanya.Untuk tahun berikutnya, panitia telah menetapkan tema Banyuwangi Ethno Carnival 2016 yaitu Legenda Sritanjung-Sidopekso. Dipastikan tema Sritanjung ini akan sangat menarik karena berhubungan dengan legenda asal usul Banyuwangi. Tunggu tanggal mainnya.

Read More »